Rayakan Usia ke-70, Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana Gelar Aksi Donor Darah untuk Masyarakat

Aksi sosial berdampak donor darah digelar Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW) dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70. Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Salatiga.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor YPTKSW pada Senin (03/02/2026) diikuti oleh civitas academica mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum ini menghasilkan 40 kantong darah.

Saat di wawancarai di sela acara, ketua panitia Ester Sekar Palupi, M.Pd., menerangkan bahwa aksi sosial ini merupakan salah satu rangkaian dalam perayaan HUT ke-70 YPTKSW.  “Di usia yang ke tujuh puluh tahun ini YPTKSW ingin merayakan dengan berbagi kasih kepada sesama, salah satunya adalah aksi donor darah. Aksi sosial ini merupakan bentuk berbagi paling sederhana, cukup dengan memberikan darah kita kepada orang-orang yang membutuhkan,” terangnya.

Setelah kegiatan donor darah rangkaian acara akan dilanjutkan dengan perayaan syukur bersama di Panti Asuhan Salib Putih.

Ester Sekar Palupi juga menyampaikan sesuai dengan tema HUT ke-70 YPTKSW “Takut akan Tuhan adalah Permulaan dari Pengetahuan”, lembaga yang berdiri sejak tahun 1956 dan menaungi dua perguruan tinggi yakni Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan Universitas Kristen Wira Wacana Sumba (Unkriswina) ini menjadikan motto tersebut sebagai dasar dalam setiap langkah dan pelayanannya.

 

Donor darah HUT ke-70 YPTKSW

Membantu pemenuhan kebutuhan darah

Aksi donor darah ini mendapatkan tanggapan positif dari PMI Salatiga. Koordinator Mobil Unit Donor Darah PMI Ns. Atok Widiyatmoko, S.Kep., mengungkapkan target donor darah sebanyak 40 kantong sudah terpenuhi dengan baik. “Antusiasme pendaftar sangat tinggi bahkan melebihi perkiraan awal dan yang lolos screening juga sesuai dengan kapasitas yang kami sediakan,” ujarnya.

Ns. Atok Widiyatmoko juga mengatakan kegiatan ini sangat membantu pemenuhan kebutuhan darah di Salatiga. “Kami berharap ke depan ada program rutin, misalnya secara berkala, karena kebutuhan darah di masyarakat cukup tinggi,” bebernya.

Pendonor juga turut merasa bangga bisa memberikan kontribusi berdampak bagi sesama. Salah satu pendonor, Kepala Divisi Legal dan Tata Kelola (DIVTA) Slamet Priyanto, S.H., mengungkapkan aksi donor darah ini merupakan tindakan nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kegiatan yang dilakukan YPTKSW ini sangat membantu orang-orang yang membutuhkan. Aksi ini juga sebagai bentuk kepedulian kepada sesama,” katanya. 

Pendonor lain, Iwan Sentosa, S.I.Kom., juga menyampaikan kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh YPTKSW ini memiliki dampak yang sangat positif. Selain membantu menambah stok darah untuk yang membutuhkan, kegiatan ini juga mengajak civitas academica dan masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan dan sesama. “Acara ini juga menjadi bukti nyata YPTKSW aktif berkontribusi melalui aksi kemanusiaan yang sederhana tapi bermakna,” jelasnya.

 

Donor darah HUT ke-70 YPTKSW

Kegiatan lain yang telah diselenggarakan dalam rangka perayaan HUT ke-70 YPTKSW meliputi Ibadah Senin dalam nuansa Dies Natalis ke-70 YPTKSW yang menghadirkan Pembina YPTKSW dari Gereja Injili di Tanah Jawa Pendeta Moses Susila, S. Th., M. Si., sebagai pelayan firman dan berbagi sembako di Panti Pondok Kasih Anugerah, Panti Wredha Salib Putih, dan Panti Sumber Kasih pada Senin (02/02/2026) lalu.

Aksi donor darah ini menegaskan kiprah UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yakni ke-3 kehidupan sehat dan sejahtera dan ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan. 

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 37 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (Wiw_Tim Komblik/Foto: Tim Komblik). 

 

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp