Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali melaksanakan kegiatan tahunan English and Music Competition Days (EMCD) 2026 pada Kamis (09/04/2026). Acara yang berlangsung secara hybrid di Balairung Universitas (BU) UKSW dan beberapa lokasi lainnya ini menjadi wadah bagi siswa-siswi tingkat SMA dari berbagai daerah di Indonesia untuk menunjukkan bakatnya di bidang bahasa Inggris dan musik.
Ajang yang mengusung tema “Owltimate Journey: Travel Beyond Time and Dimension” diikuti sebanyak 12 peserta kategori kelompok dan 88 kategori individu. Mereka berasal dari berbagai sekolah di Indonesia di antaranya SMA Kristen 1 Salatiga, SMA Karangturi Semarang, SMA Budi Utama Yogyakarta, SMA Kristen St. Louis 1 Surabaya, SMA Negeri 1 Banjarmasin, SMA Negeri 2 Cilacap, hingga SMA Laboratorium UNPATTI Ambon.
Saat dijumpai pada Jumat (10/04/2026), Ketua panitia EMCD 2026, Clarity Tery Victoria mengungkapkan bahwa EMCD tahun ini terdapat lima cabang lomba yang terbagi menjadi dua kategori yakni english competition dan musik. Lomba english competition meliputi speech, newscasting, dan storytelling. Sedangkan lomba musik, ada solo vocal dan band.
Ia menjelaskan EMCD 2026 menyisipkan topik mengenai budaya lokal dalam tema spesifik dari english competitions sehingga peserta akan melakukan research mengenai budaya lokal mereka. Peserta yang terlibat menggabungkan ide mereka ke dalam presentasi tentang budaya lokal sehingga budaya tetap dilestarikan.
Dalam pelaksanaan kompetisi, Clarity menerangkan bahwa peserta harus melalui tahap registrasi, kemudian mengunggah video sesuai dengan ketentuan masing-masing cabang lomba dan dinilai oleh para juri. Peserta yang lolos ke final round akan mengikuti technical meeting bersama panitia terkait pelaksanaan, kemudian diundang untuk tampil langsung pada babak final di Kampus UKSW.
“Kegiatan EMCD berperan penting dalam pengembangan bakat siswa di bidang bahasa dan seni. Ajang tahunan FBS ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi para siswa untuk dapat menunjukkan bakat dan minat mereka. Dengan adanya feedback yang diberikan oleh juri membantu mereka untuk dapat terus berkembang dan melatih kemampuannya,” ungkapnya.
Clarity berharap melalui kompetisi EMCD 2026, semakin banyak siswa didorong untuk menunjukkan kemampuan berbahasa khususnya bahasa Inggris, sehingga menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan atas talenta yang dimiliki. “Kegiatan ini tidak semata-mata menilai siapa yang paling unggul, melainkan mengapresiasikan keberanian dalam mengekspresikan potensi yang dimiliki,” bebernya.

Wadah pengembangan diri
Dekan FBS Drs. Agastya Rama Listya, M.S.M., Ph.D., menyampaikan FBS secara konsisten mewadahi dan memfasilitasi siswa untuk mengasah potensinya di bidang bahasa Inggris dan Seni. “Selain sebagai wadah pengembangan diri, acara ini juga sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan FBS kepada para siswa,” imbuhnya.
Partisipasi siswa dalam kompetisi berlangsung penuh semangat, seperti yang ditunjukkan oleh salah satu peserta, Cadence Christicharis Yesaya, peraih juara 1 kategori newscasting dari SMA Budi Utama Yogyakarta mengaku senang bisa ikut dan berhasil meraih juara dalam ajang ini. “EMCD ini berhasil mewadahi bakat siswa-siswi dalam mengasah kemampuan berbahasa Inggris maupun di bidang musik. Dalam kegiatan ini kami bisa melihat kekurangan dan tahu harus belajar. EMCD sangat berkesan, terima kasih untuk seluruh panitia yang sudah membantu,” katanya.
Kegiatan ini menegaskan komitmen UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yakni poin ke-4 yaitu pendidikan berkualitas dan poin ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita ke-4 yaitu penguatan sumber daya manusia (pendidikan, sains, teknologi, kesehatan).
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Wiw_TimKomblik/foto:istimewa)
