Program Studi (Prodi) Ilmu Ekonomi (IE) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menggelar kompetisi nasional di bidang ekonomi “Economics Competition (EC) 2026” bagi siswa-siswi SMA, SMK, dan Madrasah di Indonesia, Sabtu (18/04/2026) secara online melalui platform zoom meeting. Ajang tahunan bertajuk “Indonesia 2026: Disaster Recovery vs Economic Growth? Economic Choices Under Limited Budget” ini diikuti 54 siswa dari 32 sekolah.
Dekan FEB UKSW, Dr. Yefta Andi Kus Noegroho, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA., menyampaikan kegiatan tahunan ini merupakan wadah yang sangat baik untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis dan inovatif para siswa dari berbagai daerah di Indonesia.
“Melalui berbagai tantangan yang dihadirkan, para peserta didorong untuk menggali ide-ide baru, mengasah kemampuan analisis, dan menemukan solusi yang relevan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi,” tuturnya.
Menurutnya, kompetisi ini tidak sekadar ajang untuk meraih kemenangan, melainkan menumbuhkan semangat kolaborasi di mana individu dapat belajar pentingnya kerja sama, komunikasi yang efektif dan menghargai setiap kontribusi
Di samping itu, ketua EC 2026, Virgiana Nugransih Siwi, S.E., M.Sc., menjelaskan bahwa salah satu yang membedakan EC 2026 dengan tahun sebelumnya adalah format kompetisi yang semakin komprehensif dan menantang.
“Keunikan utama terletak pada format debat yang lebih mendalam dan dinamis. Pada babak semifinal, peserta tidak hanya menyampaikan argumen, tetapi juga aktif dalam sesi tanggapan dan tanya jawab strategis,” terang dosen Prodi Ilmu Ekonomi tersebut.
Talkshow inspiratif
Selain kompetisi, rangkaian EC 2026 juga diisi dengan talkshow inspiratif untuk memberikan perspektif mendalam mengenai dua sisi kebijakan yakni pemulihan pasca bencana dan pertumbuhan ekonomi. Talkshow ini berlangsung secara hybrid melalui platform zoom meeting dan di ruang F114 dengan menghadirkan dua pakar di bidang ekonomi dan pembangunan sebagai narasumber. Kedua pembicara tersebut adalah Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi FEB UKSW, Profesor Daniel Daud Kameo, S.E., M.A., Ph.D., dan dosen Fakultas Interdisiplin UKSW, Dr. Wilson Markus Anderias Therik, S.E., M.Si.
Dalam sesi ini, Profesor Daniel Daud Kameo mengulas secara mendalam tentang aspek pertumbuhan ekonomi. “Adapun hal yang lebih penting adalah bagaimana mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang stabil, bahkan meningkat secara berkelanjutan di Indonesia. Ini menjadi dasar kenapa kita harus memahami kondisi ekonomi terkini, mengidentifikasi berbagai tantangan yang menghambat pertumbuhan ekonomi serta melihat peluang yang dapat mendorong optimisme ke depan,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa untuk mencapai visi Indonesia Emas, kinerja ekonomi harus mengalami pertumbuhan yang konsisten, karena tanpa pertumbuhan yang kuat, cita-cita tersebut sulit terwujud.

Sementara itu, Dr. Wilson Markus Anderias Therik mengupas tentang topik Disaster Recovery or Growth? Economic Choices Under Limited Budget dalam Perspektif Studi Pembangunan. Ia menekankan untuk menghadapi disaster recovery or growth dapat dilakukan dengan menerapkan konsep build back better yakni menghubungkan recovery dan pertumbuhan melalui pembangunan infrastruktur yang tahan bencana, investasi hijau, serta pemberdayaan ekonomi lokal.
“Pemulihan pada dasarnya sebagai pintu masuk untuk pertumbuhan. Selain itu, setiap upaya pembangunan yang dilakukan saat ini perlu dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang, sehingga selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Pemenang lomba
Setelah mengikuti rangkaian kompetisi EC 2026, keluar sebagai pemenang yaitu juara 1 diraih oleh Adrian Agustino Abigail Saragih dari SMA Taruna Nusantara Magelang, juara 2 diraih oleh Benhanan El-Barqie dari MAN Insan Cendekia Pekalongan, dan juara 3 Jaswin Ciawi dari SMAS Sutomo 2 Medan. Kemudian juara harapan 1 diraih Muhammad Izzuddin Ghazi S dari SMAN 4 Surakarta, juara harapan 2 Surya Luthfi Priambudi dari MAN Insan Cendekia Siak serta juara harapan 3 diraih oleh Muhammad Fakhri Azizi dari SMAS Pesantren Unggul AL Bayan Cibadak.
“Economics Competition menjadi pengalaman pertama saya dalam kompetisi ekonomi yang luar biasa. Saya semakin memahami bahwa ekonomi memiliki peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ujar Adrian Agustino Abigail Saragih saat ditanya tentang kesannya mengikuti kompetisi.
Benhanan El-Barqie juga mengungkapkan rasa senangnya bisa menjadi juara dalam kompetisi nasional ini. “Economics Competition ini adalah kompetisi paling aman dari semua lomba ekonomi yang pernah saya ikuti, bahkan tidak ada celah kecurangan. Saya bersyukur banget bisa sampai final dan bisa juara 2, achievement yang menurutku sudah bagus,” ungkapnya.
Kegiatan EC 2026 ini menegaskan komitmen UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yakni poin ke-4 yaitu pendidikan berkualitas.. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita ke-4 yaitu penguatan sumber daya manusia (pendidikan, sains, teknologi, kesehatan).
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Wiw_TimKomblik/foto:Wiw)