Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) berkolaborasi dengan Siloam International Hospital dan Universitas Pelita Harapan, memberikan pengalaman ilmiah yang menarik dan berkesan bagi mahasiswa melalui kuliah tamu “The Amazing Human Brain: An Exclusive Screening That Brings Science Courage, and Human Stories of The Big Screen”, Jumat (13/01/2026) di Balairung Universitas.
Acara yang diikuti oleh 450 mahasiswa UKSW ini menciptakan ruang refleksi akademik yang mempertemukan sains, praktik klinis, dan nilai-nilai kemanusian dalam dunia kedokteran. Kegiatan ini diselenggarakan bersama Konsorsium Bhinneka yakni Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Fakultas Biologi, Fakultas Teknologi Informasi (FTI), Fakultas Elektronika dan Komputer (FTEK), Fakultas Interdisiplin, dan Fakultas Psikologi.
Kuliah tamu yang dikemas secara interaktif ini menghadirkan seorang ahli bedah saraf terkemuka sebagai pembicara tunggal yakni Profesor Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.BS (K). Ph.D., yang mengupas tentang cara kerja dan menekankan pentingnya peranan otak bagi kehidupan manusia.
“Saya merasa bahagia bisa kembali ke UKSW. Kita menyadari bahwa ilmu pengetahuan terus berubah dan berkembang secara signifikan, oleh karena ini penting untuk melahirkan individu yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Hal ini selaras dengan tagline UKSW Fostering Creative Minority, kita membina kelompok kreatif yang memiliki dampak besar bagi dunia,” tuturnya.
Berdampak bagi sesama manusia
Pemutaran video medical documentary yang diproduksi oleh Siloam International Hospital Lippo Village tentang dedikasi Profesor Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.BS (K). Ph.D., dalam dunia kesehatan mengawali penjelasannya dalam kuliah tamu kali ini. Tayangan tersebut menampilan perjalanan panjang, komitmen, serta kontribusinya bagi sesama manusia, baik bagi masyarakat yang berada daerah terpencil di Indonesia hingga memberikan brain education di tingkat internasional.
Melalui tayangan medical documentary ini, peserta diajak untuk menyaksikan secara langsung tindakan bedah saraf, termasuk pemanfaatan teknologi dalam penanganan permasalahan pada otak manusia yang dilakukan oleh Profesor Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.BS (K). Ph.D.
“Saya berharap video yang diputarkan tersebut dapat memberikan inspirasi bagi para peserta dan menjaga kesehatan otak. Otak manusia adalah anugerah luar biasa yang memungkinkan kita untuk memahami keindahan dunia dan alam semesta. Otaklah yang mengatur seluruh kehidupan manusia baik secara fisik, psikis, maupun emosional,” tutur Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) tersebut.
Chairman of Neuroscience Center Siloam Hospital ini juga berpesan kepada seluruh peserta untuk rutin melakukan medical check up, menjaga pola makan sehat dan seimbang, serta aktif berolahraga guna menjaga kebugaran tubuh dan menghindari risiko penyakit, khususnya penyakit degeneratif dan gangguan neurologis yang dapat mempengaruhi kualitas hidup di masa mendatang.
Belajar dan berdiskusi
Dekan Fakultas Kedokteran UKSW dr. Leonardo Trisnarizki, Sp.DV., menyampaikan bahwa momentum ini bergunakan untuk belajar dan berdiskusi tentang perkembangan dunia kedokteran. “Teknologi di bidang kedokteran berkembang sangat pesat, bukan hanya dari sisi alat tetapi juga dalam metode dan bidang pengobatan. Jika tidak terus menerus belajar, maka kita akan tertinggal jauh dari perkembangan ilmu terbaru,” katanya.
Wakil Rektor Bidang Pengajaran, Akademik, dan Kemahasiswaan (PAK) Profesor Ferdy S. Rondonuwu, juga mengapresiasi kuliah tamu ini. “Kami sangat senang dapat mempelajari pengetahuan dan informasi yang begitu berharga. Ilmu seperti ini tentu tidak diperoleh dengan mudah, sehingga menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi civitas academica,” ungkap Profesor Ferdy S. Rondonuwu dalam sapaan hangatnya.
Ketua panitia dr. Jodelin Muninggar, M. Sc., menyebutkan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan terbaru mengenai perkembangan teknologi bedah saraf di Indonesia. “Kami berharap kuliah tamu ini mampu membentuk pola pikir baru terkait pentingnya menjaga kesehatan otak sekaligus memperluas pemahaman mengenai inovasi teknologi medis terkini,” bebernya.
Saat dijumpai sesuai acara, Gita Natin Ngura Habba Lagu salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran mengungkapkan bahwa kuliah ini memberikan wawasan baru dan memberikan kesan mendalam baginya. “Kuliah ini seru karena menggabungkan keajaiban otak manusia seperti 100 miliar neuron dan neuroplastisitasnya dengan bahaya nyata lesi batang otak yang bisa fatal dalam hitungan menit. Visual MRI dan proses pembedahan membuat materi kompleks jadi mudah dipahami, cocok untuk mahasiswa kedokteran seperti saya,” ungkapnya.
Tak hanya Gita Nati, Sheryl Alessa Ton mahasiswa Fakultas Psikologi juga mengaku senang bisa mendapatkan materi tentang cara kerja otak. “Saya lebih aware bahwa menjaga kesehatan khususnya otak sangatlah penting. Melalui mata kuliah tamu ini, saya belajar banyak hal bahwa otak manusia sangat kompleks namun teratur,” bebernya.
Kuliah tamu ini menegaskan kiprah UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yakni ke-3 kehidupan sehat dan sejahtera, ke-4 pendidikan berkualitas dan ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan. Selain itu, kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 37 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Wiw-Tim Komblik/Foto: Komblik).