Gelar Expo Agribisnis Berdampak 2, Mahasiswa UKSW Pamerkan Produk Inovasi Lintas Fakultas

Pembelajaran mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) tidak hanya berhenti di dalam kelas. Lewat pameran Expo Agribisnis Berdampak 2 yang digelar di halaman Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, belum lama ini, mahasiswa memamerkan berbagai karya dan inovasi berbasis masalah lingkungan serta masyarakat.

Pameran ini menjadi ajang komersialisasi produk dan jasa yang dikembangkan mahasiswa selama satu semester. Menariknya, pembelajaran yang melandasi kegiatan ini melibatkan lima fakultas, yakni Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB), Fakultas Psikologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Teknologi Informasi (FTI). Kolaborasi lintas fakultas tersebut diwujudkan melalui sejumlah mata kuliah, di antaranya Kewirausahaan Sosial, Bisnis Komoditas, dan Pemberdayaan Masyarakat Pertanian.

Dosen koordinator kegiatan, Priskilah Febi Widya Ningrum, S.P., M.P., menyampaikan bahwa pameran ini dirancang sebagai wadah rutin untuk mengenalkan luaran belajar mahasiswa ke publik.

“Ide produk dan jasa mahasiswa berangkat dari hasil observasi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar. Dalam Kewirausahaan Sosial, mahasiswa mengidentifikasi potensi limbah dan persoalan dari lingkungan tempat kos, kampus, maupun petani di sekitar tempat tinggal. Sementara ide Pemberdayaan Masyarakat Pertanian diperoleh dari observasi permasalahan di Salatiga, sedangkan Bisnis Komoditas dan Produk Hortikultura mengembangkan ide bisnis berbasis tanaman hortikultura,” jelas Priskilah.

Model pembelajaran berbasis proyek ini sejalan dengan konsep Outcome-Based Education (OBE). Mahasiswa ditantang mengolah ide menjadi produk siap jual, bekerja dalam tim, memecahkan masalah, hingga memasarkannya secara langsung.

Gelar Expo Agribisnis Berdampak 2, Mahasiswa UKSW Pamerkan Produk Inovasi Lintas Fakultas

Kolaborasi Berbagai Disiplin Ilmu

Lebih lanjut disampaikan Priskilah Febi dosen FPB dalam pameran ini, tiap fakultas mengambil peran sesuai keahliannya. Mahasiswa FPB fokus pada pengembangan ide produk pertanian, mahasiswa FTI mendukung dari sisi aplikasi dan sistem, mahasiswa Fakultas Psikologi mengkaji kebutuhan masyarakat, mahasiswa Fakultas Psikologi mengurus perencanaan bisnis dan pemasaran, sedangkan mahasiswa FKIP berperan pada edukasi publik.

Expo Agribisnis Berdampak 2 terbagi dalam tiga kelompok utama, yakni 10 kelompok Kewirausahaan Sosial, enam kelompok Bisnis Komoditas dan Produk Hortikultura, serta lima kelompok Pemberdayaan Masyarakat Pertanian. Karya yang dihadirkan meliputi produk dan jasa berbasis permasalahan masyarakat, inovasi pangan dan hortikultura, hingga program edukasi dan pemberdayaan. Pada kelompok Pemberdayaan Masyarakat Pertanian, misalnya, mahasiswa menghadirkan edukasi penanganan hama tikus sawah, tata kelola bank sampah, pengolahan susu menjadi yoghurt, hingga Waste-to-Tree untuk mendukung mitigasi perubahan iklim di Salatiga.

Dari hasil model pembelajaran berbasis proyek, sejumlah karya inovatif yang dipamerkan antara lain platform berbasis situs web Harvestlink dan Durian King, pot ramah lingkungan Ecopot dan Ecogrow dari kertas bekas, produk olahan kimchi Kurmato dan Kolasa, serta inovasi pangan seperti es krim bayam merah, salad hidroponik, dan planting kit.

Selain mendapat pengalaman lapangan dalam mengelola usaha dan promosi media, mahasiswa diharapkan dapat terus melanjutkan proyek ini secara berkelanjutan.

“Proses belajar mereka tidak selesai saat pameran berakhir. Ke depan, karya-karya ini diharapkan terus disempurnakan dan dikembangkan menjadi usaha atau program pendampingan masyarakat bersama para mitra,” pungkas Priskilah.

Program ini mempertegas kiprah UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu ke-4 pendidikan berkualitas, ke-9 yaitu Industri, Inovasi dan Infrastruktur, dan ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Arl_TimKomblik/foto:Istimewa)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com