Program Studi (Prodi) Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) membuka ruang dialog akademik bersama asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) melalui pelaksanaan asesmen lapangan, belum lama ini, di Ruang Rapat FEB UKSW. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pembelajaran, tata kelola, dan relevansi pendidikan manajemen dengan kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan asesmen lapangan ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi sekaligus penguatan tata kelola akademik, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta sistem penjaminan mutu yang dijalankan Program Studi Magister Manajemen FEB UKSW secara berkelanjutan.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Manajemen FEB UKSW, Dr. Hani Sirine, S.E., M.M., menyampaikan bahwa asesmen lapangan dimaknai sebagai ruang refleksi dan penguatan mutu, bukan sekadar proses penilaian administratif.
“Bagi kami, asesmen lapangan LAMEMBA adalah kesempatan untuk menunjukkan bagaimana mutu program studi dijalankan secara nyata melalui pembelajaran, tata kelola, penelitian, pengabdian, dan keterlibatan seluruh civitas academica,” ujarnya saat diwawancara secara daring, Selasa (02/06/2026).
Menurutnya, Magister Manajemen FEB UKSW terus mengembangkan pendidikan manajemen yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman melalui penguatan sustainability, technology-driven management, dan holistic leadership. Pendekatan tersebut diwujudkan dalam pembelajaran berbasis kasus nyata, penguatan kemampuan analitis, serta pengembangan kepemimpinan yang adaptif dan berintegritas.
Ia menambahkan bahwa kesiapan menghadapi asesmen dibangun melalui budaya continuous improvement yang dilakukan secara konsisten, mulai dari monitoring, evaluasi, pembaruan kurikulum, hingga pelibatan alumni dan pengguna lulusan dalam pengembangan program studi.
“Kami ingin memastikan bahwa Prodi Magister Manajemen FEB UKSW tidak hanya memenuhi standar mutu, tetapi juga memiliki karakter dan relevansi yang kuat dalam menjawab kebutuhan organisasi dan dunia kerja,” tambahnya.

Budaya Unggul
Rangkaian asesmen diawali dengan pembukaan dan pengenalan panel asesor, dilanjutkan sesi bersama pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS), konfirmasi data dalam Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS), pemeriksaan dokumen pendukung, hingga dialog bersama dosen, alumni, pengguna lulusan, dan mitra eksternal. Pada hari kedua, asesor melakukan peninjauan fasilitas pembelajaran, ruang dosen, serta sarana penunjang akademik sebelum penyampaian umpan balik dan rekomendasi hasil asesmen.
Dalam asesmen ini, dosen, mahasiswa, alumni, tenaga kependidikan, serta mitra eksternal turut mengambil peran penting dalam menunjukkan kualitas pembelajaran dan dampak lulusan di masyarakat maupun dunia profesional.
Melalui asesmen lapangan LAMEMBA, Prodi Magister Manajemen FEB UKSW berharap dapat semakin memperkuat budaya mutu, meningkatkan kepercayaan publik, serta mempertegas posisinya sebagai program studi yang unggul, adaptif, dan berdampak. Capaian ini juga melengkapi kualitas akademik di lingkungan FEB UKSW, di mana seluruh program studi saat ini telah terakreditasi Unggul dan Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi yang telah terakreditasi Baik Sekali.
Melalui kegiatan ini, UKSW turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, SDGs ke-8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs ke-9 industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDGs ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan. Sejalan dengan Asta Cita, kegiatan ini mencerminkan poin ke-4 tentang penguatan sumber daya manusia, pendidikan, dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta poin ke-6 tentang penguatan institusi yang adaptif dan berdaya saing.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Ish_TimKomblik/foto:DivpromKomblik)