Mengawali tahun 2026 dengan semangat kebersamaan dan penguatan iman, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Gathering Awal Tahun 2026 dengan tajuk Gathering Satu Hati yang dirangkai dengan Ibadah Senin, pada Senin (19/01/2026), di Balairung Universitas. Sejak langkah pertama memasuki balairung, suasana hangat terasa ketika Rektor dan para Wakil Rektor menyambut para tamu serta civitas academica dengan ramah, menghadirkan nuansa kekeluargaan yang kental.
Ibadah diawali dengan refleksi oleh Kepala Campus Ministry Pendeta Ferry Nahusona, M.Si., yang mengajak seluruh civitas academica memaknai 19 Januari sebagai penanda penyertaan Tuhan yang luar biasa melalui Gathering Awal Tahun kali ini. “Di kampus ini, kita mau mengatakan bahwa Tuhan itu setia dan dahsyat,” ungkapnya dengan nada reflektif.
Suasana ibadah semakin hidup melalui drama yang diperankan oleh Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Aprina Nugrahesthy Sulistya Hapsari, S.E., M.Ak., dan anak-anak, yang menghadirkan keceriaan sederhana namun bermakna. Pesan firman disampaikan melalui pembacaan Alkitab dalam bentuk Lakon Penutur oleh Siswa SD Kristen Satya Wacana Nuansa Kasih Kristianto, mengangkat kisah Zakheus dari Lukas 19:1–10. Kisah pertobatan dan pemulihan itu mengalir indah, seakan mengajak seluruh hadirin bercermin dan memperbarui komitmen hidup.
Kehangatan semakin terasa ketika Rektor UKSW, Profesor Intiyas Utami mengajak seluruh civitas academica melantunkan medley lagu kenangan tempo dulu, seperti Sepanjang Jalan Kenangan, Karena Cinta, dan Kemesraan. Alunan lagu-lagu tersebut seolah merajut nostalgia sekaligus meneguhkan rasa memiliki terhadap UKSW sebagai rumah bersama.
Dalam sambutannya, Rektor Intiyas menyampaikan ucapan selamat memasuki tahun 2026 serta ajakan untuk menapaki karya-karya baru yang membanggakan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga kampus, baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas, atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan hingga menghasilkan berbagai prestasi membanggakan pada tahun 2025.
Lebih jauh, Rektor Intiyas mengajak seluruh warga kampus menatap visi besar UKSW menuju jajaran World Class University (WCU). Dengan penuh keyakinan, ia menantang civitas academica untuk memantapkan hati dan membulatkan tekad. “Jangan ragu dan jangan mengatakan diri kita kecil. UKSW adalah kampus besar milik Tuhan,” tegasnya.

Bersatu Membangun Bangsa
Rektor Intiyas mengingatkan agar perjalanan panjang UKSW tidak diabaikan, seraya menekankan bahwa syarat utama untuk terus bertumbuh adalah takut akan Tuhan dan setia pada firman-Nya. UKSW, menurutnya, harus tegak berdiri dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, menjadi magistrorum et scholarium sekaligus radar yang peka terhadap kebutuhan bangsa.
“Indonesia ini membutuhkan perguruan tinggi yang membangun bangsa,” ujarnya, sembari mengajak seluruh elemen, termasuk mahasiswa sebagai pilar kampus untuk bersatu membawa bahtera UKSW melaju ke tahun-tahun mendatang. Panggilan profetik UKSW, katanya, adalah melayani, mengabdi, dan berbakti, bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk kemuliaan Tuhan.
Pesan peneguhan juga disampaikan oleh Rektor UKSW Periode 1983-1993 Profesor Dr (HC). Willi Toisuta, Ph.D., yang menekankan pentingnya kesetiaan pada firman Tuhan. Ia mengingatkan bahwa selama UKSW berjalan setia pada firman, berkat Tuhan akan senantiasa menyertai. Sebaliknya, ketika melenceng dari panggilan tersebut, UKSW berisiko kehilangan arah.
Dalam kesempatan ini, President Club Satya Wacana Salatiga (SWS) Basketball yang juga merupakan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian (WR KK) UKSW Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy menyampaikan bahwa tim Satya Wacana Salatiga (SWS) tengah berlaga di Indonesia Basketball League (IBL) Season 2026. Ia menjelaskan bahwa proses talent scouting terus dilakukan sejak jenjang SMA dan memohon dukungan seluruh warga kampus, termasuk dengan kehadiran tiga pemain asing yang memperkuat tim.
Sementara itu, Tity Hermani, putri bungsu almarhum Dr. (H.C.) Oeripan Notohamidjojo, menyampaikan rasa bahagianya menyaksikan suasana UKSW yang terus bertumbuh dan berubah. Ia berharap pimpinan dan seluruh staf UKSW semakin jaya dan bersinar, seraya mengingatkan agar sinar tersebut senantiasa berakar di dalam Tuhan.
Kegiatan Gathering Awal Tahun 2026 yang dirangkai dengan Ibadah Senin ini menegaskan komitmen UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs ke-4 Pendidikan Berkualitas, serta SDGs ke-16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Sejalan dengan Asta Cita Presiden poin ke-3, kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi UKSW dalam membangun manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 37 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Ish_TimKomblik/foto:Ron)