Wujud Nyata Kampus Berdampak, UKSW Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Kampung Pancuran

Komitmen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) sebagai kampus yang berdampak positif bagi masyarakat kembali direalisasikan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam rangkaian Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) 2026. Berlokasi di lingkungan RT 08/RW 04 Kampung Pancuran, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, UKSW menghadirkan berbagai program sosial yang relevan dengan kebutuhan warga, di mana layanan cek kesehatan gratis menjadi salah satu agendanya.

Secara keseluruhan, kegiatan sosial ini menerjunkan 48 mahasiswa baru perwakilan dari berbagai fakultas yang disebar sesuai dengan ketiga fokus kegiatan tersebut. Perwakilan mahasiswa baru tersebut terjun langsung berkolaborasi dengan kader Integrasi Layanan Primer (ILP), tenaga kesehatan, Puskesmas, dan Posyandu setempat.  Layanan kesehatan ini sukses memfasilitasi sekitar 50 warga dari ragam rentang usia, mulai dari balita hingga lanjut usia (lansia) yang digelar pada Sabtu (29/08/2026) di Balai RW setempat.

Mendekatkan Layanan Kesehatan melalui Kolaborasi

Pelayanan dirancang secara sistematis melalui lima pos pemeriksaan guna memastikan warga dapat mengikuti tahapan dengan nyaman. Prosesnya mencakup registrasi, pengukuran antropometri yang meliputi tinggi dan berat badan serta lingkar lengan dan kepala, hingga pengecekan tekanan darah, gula darah, dan asam urat. Sebagai penutup, warga juga menerima edukasi kesehatan sekaligus pemberian obat-obatan sesuai indikasi medis dari tenaga kesehatan yang bertugas.

Dalam pelaksanaannya, kelompok mahasiswa baru yang bertugas di pos kesehatan membantu proses pencatatan dan pengukuran fisik warga. Didampingi oleh dosen serta mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), khususnya dari Program Studi Keperawatan (Ners) yang aktif memberikan arahan taktis sebelum pelayanan dimulai serta memastikan bahwa PkM ini dapat menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin ilmu guna menopang kesejahteraan masyarakat.

Wujud Nyata Kampus Berdampak, UKSW Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Kampung Pancuran

Ruang Belajar Nyata bagi Mahasiswa

Bagi para mahasiswa baru, agenda PkM OMB 2026 ini membuka ruang pembelajaran berharga di luar sekat kelas perkuliahan. Ahisha Leonora Yuswanto, mahasiswa baru Program Studi Manajemen dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, merasakan langsung manfaat dari pengalaman pertamanya berinteraksi dengan masyarakat.

“Saya belum pernah mengikuti pengabdian masyarakat sebelumnya. Sebagai mahasiswa baru, kegiatan ini memberikan wawasan yang berharga. Meskipun latar belakang saya dari jurusan (program studi) Manajemen, saya justru mendapat pengetahuan baru di ranah kesehatan,” ujar Ahisha, yang bertugas merekap hasil pengukuran fisik warga.

Ia merasa turun langsung ke masyarakat sebagai sarana mengasah kepedulian. “Harapannya, program seperti ini berlangsung kontinu sehingga lebih banyak mahasiswa yang bisa ikut memberikan dampak positif, tidak terbatas pada perwakilan saja,” imbuhnya.

Manfaat serupa dirasakan oleh warga setempat. Rusminah (62), seorang lansia dari desa Kelaseman yang turut memanfaatkan layanan ini, mengapresiasi kepedulian generasi muda. “Saya sangat bersyukur ada mahasiswa yang turun tangan membantu kelancaran pemeriksaan kesehatan. Ini bukti nyata kepedulian terhadap lingkungan. Semoga UKSW terus menghadirkan hal-hal terbaik yang manfaatnya makin meluas,” tuturnya.

Respons Positif dan Sinergi Berkelanjutan

Koordinator PkM OMB 2026, Ruth Meike Jayanti, S.P., M.Sc., memaparkan bahwa seluruh kegiatan pengabdian dirancang berbasis pada pemetaan masalah riil di lingkungan Kampung Pancuran.

“Jadi, kami sudah mengidentifikasi permasalahan yang ada di sini. Kemudian, kami mencari peluang yang memang dibutuhkan oleh masyarakat di RT 08/RW 04 Pancuran ini dan didapatkan tiga kegiatan utama: pelatihan urban farming dan pembuatan pupuk kompos, cek kesehatan gratis, serta sosialisasi kampanye anti-bullying dan cinta kampung. Pesertanya memang terbatas, hanya 48 mahasiswa baru dari seluruh fakultas yang kemudian disebar sesuai dengan masing-masing kegiatan tersebut,” jelas Ruth.

Wujud Nyata Kampus Berdampak, UKSW Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Kampung Pancuran

Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami menegaskan UKSW berkomitmen menjadi kampus berdampak, yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) UKSW mengajak mahasiswa untuk mengenal lingkungan melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

“Semoga dengan tiga kegiatan yang dilaksanakan, mahasiswa baru bisa mengikuti dengan asyik dan menyenangkan, dan masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya. Semua ini kami lakukan sebagai wujud bakti UKSW untuk Indonesia,” kata Rektor Intiyas.

Sementara itu, Lurah Kutowinangun Lor M. Arif Nurnanto, S.Sos yang turut hadir menyatakan terima kasihnya atas kehadiran UKSW. Disampaikannya, kerja sama dengan UKSW sudah berlangsung lama, sudah ada program Pojok Data untuk kelurahan cerdas dan juga penanganan stunting yang sudah menunjukkan hasil penurunan angka stunting di sini. Menurutnya, sudah ada 14 anak yang lolos stunting berkat program penanganan stunting yang dilakukan bersama UKSW yaitu melalui program Gerakan Orang Tua Anti Stunting atau Genting dan Smart Farming Anti Stunting. Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan hari ini disambut gembira dan pastinya memberikan manfaat untuk masyarakat di sini.

Fasilitasi deteksi dini dan layanan kesehatan gratis ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui peningkatan akses pelayanan medis yang terjangkau bagi publik di segala usia. Upaya nyata perguruan tinggi ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya misi keempat tentang pengembangan sumber daya manusia melalui

peningkatan kualitas kesehatan, sementara pendekatan langsung ke masyarakat turut mendukung misi keenam tentang pembangunan dari desa untuk pemerataan layanan medis.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak tahun 1956 dan memiliki 15 fakultas dengan 65 program studi mulai jenjang Diploma hingga Doktor, serta 36 program studi terakreditasi Unggul dan A. Berlokasi di Salatiga, UKSW dikenal sebagai Kampus Indonesia Mini karena keberagaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui semangat Creative Minority, UKSW terus mendorong lahirnya lulusan yang mampu menjadi agen perubahan dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. (Ant_TimKomblik/foto:DivpromKomblik)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com