Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming hadir di kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Senin (26/01/2026). Kunjungan orang nomor dua di Indonesia ini disambut hangat oleh civitas academica UKSW dalam sebuah talkshow bertajuk “Arah Baru Pembangunan Nasional”.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran Rakabuming berdiskusi langsung bersama mahasiswa, dosen, dan pimpinan universitas mengenai arah baru pembangunan nasional serta peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung kemajuan bangsa.
Tak hanya menjadi narasumber talkshow, Wapres Gibran Rakabuming juga berkesempatan menanam pohon di kampus hijau UKSW. Bersama Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami, Wapres Gibran Rakabuming menanam pohon Lohansung Silver (Podocarpus Macrophyllus) di depan Lapangan Basket UKSW.
Pohon Lohansung Silver dikenal sebagai tanaman yang kuat, hijau sepanjang tahun, serta melambangkan keteguhan dan keberlanjutan. Penanaman ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan nasional yang selaras dengan kelestarian alam.
Penanaman dua pohon Lohansung Silver dilakukan oleh Wapres Gibran Rakabuming dan Rektor UKSW, didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen serta Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin. Kegiatan dilanjutkan dengan penyiraman sebagai wujud kepedulian terhadap pertumbuhan pohon yang baru ditanam.
“Sebagai kampus yang dikenal dengan konsep hijau dan berkelanjutan, UKSW terus mengembangkan ruang terbuka hijau serta berbagai program pelestarian lingkungan sebagai bagian dari identitas kampus,” kata Rektor Intiyas.
Sama seperti pohon lainnya yang ada di UKSW, setelah penanaman ini, pohon juga akan dilengkapi dengan papan nama digital sehingga civitas academica dan pengunjung kampus akan mendapatkan informasi lengkap saat memindai barcode yang tertera. Kunjungan Wapres Gibran Rakabuming diakhiri dengan makan siang bersama di kantin UKSW bersama mahasiswa.
Penanaman pohon yang dilakukan Wapres Gibran Rakabuming dan Rektor UKSW merupakan kontribusi nyata UKSW dalam mencapai SDGs ke-15 yaitu ekosistem daratan serta menjadi wujud nyata dukungan UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 2 yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 37 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Upk_Tim Komblik/Foto: DivpromKomblik).