Luas biasa, tim Robotics Research Center (R2C) Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) terus menunjukkan prestasi gemilangnya dengan meraih juara pada ajang bergengsi skala internasional “Electronics and Robotics Innovation Competition (ERIC) 2025” pada Oktober 2025 lalu.
ERIC adalah ajang internasional yang menguji spesialisasi dan optimasi dalam berbagai kategori robot, beradu inovasi di bidang robotika dan teknologi, berfokus pada dorongan kolaborasi lintas generasi serta menciptakan solusi teknologi. Kompetisi yang digelar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini diikuti 319 tim peserta terdiri dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam serta Taiwan.
Melalui inovasi robotik bernama TAZZ, robot yang direkayasa untuk mendominasi total di lapangan, tim R2C UKSW berhasil merebut juara 1 setelah bersaing melawan tim dari Malaysia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Indonesia (UI), dan komunitas XP-ROBOTIC.
Adapun anggota tim yang merancang robot TAZZ yaitu Jonathan, Ezra Putra Karuniawan, dan Sheren Austrin Pararta. Gelar juara yang diraih pada kategori Mini Soccer 3 Kg kali ini menjadi bukti nyata dari keunggulan inovasi, rekayasa presisi, dan kerja keras tanpa lelah dari seluruh anggota tim R2C UKSW.
Tak ketinggalan robotik TENDA, yang dirancang oleh Moses Jaguar Ersaptiarso, Nabil Dwi Gusna Putra, dan Faradila Octavia Nabila juga berhasil mendapatkan juara harapan 2 dalam ajang bergengsi tersebut.
Secara fisik robot TENDA dirancang dengan torsi yang besar dan racikan ban khusus di lapangan. Desain body juga di desain custom agar mampu bergerak lincah dan dapat menggiring bola dengan baik. Dari segi program, TENDA juga menggunakan algoritma cubic mapping dan skill khusus agar robot dapat bergerak dengan mulus.
Robot R2C Jawaban Kebutuhan Industri
Dalam wawancara yang dilakukan secara daring pada Rabu (15/10/2025), Jonathan mengungkapkan rasa senang dan bangganya bisa meraih juara serta mengharumkan nama kampus di kancah internasional. “Kemenangan ini lebih dari sekadar trofi, ini adalah puncak dari perjalanan intensif kami selama dua bulan. Ini adalah bukti bahwa kekompakan dan kerja keras tim kami membuahkan hasil yang memuaskan,” bebernya dengan penuh semangat.
Jonathan menyampaikan keberhasilan ini ditopang oleh dua pilar utama yaitu performa robot yang superior dan handal, serta faktor ketenangan, fokus, dan kekompakan pemain yang mampu menerjemahkan setiap strategi menjadi kemenangan.

Saat disinggung mengenai target ke depan Jonathan mengungkapkan bahwa tim R2C UKSW akan mengikuti Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI). “Kami tidak akan berhenti di sini. Selanjutnya, kami akan menaklukkan langit dengan menargetkan juara dalam KRTI dengan terus mempertahankan dominasi kami pada kategori mini soccer,” ungkapnya.
Sementara itu, Moses Jaguar menceritakan prestasi membanggakan ini tak lepas dari hasil kerja bersama dan persiapan yang dilakukan oleh tim bersama fakultas. “Persiapan dilakukan selama kurang lebih dua bulan, untuk membuat desain 3D, desain Printed Circuit Board (PCB), Assembly dan juga program. Kami juga membuat jadwal trial yang cukup padat untuk menyempurnakan robot,” ujarnya.
Mengharumkan Nama Bangsa
Di samping itu, Ketua R2C UKSW Amadeo Wisesa mengungkapkan pencapaian yang diraih oleh dua tim tersebut merupakan buah dari kolaborasi, kerja keras, dan dukungan dari fakultas dan universitas.
“Kami tidak berhenti dalam kemenangan satu kompetisi saja. Ini menjadi modal untuk mengikuti berbagai kompetisi robotika lainnya, baik nasional maupun internasional. Kami berharap R2C UKSW terus mengharumkan nama almamater dan bangsa,” tuturnya.
Kemenangan di ERIC 2025 merupakan salah satu dari sekian banyak prestasi luar biasa yang ditorehkan oleh R2C UKSW. Berbagai penghargaan di tingkat nasional dan internasional telah mereka raih diantaranya Juara 2 Robot Mini Soccer 3kg dalam FIRA International Robot Tournament 2025, Top 10 Agricultural Technologies Competition Technofest 2025 di Turki, 8 Besar Robot Sepakbola Beroda Nasional, 8 Besar Robot SAR Nasional 2024, dan 16 Besar Robot Tematik NasionaL dalam Kontes Robot Indonesia 2024.
Kemenangan R2C di kancah internasional ini menunjukan komitmen UKSW untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 34 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Wiw_TimKomblik/foto:Wiw)