Gebyar Kemerdekaan UKSW 2026 Satukan Civitas Academica dalam Semangat Sportivitas

Tawa, sorak-sorai, dan tepuk tangan mewarnai Lapangan Bola John Osok, Kamis (13/8/2026) pagi. Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa berbaur dalam satu arena, saling menyemangati sekaligus menyusun strategi untuk memenangkan permainan. Sejenak, rutinitas kampus berganti dengan suasana penuh keceriaan dan kebersamaan melalui Gebyar Kemerdekaan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) 2026 yang mengusung tema “Bersatu dalam Sportivitas, Berkarya untuk Indonesia.” Sekitar 400 peserta mengikuti kegiatan yang diawali dengan senam pagi dan dilanjutkan berbagai perlombaan.

Ketua Panitia Gebyar Kemerdekaan UKSW 2026, Dionisius Heckie Puspoko Jati, S,Pd., M.Pd., menyampaikan gebyar kemerdekaan di UKSW tahun ini dimeriahkan dengan lomba fun games kelompok individu dan kelompok, serta tarik tambang untuk kategori putra dan putri.

Ragam fun games turut menghadirkan suasana meriah sekaligus menguji kekompakan peserta, mulai dari makan kerupuk, duck face dush, balap sarung, balap bakiak, estafet gelas dengan balon, hingga chicken water race. Permainan kelompok tersebut menuntut koordinasi dan kerja sama antar peserta.

Peserta berasal dari berbagai unsur civitas academica UKSW, dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan. Menurut Dionisius, keberagaman peserta menjadi bagian penting dari kegiatan ini.

“Harapan kami sebagai panitia dan penyelenggara, kegiatan ini dapat mempererat persaudaraan tanpa membedakan antara dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan.”

Gebyar Kemerdekaan UKSW 2026 Satukan Civitas Academica dalam Semangat Sportivitas

Semangat tersebut terasa dalam lomba fun games kelompok. Chrismendo Hery Fatbinan dari Fakultas Teologi yang berhasil meraih juara pertama mengaku tidak menyangka timnya dapat memenangkan pertandingan setelah sempat terjatuh. 

Veni Nugroho perwakilan dari Direktorat Inovasi dan Kewirausahaan (DIK) menilai Gebyar Kemerdekaan UKSW 2026 berlangsung menyenangkan dan penuh semangat. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menumbuhkan motivasi untuk semakin kompak dan bekerja sama, sekaligus menjadi kesempatan untuk refreshing sebelum kembali menjalankan aktivitas.

“Kegiatan seperti ini dapat menularkan semangat serta memotivasi kita untuk semakin kompak dan bekerja sama. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk refreshing dan bersenang-senang, sehingga setelahnya kita dapat kembali bekerja dengan semangat yang baru,” ungkapnya.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Pengajaran, Akademik, dan Kemahasiswaan (WR PAK) Profesor Ferdy S. Rondonuwu yang menekankan bahwa Gebyar Kemerdekaan menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus mempererat persatuan antar warga kampus.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air. Salah satunya dengan bersyukur karena kita dapat menikmati kemerdekaan, sekaligus menjalin persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya antar warga kampus UKSW.”

Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan relasi yang harmonis di lingkungan UKSW. Profesor Ferdy Rondonuwu juga mengajak warga UKSW mengisi kemerdekaan melalui talenta yang dimiliki. 

“Kita dapat mengisi kemerdekaan dengan talenta masing-masing dan memberikan dampak melalui talenta yang dimiliki,” imbuh Profesor Ferdy Rondonuwu.

Gebyar Kemerdekaan UKSW 2026 Satukan Civitas Academica dalam Semangat Sportivitas

Melalui Gebyar Kemerdekaan UKSW 2026, semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui perlombaan, tetapi juga diwujudkan dalam kebersamaan, sportivitas, dan semangat untuk terus berkarya serta memberikan dampak melalui talenta masing-masing.

Program ini mempertegas kiprah UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu ke-4 pendidikan berkualitas, ke – 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Arl_TimKomblik/foto:Arl)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com