Ruang hijau yang sehat tidak lahir hanya dari penyiraman dan pembersihan rutin. Dibutuhkan pengetahuan, ketelitian, dan kemampuan mendeteksi berbagai gejala kerusakan tanaman sejak dini. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Direktorat Keamanan, Ketertiban, dan Data Siber (D2KDS) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Green Care Workshop: Dasar-Dasar Pemeliharaan Taman dan Kesehatan Tanaman di Ruang F106, Rabu (17/06/2026).
Pelatihan yang menghadirkan narasumber dari Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) UKSW, Ruth Meike Jayanti, S.P., M.Sc., dan Ignasia Germania M. Rada S.Ardl., M.Si., ini diikuti oleh tim pemeliharaan taman serta mitra pendukung lingkungan kampus. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat pemahaman sekaligus keterampilan teknis dalam merawat taman dan menjaga kesehatan tanaman di lingkungan UKSW.
Direktur D2KDS UKSW, Dr. Teguh Wahyono, S.Kom., M.Cs., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan program yang telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu dan akhirnya dapat terlaksana sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan kampus.
“Selama ini teman-teman mungkin lebih banyak berfokus pada kebersihan taman. Padahal tanggung jawab kita tidak hanya membersihkan, tetapi juga menjaga dan merawat tanaman yang ada di sekitar kita. Melalui pelatihan ini, teman-teman tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, tetapi juga pemahaman teori tentang bagaimana tanaman dapat dirawat dengan baik dan benar,” ujarnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi para petugas dalam menjalankan tugas sehari-hari sekaligus meningkatkan kualitas ruang hijau kampus yang menjadi bagian penting dari kenyamanan lingkungan belajar dan bekerja di UKSW.

Merawat dengan Ilmu
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Keindahan dan Sanitasi D2KDS, Youce Ignatius, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan memperindah taman, tetapi juga meningkatkan kapasitas petugas dalam mengenali berbagai permasalahan tanaman dan pohon sejak tahap awal.
“Dengan pengetahuan yang lebih baik, teman-teman dapat mendeteksi lebih dini apabila terdapat gangguan pada tanaman atau pohon sehingga risiko yang lebih besar, seperti pohon tumbang, dapat diminimalkan. Selain itu, keterampilan teknis yang dimiliki juga akan semakin mendukung kualitas pekerjaan di lapangan,” jelasnya.
Dalam sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar perawatan tanaman hias, mulai dari pengenalan jenis tanaman, kebutuhan cahaya dan air, teknik penyiraman, pemupukan, pemangkasan, hingga pengendalian hama dan penyakit. Sementara pada sesi kedua, peserta mempelajari kesehatan pohon dan kawasan hijau, termasuk identifikasi gejala kerusakan, penanganan pohon yang berisiko, perawatan area perakaran, serta pemangkasan preventif untuk menjaga keamanan dan kesehatan pohon.
Green Care Workshop mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, SDGs ke-11 kota dan permukiman berkelanjutan, SDGs ke-13 penanganan perubahan iklim, serta SDGs ke-15 ekosistem daratan. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak dan mendukung Asta Cita ke-4 dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta Asta Cita ke-8 yang menekankan pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Ish_TimKomblik/foto:Ish)