437 Wisudawan Dilepas di Wisuda Periode II 2026 UKSW: UKSW Hadirkan Lulusan Unggul yang Berprestasi dan Berdampak

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menghadirkan semangat Fostering Creative Minority melalui lahirnya lulusan-lulusan berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berani bertumbuh lewat talenta, karya, dan dedikasi. Semangat itu terasa dalam Wisuda Periode II Tahun 2026 yang digelar Kamis (23/04/2026) di Balairung Universitas, saat UKSW melepas 437 lulusan menuju babak pengabdian berikutnya.

Di antara ratusan wisudawan tersebut, hadir sosok-sosok muda yang membuktikan bahwa bangku kuliah bukan sekadar ruang menuntut ilmu, melainkan tempat menempa potensi diri. Mereka menunjukkan bahwa prestasi dapat tumbuh seiring dengan kedisiplinan, kerja keras, dan keberanian mengambil peluang.

Menembus Industri Game Nasional

Salah satu prestasi mahasiswa UKSW bergema di sektor industri kreatif digital melalui Salsha Alfitri Noviana, lulusan Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Teknologi Informasi (FTI), dan Yosafat Rendi Prayoga, lulusan Prodi Teknik Informatika FTI. Saat masih menempuh studi di UKSW, keduanya tergabung dalam tim Rock Paper Switchblade yang berhasil meraih Juara 1 Indonesian Game Developer Exchange (IGDX) Bootcamp 2024, ajang bergengsi berlevel nasional yang mempertemukan talenta muda dengan ekosistem industri game profesional. Berkat capaian tersebut, tim mereka juga terpilih menampilkan karya game dalam IGDX Business dan Conference 2024 di The Stones Kuta, Bali.

IGDX merupakan program resmi pemerintah Indonesia hasil kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) untuk mendorong pertumbuhan industri game nasional. Ajang ini mempertemukan mahasiswa, studio game, developer profesional, publisher, hingga investor global, sehingga menjadi panggung kompetisi strategis menuju pasar internasional. Prestasi Salsha dan Yosafat menegaskan bahwa mahasiswa UKSW mampu bersaing di ranah industri kreatif digital sejak masih berada di bangku kuliah.

Salsha, mahasiswi asal Ambarawa, mengaku bangga dapat menyelesaikan studi sambil membawa nama baik kampus. Berawal dari hobi menggambar, ia memilih DKV dan menekuni jalur game development, dengan peran pada pengembangan pixel art, ilustrasi 2D, dan animasi. “Saya mendapatkan banyak kesempatan dan pengalaman baru di UKSW. Kampus ini memfasilitasi mahasiswa agar terus berkembang dan maju,” ujarnya. Kini ia telah berkarier di industri game nasional di Bandung. 

Sementara itu, Yosafat asal Pati menilai pencapaiannya tidak lepas dari dukungan UKSW yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk bertumbuh melalui talenta. Ia memilih Teknik Informatika untuk memperkuat fondasi teknis dan berkembang melalui komunitas mahasiswa di kampus. “Di UKSW, minat dan talenta saya benar-benar dihargai melalui kebijakan kampus yang suportif. Adanya konversi Satuan Kredit Semester (SKS) dan jalur Tugas Talenta Unggul memungkinkan saya meraih juara nasional tanpa mengorbankan studi. UKSW menjadi wadah yang mengubah passion mahasiswa menjadi prestasi diakui industri,” tuturnya. Kini ia juga telah berkarier di studio game dan berkomitmen mendorong industri game Indonesia ke tingkat global.

wisuda UKSW 2026
Mahasiswa berprestasi dalam Wisuda Periode II UKSW 2026

Talenta Berbuah Emas

Rekam jejak prestasi lainnya datang dari Yoel Eppang Galenta, lulusan Program Studi (Prodi) Ilmu Teologi, Fakultas Teologi yang aktif di bidang seni paduan suara selama menempuh studi di UKSW. Yoel Eppang Galenta bersama Voice of Satya Wacana Christian University (SWCU) mencatat sejumlah prestasi membanggakan selama berkuliah di UKSW, di antaranya Gold Medal Kategori Folklore pada 6th Karangturi International Choir Competition 2023Gold Medal in Religion Category dalam 11th Sapta Gita Choral Festival 2024, Juara 1 pada Pesparawi XIV Tingkat Jawa Tengah 2024, serta Medali Emas B pada Festival Swara Saraswati II Tahun 2025 kategori Lagu Religi. “Saya merasa senang karena perjalanan akademik saya diwarnai berbagai prestasi. Semua itu dapat dicapai karena ketekunan selama berkuliah di UKSW,” ungkapnya.

