Dr. Eugénia Raih Doktor Studi Pembangunan di UKSW: Soroti Kegagalan Intervensi Pertanian bagi Perempuan Timor‑Leste

Sebuah momentum kolaborasi akademik kembali terjalin antara Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan Timor-Leste. Melalui Program Studi Doktor Studi Pembangunan (DSP) Fakultas Interdisiplin (FID), Promosi dan Yudisium Program Doktor diselenggarakan guna meresmikan gelar doktor bagi Dr. Eugénia Urania da Costa Correia, promovenda asal Timor-Leste. Yudisium ini berlangsung di ruangan Ruang Probowinoto, Selasa (02/06/2026).

Disertasi berjudul “Agricultural Development Interventions for Rural Women in Timor‑Leste” berhasil mengantarkan Dr. Eugénia meraih gelar doktor dengan predikat Terpuji dan berhasil dipublikasikan di jurnal terindeks Scopus. Penelitian kualitatif studi kasus yang difokuskan pada perempuan petani di Kabupaten Ermera, Timor-Leste ini mengevaluasi sejauh mana program pembangunan pertanian benar‑benar memberi manfaat bagi perempuan pedesaan.

“Melalui disertasi ini saya ingin menunjukkan bahwa intervensi pembangunan yang saya teliti belum memberikan perubahan yang substansial bagi perempuan petani, khususnya di Kabupaten Ermera, Timor-Leste,” ungkapnya.

Temuannya menunjukkan intervensi yang ada belum membawa perubahan substansial yaitu perempuan masih mengalami diskriminasi dalam akses program dan hampir terpinggirkan dari proses pengambilan keputusan terkait perencanaan, pelatihan, dan pemberdayaan. 

“Diskriminasi tersebut tidak hanya berasal dari lingkungan keluarga, tetapi juga dari desain proyek itu sendiri serta pendekatan yang masih bersifat top-down,” jelas Dr. Eugénia.

Dr. Eugénia menekankan pentingnya melibatkan masyarakat lokal khususnya perempuan dalam perancangan kebijakan agar intervensi lebih sesuai konteks sosial, budaya, dan kebutuhan lapangan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata.

Dr. Eugénia Raih Doktor Studi Pembangunan di UKSW: Soroti Kegagalan Intervensi Pertanian bagi Perempuan Timor‑Leste

Mengukir Jejak Perubahan

Sidang yudisium ini dipimpin dan dihadiri oleh Aldi Herindra Lasso, Ph.D., selaku Dekan FID UKSW, Profesor Daniel D. Kameo selaku promotor, Dr. J. Mardimin dan Titi Susilowati Prabawa, Ph.D., selaku ko-promotor, serta jajaran penguji Dr. Sri Suwartiningsih dan Profesor Gatot Sasongko. 

Promotor Profesor Daniel D. Kameo mengapresiasi keteguhan Dr. Eugénia dalam menyelesaikan studi doktoralnya. Ia berharap pencapaian tersebut dapat memberi kontribusi nyata bagi Timor-Leste, khususnya di bidang pembangunan perempuan.

“Saya mengucapkan selamat kepada Dr. Eugénia. Karena seperti yang saya pahami, Dr. Eugénia mungkin merupakan wanita keempat atau kelima yang meraih gelar doktor di Timor-Leste,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Dekan FID menyampaikan bahwa, sebagaimana telah ditegaskan para penguji, promotor, dan ko-promotor, perjalanan menjadi sarjana sejati adalah perjuangan untuk memperoleh perspektif yang benar. Ia kemudian mengisahkan sebuah gambar yang pernah dilihatnya beberapa tahun lalu, yang dari satu sisi terbaca “Nothing is impossible,” namun dari sisi lain tampak sebagai “Impossible is nothing.” 

“Kalau kita hanya melihat dari satu sisi, pesan itu bisa terasa membingungkan. Tetapi ketika kita melihat dari sisi yang lain, kita akan memahami pesan sesungguhnya: tidak ada yang mustahil,” ujarnya. 

Melalui pesan itu, ia menyampaikan doa dan harapan agar Dr. Eugénia kelak menjadi salah satu penulis sejarah pembangunan dan demokrasi di Timor-Leste dengan perspektif yang dimilikinya.

Melalui capaian ini, UKSW turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yaitu pendidikan berkualitas, SDGs ke-5 yaitu kesetaraan gender, SDGs ke-8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs ke-9 yaitu industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Capaian ini juga sejalan dengan Asta Cita poin ke-4 yaitu dalam penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan, serta poin ke-6 yaitu dalam membangun tata kelola ekonomi dan kelembagaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.  Salam Satu Hati UKSW! (Arl_TimKomblik/foto:Arl/PH)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp