Doktor Manajemen FEB UKSW Luluskan Enam Doktor dalam Sepekan, Angkat Isu Bisnis hingga UMKM

Program Studi Doktor Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), meluluskan enam doktor dalam rangkaian yudisium yang berlangsung belum lama ini. Keenam lulusan tersebut menyelesaikan studi dengan mengangkat berbagai isu manajemen yang dekat dengan persoalan dunia bisnis dan masyarakat, mulai dari keberlanjutan bisnis keluarga, wellness tourism, dan kesejahteraan karyawan hingga kepemimpinan perempuan serta pembiayaan UMKM.

Kepala Departemen Manajemen sekaligus Kepala Program Studi S3 Ilmu Manajemen FEB UKSW, Albert Kristian Novi Adhi Nugraha, S.E., M.M., Ph.D., menjelaskan bahwa capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen Program Doktor Ilmu Manajemen dalam mendampingi mahasiswa menyelesaikan studi dengan baik. Menurutnya, kelulusan para doktor tersebut menunjukkan keseriusan program studi dalam menjalankan proses pembelajaran sekaligus menghasilkan penelitian yang relevan.

“Kami memiliki komitmen untuk membantu mahasiswa menyelesaikan studinya dengan baik. Dengan jumlah mahasiswa yang telah menyelesaikan studi dan mengikuti yudisium, ini menunjukkan bahwa kami serius dalam melaksanakan proses pembelajaran,” jelasnya.

Soroti Bisnis Keluarga hingga Pariwisata

Tiga lulusan pertama membawa penelitian yang melihat berbagai tantangan dalam organisasi dan perkembangan industri. Dr. Agustiono, yang meraih IPK 3,94 dengan predikat Terpuji/Cumlaude, melalui disertasinya Analisis Niat Bertahan Generasi Penerus: Paradoks Digitalisasi dan Keharmonisan Keluarga mengkaji rendahnya minat Generasi Z untuk meneruskan bisnis keluarga. Penelitiannya menunjukkan bahwa keharmonisan keluarga dan digitalisasi tidak secara otomatis membuat generasi penerus bertahan, sementara reverse mentoring menjadi salah satu pendorong kuat komitmen generasi penerus. 

Doktor Manajemen FEB UKSW Luluskan Enam Doktor dalam Sepekan, Angkat Isu Bisnis hingga UMKM

Sementara itu, Dr. Clarissa Listya Susilo, dengan predikat Terpuji/Cumlaude, mengembangkan model untuk menjelaskan keputusan konsumen dalam membeli produk dan layanan wellness tourism melalui penelitian Developing a Model of Wellness Tourism Product Purchase Decision: Study in Bali – Indonesia. Penelitian ini memperluas Model of Goal-Directed Behavior dengan memasukkan perceived stress untuk memahami proses pengambilan keputusan konsumen. 

Adapun Dr. Kuriake Kharismawan, yang memperoleh predikat Terpuji/Cumlaude, mengangkat isu workplace bullying melalui penelitian Perilaku Anti-Bullying dan Employee Well-Being dalam Perspektif Social Exchange: Studi Karyawan Bank. Penelitian terhadap 284 karyawan perbankan menunjukkan pentingnya kecerdasan budaya, harga diri, kepemimpinan inklusif, dan psychosocial safety climate dalam membangun perilaku anti-bullying dan meningkatkan employee well-being.

Riset Jawab Tantangan Bisnis 

Tiga lulusan lainnya menghadirkan penelitian yang berkaitan dengan kepemimpinan, akses pembiayaan, dan keberlanjutan program dana bagi pelaku usaha. Dr. I Nyoman Susila, dengan predikat Sangat Memuaskan, melalui disertasi Peran Mediasi Inovasi pada Hubungan Gender CEO dengan Kinerja Keuangan: Suatu Studi Lintas Negara menemukan bahwa hubungan CEO perempuan dengan kinerja keuangan perusahaan dapat terjadi secara langsung maupun melalui inovasi, dengan pengaruh melalui mediasi inovasi lebih besar dibandingkan pengaruh langsung. 

Dr. Linda Rambu Kuba Yowi, yang meraih predikat Sangat Memuaskan, meneliti fenomena discouraged borrowers pada pelaku UMKM di Sumba Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku enggan mengakses kredit formal berkaitan dengan kuatnya bonding social capital, rendahnya efikasi diri, dan tingginya bias status quo, sehingga peningkatan kapasitas serta kepercayaan diri pelaku UMKM dalam mengelola kredit menjadi penting. 

Sementara Dr. Aprih Santoso, dengan predikat Sangat Memuaskan, mengkaji perilaku pengembalian dana bergulir di kalangan pengusaha kecil melalui Program Kredit Wibawa di Kota Semarang. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa faktor kognitif maupun relasional, termasuk relasi kalkulatif dan afektif, berperan dalam membentuk niat pengembalian dana dan keberlanjutan program pembiayaan.

Doktor Manajemen FEB UKSW Luluskan Enam Doktor dalam Sepekan, Angkat Isu Bisnis hingga UMKM

Riset Berdampak bagi Masyarakat 

Menurut Albert Kristian Novi Adhi Nugraha, keberagaman topik tersebut menjadi bagian dari upaya Program Doktor Manajemen UKSW untuk menghadirkan penelitian yang tidak berhenti pada kontribusi akademik, tetapi juga memberikan implikasi bagi pemecahan persoalan di berbagai organisasi dan masyarakat. Kajian para lulusan mencakup organisasi bisnis maupun nonbisnis serta isu-isu seperti keberlanjutan, green business, green marketing, green human resource management, local wisdom, hingga digital marketing dan perilaku konsumen.

“Harapannya kami bisa terus dipercaya untuk menjadi wadah pembentukan scholars, peneliti yang nantinya bisa berdampak dan mandiri setelah lulus studi, serta bisa memimpin kegiatan-kegiatan penelitian di lembaga tempat mereka bekerja,” ungkap Albert.

Ia menambahkan, Program Doktor Manajemen FEB UKSW ke depan berkomitmen membentuk peneliti yang andal di bidang manajemen dan bisnis sekaligus terus mengakumulasi rekognisi di tingkat domestik, nasional, maupun internasional. Program studi juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dari luar negeri untuk belajar dan mengembangkan penelitian bersama di UKSW.

Melalui capaian ini, UKSW turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yaitu pendidikan berkualitas, SDGs ke-8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs ke-9 yaitu industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Capaian ini juga sejalan dengan Asta Cita poin ke-4 yaitu dalam penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan, serta poin ke-6 yaitu dalam membangun tata kelola ekonomi dan kelembagaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.  Salam Satu Hati UKSW! (Arl_TimKomblik/foto:Istimewa)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com