Menurut lulusan asal Makassar kelahiran 2003 ini, pencapaian tersebut berawal dari komitmen untuk mengembangkan potensi diri melalui paduan suara. Ia memandang setiap kompetisi sebagai ruang belajar dan proses bertumbuh. “Setiap kompetisi adalah kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Kuncinya manajemen waktu, komitmen, dan berani dengan konsekuensi yang ada,” ujarnya.

Mengakhiri masa studinya di bangku kuliah, ia menulis Tugas Talenta Unggul (TTU) berjudul “Kajian Kristologi terhadap Pemahaman Paduan Suara Jubilatio GMIT Kota Baru mengenai Kristus Sebagai Pengaba” dengan pendekatan Kristologi dan Teologi Musik. Ke depan, ia berencana melanjutkan studi di bidang seni musik. “Saya ingin terus belajar agar berkembang secara praktis maupun akademik,” tutur alumni SMA Gamaliel Makassar ini. 

Prestasi Melampaui Lapangan

Prestasi juga datang dari bidang olahraga melalui Muhammad Arya Danar Sidiq, lulusan Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK). Selama berkuliah, Arya aktif di cabang futsal dan membawa nama UKSW dalam berbagai kejuaraan, di antaranya Juara I dalam Kejuaraan Nasional Medication Cup 2024, Juara 3 pada City Series Euro Esport Futsal Club 2024, Juara 1 Farmasi Cup 2024, Juara 3 pada Udiknas Futsal Cup V Tahun 2024, Juara 2 dalam Kejuaraan Futsal Piala Rektor STIKOM Bali 2025, serta Juara 3 pada Liga Futsal Mahasiswa Tingkat Nasional 2025 (Putra). 

“Saya sangat bangga dan lega. Wisuda bukan hanya tentang menyelesaikan studi, tetapi perjalanan panjang yang penuh usaha. Bisa sampai di titik ini sambil membawa prestasi futsal jadi kebanggaan tersendiri,” ungkapnya.

Mahasiswa asal Salatiga alumni SMK 2 Salatiga ini menuturkan, futsal berawal dari hobi yang kemudian berkembang melalui wadah latihan di kampus. Menurutnya, kunci menyeimbangkan akademik dan non-akademik adalah manajemen waktu, komitmen, dan disiplin. “Harus bisa membagi prioritas antara kuliah dan latihan supaya keduanya tetap berjalan. Tantangan terbesarnya memang membagi waktu, tetapi bisa diatasi dengan jadwal yang jelas dan menjaga kondisi fisik,” ujarnya.

Arya juga menilai UKSW memberi dukungan besar bagi mahasiswa untuk berkembang di bidang akademik maupun olahraga. “Kampus memberi ruang ikut kompetisi, ada dukungan pelatih, lingkungan yang positif, dan dosen yang fleksibel selama kita bertanggung jawab,” katanya. Ke depan, ia ingin tetap terlibat di dunia futsal sebagai pemain maupun pelatih, sekaligus membuka peluang karier profesional sesuai bidang studinya.

Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami menegaskan bahwa UKSW sebagai tidak sekadar meluluskan sarjana, tetapi membentuk lulusan unggul yang siap membawa perubahan. “Para winisuda adalah bagian dari creative minority, generasi berkompetensi, berintegritas, dan peduli sesama yang siap menjawab tantangan zaman serta memberi dampak bagi dunia,” tegasnya. (Ish_TimKomblik/foto:Komblik

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp