Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) memperkuat kolaborasi dengan sekolah melalui International Educators Forum 2026 bertema AI Literacy and Future Learning at School, Kamis (24/9/2026), di Grha Kartini Salatiga. Kegiatan yang menjadi bagian dari International Community Empowerment Program 2026 dalam rangka Dies Natalis ke-70 UKSW ini, diikuti 63 kepala sekolah dan guru SMA/SMK dari Salatiga, Semarang, Kabupaten Semarang, Boyolali, dan sekitarnya.
Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-70 UKSW, Dr. Ir. Sri Suwartiningsih, M.Si., menyampaikan bahwa rangkaian Dies Natalis menjadi momentum bagi UKSW untuk berbagi dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Menurutnya, perjumpaan UKSW dengan guru dan siswa menjadi kesempatan bagi UKSW untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran sebagai bagian dari kontribusi nyata universitas.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UKSW, Profesor Hindriyanto Dwi Purnomo, dalam sambutannya mengatakan forum ini merupakan bagian dari komitmen UKSW memperkuat kemitraan dengan sekolah. Kolaborasi tersebut telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan sekolah dan penelitian hingga kegiatan sains tingkat nasional.
“Sudah menjadi tanggung jawab UKSW untuk dapat berbagi mengenai apa yang dapat kami lakukan untuk membantu sekolah. Kami siap mendukung ketika Bapak-Ibu membutuhkan pendampingan, pelatihan, ataupun seminar bersama sekolah-sekolah,” ujarnya.
Antusiasme terhadap kegiatan ini terlihat dari jumlah peserta yang melampaui kuota awal yang telah ditetapkan. Tingginya minat tersebut menunjukkan ketertarikan guru dan kepala sekolah untuk memperluas pemahaman mengenai literasi digital, khususnya pemanfaatan AI dalam pendidikan. Keberagaman latar belakang peserta dari berbagai bidang studi juga memperkaya perspektif dalam membahas penerapan AI untuk mendukung proses pembelajaran.
AI sebagai Alat Pendukung Pembelajaran
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan (WR RIK) UKSW, Profesor Eko Sediyono, menegaskan bahwa perkembangan AI tidak lagi menjadi pertanyaan mengenai perlu atau tidaknya teknologi tersebut digunakan dalam pendidikan. Hal yang lebih penting adalah bagaimana AI dimanfaatkan secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat dimanfaatkan guru sebagai alat bantu untuk mengembangkan materi, mencari inspirasi pembelajaran, maupun menyusun soal yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
“Pendidikan bukan sekadar proses menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk karakter, nilai-nilai keagamaan, budaya, sosial, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kemanusiaan. Semua itu tidak dapat begitu saja digantikan oleh AI,” lanjutnya.

Menghadirkan Perspektif Global
Forum ini turut menghadirkan perspektif internasional melalui Dr. Abdul Karim dari Hallym University, Korea Selatan, yang membahas Global Perspectives on AI Literacy and Future Learning. Kehadirannya memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat perkembangan AI dan pendidikan dari perspektif global sekaligus mendiskusikan relevansinya dengan konteks pendidikan di Indonesia.
Sementara itu, akademisi UKSW Krismiyati, S.Pd., M.A., Ph.D., membawakan sesi mengenai integrasi AI dalam pembelajaran di kelas. Sesi tersebut diarahkan pada penerapan yang lebih praktis sehingga guru dapat memperoleh inspirasi untuk mengembangkan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.
Moderator kegiatan, Stefanus Christian Relmasira, S.Pd., M.S.Ed., Ph.D., dalam penutupannya menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis ketika menggunakan AI. Peserta diajak untuk tidak menerima begitu saja informasi yang dihasilkan AI, melainkan memahami, memeriksa, dan mempertimbangkannya kembali.
“AI seharusnya menjadi alat yang membantu kita, bukan menggantikan proses berpikir,” menjadi salah satu pesan utama yang dirangkum dalam sesi penutup.

Mendorong Inovasi Pembelajaran
Melalui kegiatan ini, UKSW mendorong guru untuk mulai menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam praktik pembelajaran di sekolah. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah “satu guru, satu inovasi pembelajaran” dengan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari semangat Fostering Creative Minority yang diusung UKSW. Semangat tersebut mendorong warga UKSW untuk mengembangkan kreativitas dan keilmuan yang khas agar dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
International Educators Forum 2026 menjadi salah satu wujud UKSW Berdampak melalui pemanfaatan kepakaran akademik, jejaring internasional, dan kemitraan dengan sekolah untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Tidak berhenti pada pelaksanaan satu forum, UKSW juga membuka peluang keberlanjutan kolaborasi melalui berbagai kegiatan pendampingan, pelatihan, literasi, dan forum lanjutan terkait perkembangan AI dan pendidikan.
Dengan demikian, peringatan Dies Natalis ke-70 UKSW tidak hanya menjadi momentum perayaan perjalanan institusi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperluas manfaat UKSW melalui kolaborasi yang mendukung peningkatan kapasitas pendidik dan kualitas pembelajaran di masyarakat.
Kegiatan ini mempertegas kiprah UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu ke-4 pendidikan berkualitas, ke-9 yaitu industri, inovasi dan infrastruktur, dan ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Arl_TimKomblik/foto:Divpromkomblik)
