Perayaan Imlek di KB/TK Kristen Satya Wacana: Meriah dan Penuh Nilai Pembelajaran

Sejak pagi, suasana penuh semangat sudah terasa di halaman sekolah KB/TK Kristen Satya Wacana. Para siswa datang dengan wajah ceria dan antusias, tak sabar menantikan perayaan Imlek yang telah mereka tunggu. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (17/02/2026) dihadiri sekitar 130 siswa dari kelas Twigs & Buds, Blossoms hingga Bloomers dengan memakai busana bernuansa merah dan pink.

Suasana terasa hidup bahkan sebelum acara dimulai. Keceriaan dan rasa ingin tahu tampak jelas saat mereka memperhatikan perlengkapan pertunjukan yang telah disiapkan. Beberapa saling menunjuk ke arah alat musik yang telah disiapkan, dan sebagian lagi bertanya, “Kapan mulai, Miss?”. Antusiasme tersebut mencerminkan kesiapan mereka untuk mengikuti pembelajaran tematik yang dikemas melalui perayaan budaya.

Tak lama dentuman tambur yang kuat menggema di seluruh area playground. Seketika perhatian seluruh siswa tertuju ke arah pertunjukan Lion Dance dari Long Shen Dragon. Saat pertunjukan barongsai dimulai, sorak-sorai pun langsung pecah. Gerakan barongsai yang dinamis dan atraktif menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak. Siswa menyaksikan pertunjukan tersebut dengan antusias. Ada yang tertawa saat barongsai mendekat dan mengangguk di hadapan mereka, ada pula yang berani melambaikan tangan dengan wajah sumringah. Interaksi antara pemain barongsai dan siswa semakin menambah pengalaman belajar yang menyenangkan.

Perayaan Imlek KB/TK Kristen Satya Wacana Salatiga

Add Your Heading Text Here

Selain menyaksikan pertunjukan, siswa juga diperkenankan memberikan angpau sebagai bagian dari pengenalan tradisi Imlek. Dengan pendampingan guru, beberapa anak maju secara bergantian untuk menyerahkan amplop merah tersebut. Momen sederhana ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk mengenal makna simbolis angpau sebagai bentuk doa dan harapan baik dalam tradisi Tionghoa.

Salah satu guru yang bertanggung jawab atas kegiatan ini, Ms. Sus Priatiningrum, menyampaikan bahwa perayaan Imlek tahun ini memang telah direncanakan oleh sekolah sebagai bagian dari program pembelajaran tematik sekolah. Ia juga mengungkapkan bahwa antusiasme tidak hanya datang dari siswa, tetapi juga dari para orang tua. “Kami melihat semangat yang luar biasa, baik dari anak-anak maupun orang tua. Mereka sangat mendukung kegiatan ini,” ujarnya. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk memberikan pengalaman belajar mengenai makna budaya yang nyata bagi anak-anak. Tidak hanya sekadar mengetahui tentang perayaan dari cerita di kelas, tetapi juga merasakan langsung suasana dan tradisinya.

Lebih dari sekadar pertunjukan budaya, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa sejak usia dini. Dengan mengenalkan keberagaman budaya sejak dini, sekolah turut berkontribusi dalam menanamkan fondasi harmoni sosial kepada generasi muda. Melalui pengalaman langsung seperti ini, anak-anak belajar tentang menghargai perbedaan, memahami tradisi, serta membangun sikap saling menghormati dalam keberagaman. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita 8 tentang Harmoni Lingkungan, Budaya, dan Toleransi Beragama, yang menekankan pentingnya menciptakan masyarakat yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga mendukung komitmen global dalam Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas yang bertujuan memastikan akses pendidikan yang inklusif, setara, dan berkualitas untuk semua. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman seperti perayaan budaya ini, sekolah menghadirkan pendidikan yang tidak hanya akademis, tetapi juga membentuk karakter dan kesadaran sosial siswa.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 37 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (Chan/Upk_TimKomblik/Foto: Divprom). 

 

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp