Komitmen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam memperkuat budaya akademik berbasis riset kembali membuahkan capaian membanggakan. Sejumlah dosen UKSW berhasil meraih Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui berbagai skema penelitian.
Penerima hibah tersebut adalah Ns. R.Rr. Maria Dyah K., S.Kep., M.Si.Med., Ph.D., pada skema Penelitian Fundamental Reguler; Profesor Dr. Sri Yulianto Joko Prasetyo, S.Si., M.Kom., Dr. Yohanes Martono, S.Si., M.Sc., serta Profesor Dr. Kristoko Dwi Hartomo, S.Kom., M.Kom., pada skema Penelitian Terapan Luaran Prototipe. Selain itu, Dr. Jeferson Kameo, S.H., L.L.M., memperoleh hibah Penelitian Terapan Luaran Model.
Pada skema Penelitian Tesis Magister, hibah diraih oleh Dr. Elizabeth Betty Elok Kristiani, S.Si., M.Si.; Dr. Wahyudi, S.Pd., M.Pd.; Dr. Gede Ariadi, S.Kom., MBA.; dan Dr. Yari Dwikurnaningsih, M.Pd. Sementara itu, Profesor Ir. Lieli Suharti, S.P., M.M., Ph.D., memperoleh hibah Penelitian Disertasi Doktor. Adapun Ruth Meike Jayanti, S.P., M.Sc. dan Yuniel Melvanolo Zendrato, S.P., M.Si., berhasil meraih hibah Penelitian Dosen Pemula.

Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UKSW, Profesor Hindriyanto Dwi Purnomo, P.hD., menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya daya saing peneliti UKSW di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, keberhasilan dalam berbagai skema, khususnya penelitian terapan, menunjukkan bahwa riset-riset di UKSW mulai bergerak menuju implementasi nyata dan hilirisasi.
“Keberhasilan ini menjadi benchmarking sejauh mana peneliti UKSW mampu berkompetisi dengan perguruan tinggi lain. Kami terus mendorong dosen untuk aktif berpartisipasi dalam hibah nasional maupun internasional,” ujarnya dalam wawancara, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, penelitian di UKSW dikembangkan secara berkelanjutan mulai dari riset fundamental hingga tahap terapan yang menghasilkan produk dan solusi aplikatif bagi masyarakat maupun industri. Untuk mendukung proses tersebut, DRPM UKSW berkolaborasi dengan Direktorat Inovasi dan Kewirausahaan (DIK) dalam mendorong hilirisasi hasil riset dan pengembangan kemitraan industri.
Lebih lanjut, Hindriyanto menegaskan bahwa kualitas substansi penelitian menjadi faktor utama dalam keberhasilan proposal hibah. Karena itu, DRPM UKSW terus menghadirkan berbagai program pendampingan, bootcamp, dan coaching clinic guna meningkatkan kualitas proposal penelitian dosen serta memperkuat budaya riset di lingkungan kampus.
Melalui capaian hibah penelitian tahun 2026 ini, UKSW turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 pendidikan berkualitas, SDGs ke-9 industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDGs ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan, sejalan dengan Asta Cita poin 4 dalam penguatan riset, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 36 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Ish_TimKomblik/foto:istimewa)