Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak pengusaha muda melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Proposal Business Plan Competition dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Inovasi dan Kewirausahaan (DIK) UKSW ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai Rabu (11/03/2026) hingga Jumat (13/03/2026) di Gedung F114 dan ruang Diplomasi UKSW.
Direktur Direktorat Inovasi dan Kewirausahaan (DIK) UKSW, Dr. Linda Ariany Mahastanti, S.E., M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan Bimtek ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum mengikuti seleksi proposal tingkat nasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai cara menyusun proposal bisnis yang baik dan sesuai dengan kriteria penilaian.
“Teman-teman mahasiswa berasal dari berbagai bidang ilmu, sehingga Bimtek ini membantu mereka memahami bagaimana cara membuat proposal bisnis dengan benar. Harapannya, ilmu yang diperoleh selama tiga hari ini dapat diterapkan untuk mempertajam proposal yang sedang disusun,” jelasnya.
Pada tahun ini, antusiasme mahasiswa untuk mengikuti Business Plan Competition sangat tinggi, yang ditunjukkan keikutsertaan 16 tim dengan total 71 peserta. Peserta berasal dari berbagai latar belakang keilmuan, membuktikan bahwa minat kewirausahaan tidak hanya didominasi oleh satu fakultas tertentu saja. Kategori usaha yang dikembangkan pun beragam, mencakup makanan dan minuman, industri kreatif, seni dan budaya, budidaya, jasa, pariwisata dan perdagangan, manufaktur dan teknologi terapan, serta bisnis digital.
Salah satu peserta Bimtek Mirelle Maudisha mahasiswa Fakultas Psikologi mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru mengenai penyusunan proposal bisnis yang lebih terstruktur, khususnya dalam menjelaskan keunggulan produk secara terukur. Melalui sesi workshop dan diskusi bersama narasumber, mahasiswa mendapatkan masukan langsung untuk memperbaiki proposal yang sedang mereka kembangkan.
Strategi dan hadirkan narasumber ahli
Tiga narasumber berpengalaman dihadirkan untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Pada hari pertama, mahasiswa dipandu oleh Destri Sambara Sitorus, M.Pd., dari UKSW terkait alur pendaftaran akun P2MW. Di hari kedua, Khresna Bayu Sangka, S.E., M.M., Ph.D., dari Universitas Sebelas Maret hadir untuk memberikan materi terkait penyusunan dan pendalaman proposal. Sebagai pamungkas pada hari ketiga, Sugiarto, S.Kom., M.Kom., dari UPN Veteran Jawa Timur yang juga berperan sebagai penilai (reviewer) nasional P2MW membagikan wawasan mengenai tips dan trik agar proposal dapat lolos dari sudut pandang seorang penilai.

Menurut Dr. Linda, kehadiran reviewer nasional sangat penting agar mahasiswa dapat memahami secara langsung aspek-aspek yang dinilai dalam proposal. “Ketika mahasiswa sudah mengetahui bagaimana cara berpikir seorang reviewer dalam menilai proposal, mereka dapat menyusun proposal yang lebih terukur, misalnya dengan menjelaskan keunggulan produk menggunakan data dan angka yang jelas,” jelasnya.
Tim yang berhasil lolos seleksi proposal tingkat internal nantinya tidak hanya diproyeksikan untuk mengikuti kompetisi P2MW tingkat nasional, tetapi juga akan masuk ke tahap inkubator bisnis UKSW untuk didampingi langsung oleh praktisi pengusaha. Pendanaan internal yang disiapkan untuk tahap ini mencapai 15 juta rupiah agar para mahasiswa dapat sungguh-sungguh belajar menjalankan usaha hingga berhasil menciptakan bentuk barang prototipe.
Setelah menyelesaikan rangkaian materi dari ketiga narasumber, para mahasiswa dijadwalkan untuk melakukan pengumpulan proposal tingkat internal pada Senin (16/03/2026). Proses tersebut bermuara pada pengumpulan proposal ke laman P2MW nasional yang akan ditutup pada Rabu (01/04/2026) hingga Kamis (02/04/2026) mendatang. Kegiatan ini juga diikuti oleh dosen pendamping kewirausahaan, Koordinator Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan Fakultas, serta tamu undangan lainnya.
Dukung penciptaan lapangan kerja
Lebih jauh, Dr. Linda memiliki mimpi besar agar mahasiswa yang menekuni program ini kelak tidak akan kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. “Tidak hanya sekedar menjadi orang yang mencari lapangan pekerjaan tapi justru membuka lapangan pekerjaan,” tekannya.
Inisiatif pembinaan kewirausahaan yang terus digenjot oleh UKSW ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8 mengenai penyediaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga mendukung langsung perwujudan Asta Cita poin ke-3 dari Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 38 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Ant_TimKomblik/foto:Komblik)