Kuliah tamu bertema Value Creation digelar di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), belum lama ini. Kegiatan internal ini melibatkan civitas academica dari enam fakultas dan dipandu oleh pakar industri.
Peserta mencakup dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), serta fakultas lainnya seperti Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) serta Fakultas Biologi. Keterlibatan lintas fakultas ini memperkaya diskusi seputar penerapan entrepreneurship di berbagai disiplin ilmu.
Alisjahbana Haliman, Founder dan CEO PT Haldin Pacific Semesta, tampil sebagai pembicara utama dengan materi favoritnya sebagai entrepreneur, yaitu value creation. Menurutnya, value creation berarti menciptakan nilai tambah yang membuat kehidupan lebih baik di mana pun berada.
Acara yang dibuka Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan Profesor Eko Sediyono, mewakili Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami, dilanjutkan sesi tanya jawab aktif yang dipandu Dr. Tinjung Mary Prihtanti, dari Program Studi (Prodi) Agribisnis FPB sebagai moderator, sebelum ditutup foto bersama peserta.
Alisjahbana Haliman menekankan pentingnya menciptakan nilai tambah dalam kehidupan sehari-hari melalui entrepreneurship. Ia berbagi contoh nyata, seperti pengolahan ubi menjadi soju, yang menunjukkan bagaimana interaksi harmonis dengan alam dapat menghasilkan peluang usaha berkelanjutan. Pembicara mendorong peserta untuk tidak ragu mencoba ide-ide sederhana, asal dilakukan secara konsisten dan didasari keyakinan akan manfaat bagi banyak orang.
Topik value creation dipilih karena selaras dengan visi UKSW sebagai entrepreneur research university. Materi ini membuka wawasan mahasiswa tentang bagaimana peluang di sekitar dapat diubah menjadi praktik wirausaha, mulai dari skala kecil hingga sistem yang berdampak luas, hal tersebut dijelaskan oleh Dekan FEB Dr. Yefta Andi Kus Noegroho, sebagai salah satu penyelenggara kuliah tamu.

EntrepreneurshipPraktis Mahasiswa
Dekan FEB Dr. Yefta Andi Kus Noegroho, dalam wawancara singkat menyatakan kegiatan ini krusial untuk membekali mahasiswa pemahaman entrepreneurship praktis. “Harapannya, civitas academica mampu menangkap peluang dan menciptakan nilai tambah di mana pun berada,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kuliah tamu semacam ini memperluas perspektif di luar buku teks, mendorong kreativitas dan keberanian
Lebih lanjut disampaikan Dr. Yefta Andi Kus Noegroho, kegiatan ini diharapkan membangun generasi entrepreneur yang peka terhadap realitas sosial dan lingkungan. Mahasiswa diajak membaca peluang dari hal-hal dekat alam, sehingga entrepreneurship tak lagi terlihat rumit atau berbiaya tinggi. Penyelenggara berencana mengadakan acara serupa secara berkala untuk menyesuaikan dengan karakter setiap angkatan.
Melalui kuliah tamu ini, UKSW bukan hanya meneguhkan diri sebagai kampus multikultural dan kreatif, tetapi juga mewujudkan nilai-nilai Asta Cita ke-4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan. Selain itu, agenda ini juga merupakan kontribusi nyata UKSW dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas dan ke-9 industri, inovasi, dan infrastruktur.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 34 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Arl_TimKomblik/foto:Arl
