Dorong Peningkatan Mutu PTS, UKSW dan APTISI Papua Jajaki Kerja Sama Strategis   

Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menghadiri pertemuan dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Papua dalam upaya kerja sama strategis meningkatkan kualitas perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah Papua. Penjajakan kerja sama tersebut diarahkan pada penguatan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta percepatan peningkatan akreditasi institusi.

Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami menyampaikan bahwa UKSW menyambut baik rencana kolaborasi tersebut sebagai bagian dari komitmen UKSW untuk terus memberikan dampak nyata melalui kerja sama lintas institusi.

Menurutnya, kolaborasi antar perguruan tinggi menjadi salah satu kunci penting dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi nasional, khususnya menjawab tantangan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Papua. Kerja sama ini direncanakan tidak hanya mencakup penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga pengembangan SDM, khususnya studi lanjut dosen pada jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) di UKSW.

Selain itu, UKSW juga membuka peluang kerja sama akademik melalui pertukaran mata kuliah hingga pengembangan program double degree antara PTS di Papua dengan UKSW. Model pembelajaran kolaboratif lintas kampus tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas lulusan serta meningkatkan daya saing perguruan tinggi di Papua.

UKSW yang telah meraih Akreditasi Unggul dan memperoleh pengakuan global dengan masuk 100 besar dunia kategori Quality Education (SDG 4) dalam THE Impact Ranking 2024, juga mendorong peluang kolaborasi riset internasional bersama PTS di Papua.

“Melalui publikasi bersama dan penelitian kolaboratif, kita bisa mendorong perguruan tinggi di Papua untuk masuk ke level global,” kata Profesor Intiyas.

Kerja sama UKSW APTISI Papua
Kerja sama UKSW APTISI Papua

Sementara itu, Ketua APTISI Papua Profesor Dr. Husni Ingratubun menyampaikan bahwa rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara APTISI Papua dan UKSW akan dilakukan bertepatan dengan kunjungan Rektor UKSW ke Papua. Kesepakatan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti dalam bentuk perjanjian kerja sama (PKS) bersama seluruh PTS di Papua.

“Kerja sama ini menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan peningkatan kualitas pimpinan dan institusi PTS di Papua pada tahun 2026,” ujar Profesor Husni saat pertemuan bersama Rektor UKSW di ruang Sekretaris Daerah Papua, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 28 PTS di Papua dengan capaian akreditasi rata-rata berada pada kategori “baik sekali”, namun belum ada yang mencapai peringkat “unggul”. Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi berstatus unggul dinilai strategis untuk mempercepat peningkatan mutu.

Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, S.T., M.Si., menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjawab persoalan pembangunan. Ia menyebut Papua menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari penurunan kapasitas fiskal daerah, persoalan pendidikan, hingga kekurangan tenaga guru yang mencapai sekitar 15 ribu orang.

Menurutnya, kolaborasi perguruan tinggi dapat menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan solusi berbasis kajian ilmiah, termasuk untuk menjawab persoalan sosial seperti stunting, pendidikan, dan pembangunan wilayah.

Penjajakan kerja sama ini menjadi wujud komitmen UKSW untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, serta ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Selain itu juga mewujudkan nilai-nilai Asta Cita ke-4 yaitu memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 38 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Disadur dari beritapapuaterkini.com). (Upk_TimKomblik/foto:istimewa)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp