Dua doktor baru dihasilkan oleh Program Studi (Prodi) Doktor Ilmu Akuntansi (DIA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melalui prosesi yudisium pada Senin (07/09/2026). Bertempat di Ruang Rapat FEB Lantai 2, kegiatan akademik ini menjadi momen sakral bagi kedua doktor baru. Penelitian yang diuji berfokus pada tata kelola keuangan yang berbasis behavioral accounting atau akuntansi keperilakuan, sesuai dengan keunikan prodi.
Kualitas riset yang mendalam dibuktikan melalui pemaparan disertasi. Salah satu doktor yang berhasil yudisium adalah Dr. Indra Arifin Djashan yang mengkaji disertasi berjudul Top Manager Diversity dan Audit Lingkungan: Perspektif Status Quo Bias. Dr. Indra berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96 dengan predikat cumlaude menyadari bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari fasilitas akademik yang memadai.
“Saya dapat menyelesaikan studi ini berkat komitmen lulus dalam waktu tiga tahun, yang tentunya sangat didorong oleh iklim pembelajaran yang mendukung dari pihak kampus. Sesuai dengan nilai Creative Minority, gelar doktor ini memanggil saya untuk berkarya secara senyap namun mampu memberikan dampak luar biasa,” tutur Dr. Indra.
Peserta yudisium selanjutnya, yaitu Dr. Utami Puji Lestari, yang juga merupakan dosen di Institut Teknologi dan Bisnis Semarang, turut mempresentasikan disertasinya yang berjudul Managerial Overconfidence, Corporate Governance, dan Dinamika Manajemen Laba Riil dengan sangat baik. Dr. Utami berhasil mengatasi berbagai kendala, terutama terkait manajemen waktu antara tanggung jawab sebagai mahasiswa, pekerja profesional, serta ibu rumah tangga.
“Perjalanan penyusunan disertasi ini tentu bukan hal yang mudah, namun semua proses tersebut terasa jauh lebih ringan karena dukungan penuh dari tim promotor dan dosen pengajar yang sangat membantu,” ungkap Dr. Utami saat menceritakan pengalamannya.
Pencapaian luar biasa kedua lulusan ini tentunya tidak lepas dari bimbingan intensif dari Profesor Dr. Intiyas Utami yang bertindak langsung sebagai Promotor, bersama Ko-Promotor Dr. Supramono, S.E., M.Ak., CA. Mengapresiasi keberhasilan mahasiswanya, Rektor Intiyas menyampaikan kebanggaannya atas dedikasi para lulusan. “Kami sangat bangga melihat kegigihan para mahasiswa yang mampu menghasilkan riset keperilakuan yang mendalam dan tepat waktu. Hal ini membuktikan bahwa lulusan UKSW siap menjadi pemimpin perubahan yang tangguh dan berintegritas tinggi di dunia profesional,” tegasnya.

Keunggulan Program Studi
Topik riset mengenai bias perilaku manajerial yang diangkat oleh kedua lulusan terbilang menarik dan masih jarang ditemukan dalam publikasi internasional. Terkait hal tersebut, Profesor Dr. Theresia Woro Damayanti, S.E., M.Si., Ak., CA., selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Doktor Ilmu Akuntansi FEB UKSW, menegaskan bahwa fenomena ini sangat relevan dengan dinamika nyata di dunia kerja. “Dalam praktiknya, sumber daya manusia adalah aset yang sangat penting, dan setiap pengambilan keputusan tidak selalu didasari oleh rasionalitas murni. Harapan saya, ilmu yang diperoleh para lulusan di UKSW dapat menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh di dunia profesional, namun tetap mengedepankan sikap rendah hati,” pesannya.
Keberhasilan kedua doktor baru ini turut mendapat apresiasi dari berbagai tamu undangan yang hadir secara langsung. Dukungan tersebut datang dari jajaran pimpinan Trisakti School of Management, Universitas Internasional Batam, Yayasan Pendidikan Tri Mulia Utama Semarang, dan Institut Teknologi dan Bisnis Semarang. Kehadiran para kolega ini menjadi bukti nyata pengakuan institusi luar terhadap kualitas dan suasana pendidikan yang egaliter di FEB UKSW. Kualitas pendidikan yang unggul tersebut juga dibuktikan dengan tingginya rasio ketepatan waktu kelulusan, di mana tiga dari empat mahasiswa angkatan pertama DIA FEB UKSW sukses menyelesaikan studinya dalam kurun waktu tiga tahun.
Pelaksanaan yudisium ini menandai bahwa UKSW terus berkomitmen menciptakan Creative Minority yang berkontribusi dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yaitu pendidikan berkualitas, ke-8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta ke-16 yaitu perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh. Selain itu kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam mendukung Asta Cita ke-4 mengenai pengembangan sumber daya manusia berdaya saing, serta misi ke-7 terkait reformasi birokrasi dan peningkatan akuntabilitas publik.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 36 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.
Salam Satu Hati UKSW! (Ant_TimKomblik/foto:Ant)