Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menandai usia ke-23 dengan langkah baru di bidang kecerdasan buatan. Bertepatan dengan Dies Natalis ke-23 yang digelar belum lama ini, di Auditorium Notohamidjojo FTI UKSW, FTI secara resmi meluncurkan Program Studi Magister Kecerdasan Buatan (MKB), sekaligus memperkuat transformasi layanan dan pengembangan teknologi yang berdampak bagi masyarakat.
Mengusung tema “Code with Heart, Serve with Soul”, Dies Natalis ke-23 FTI UKSW menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pada pengembangan teknologi yang berdampak. Semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui hadirnya Program Studi Magister Kecerdasan Buatan yang diperkenalkan melalui talk show mengenai pengembangan keilmuan dan teknologi kecerdasan buatan. Program ini menjadi salah satu bagian dari langkah FTI dalam merespons perkembangan teknologi sekaligus memperluas ruang pengembangan keilmuan di bidang teknologi informasi.

Mewakili Rektor UKSW, Wakil Rektor Bidang Pengajaran, Akademik, dan Kemahasiswaan (WR PAK) Profesor Ferdy S. Rondonuwu, menyampaikan bahwa selama 23 tahun, FTI telah mengalami perkembangan pesat berkat kontribusi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang bersama-sama membangun fakultas melalui berbagai karya dan pencapaian.
“FTI telah berkembang jauh selama 23 tahun dan terus bergerak maju. Keberhasilan ini bukan hanya karena satu atau dua orang, tetapi karena dosen, tendik dan mahasiswa semuanya memberikan kontribusi,” ungkapnya.
Menurutnya, perkembangan FTI juga berjalan beriringan dengan tantangan dan peluang yang semakin besar. Dengan cakupan pendidikan mulai dari diploma hingga doktor, FTI tidak hanya menjadi ruang pengembangan keilmuan, tetapi juga memiliki peran dalam menyediakan pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan untuk berbagai bidang pembangunan.
Ia berharap perkembangan tersebut dapat menghasilkan dampak yang semakin luas. “Teknologi itu harus berdampak dan dapat digunakan oleh banyak orang, bukan hanya untuk Satya Wacana, tetapi juga untuk masyarakat yang lebih luas,” tambahnya.
Sejalan dengan harapan tersebut, Dekan FTI, Profesor Dr. Kristoko Dwi Hartomo, M.Kom., menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan sebagai bagian dari upaya fakultas untuk terus berkembang dan memberikan dampak. Melalui penguatan service excellent, FTI berupaya menghadirkan layanan yang berkualitas, responsif, transparan, dan akuntabel bagi civitas academica.
Upaya tersebut diwujudkan dengan membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan masukan serta mendorong dosen dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

23 Tahun sebagai Momentum untuk Melangkah
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Panitia Dies Natalis ke-23 FTI UKSW, Dr. Anton Hermawan, SE., MM., melihat usia 23 tahun sebagai perjalanan panjang yang telah dilalui FTI dengan berbagai dinamika, dedikasi, dan pencapaian.
Karena itu, perayaan Dies Natalis menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan sekaligus menentukan langkah berikutnya.
“Dua puluh tiga tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh dengan dinamika, dedikasi dan pencapaian.
Mengingat hal itu, semoga perayaan Dies Natalis kali ini menjadi momen refleksi sekaligus batu loncatan bagi kita untuk terus melangkah lebih maju,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh civitas academica untuk terus memperkuat kolaborasi dan menjaga nama baik almamater. Menurutnya, perjalanan FTI ke depan perlu dibangun melalui semangat bersama agar FTI dapat terus menjadi wadah yang memberkati dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Magister Kecerdasan Buatan, Langkah FTI ke Depan
Dengan berbagai pengembangan tersebut, FTI memasuki usia ke-23 dengan membawa semangat untuk terus bertumbuh, memperkuat layanan, mengembangkan inovasi, dan memperluas dampak teknologi. Wakil Rektor juga berharap FTI dapat menjadi salah satu fakultas yang membanggakan UKSW sekaligus menghasilkan karya yang bermanfaat bagi kemanusiaan.
“Kiranya Fakultas ini berkenan di hadapan Tuhan, dan karya-karya yang dihasilkan bisa bermanfaat untuk kemanusiaan,” harapnya.
Melalui perjalanan 23 tahun, FTI UKSW terus bertumbuh sebagai bagian dari UKSW yang mengembangkan pendidikan dan teknologi dengan semangat pelayanan. Penguatan service excellent, transformasi layanan digital, perluasan jejaring, serta hadirnya Program Studi Magister Kecerdasan Buatan menjadi bagian dari upaya FTI untuk menjawab perkembangan zaman dan memberikan dampak yang lebih luas.
Upaya ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan pendidikan dan kompetensi di bidang teknologi serta SDGs ke-9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi dan teknologi. Hal ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 yang menekankan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 36 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (Chan_TimKomblik/foto:Komblik)