Mahasiswa Teknik Informatika FTI UKSW Gandeng TEBAK, Latih Disabilitas Kuasai Canva dan AI untuk Promosi Usaha

Teknologi seharusnya menjadi ruang yang inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk para penyandang disabilitas. Melalui kolaborasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Teknik Informatika (TI) Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)  bersama komunitas TEBAK, program Inclusive Digital Empowerment sukses digelar dengan tema “Empowering Disability Communities through Technology.”

Program ini menghadirkan pelatihan teknologi digital bagi komunitas disabilitas, khususnya dalam pembuatan media promosi usaha berbasis desain kreatif. Kegiatan dilaksanakan di Kedai Berkat, ruang pemberdayaan di bawah Yayasan Balai Karya Berkat, yang melibatkan teman-teman disabilitas sebagai pelayan dan pekerja aktif.

Sebanyak 35 peserta disabilitas tunadaksa mengikuti workshop, didampingi 35 volunteer dan 9 panitia mahasiswa Teknik Informatika UKSW. Peserta memperoleh pelatihan dasar editing menggunakan Canva serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) generating image untuk mendukung desain promosi usaha.

Materi disampaikan oleh Yachinta Graciella Melia Wijaya, alumni UKSW yang saat ini berkarier sebagai Social Marketing Specialist di AX Rail AI Malaysia. Dengan pengalaman profesional di bidang digital marketing, ia membagikan wawasan mengenai strategi desain promosi yang menarik dan mudah diterapkan.

Mahasiswa Teknik Informatika UKSW latih disabilitas Canva dan AI

Pelatihan tidak berhenti pada teori saja, peserta juga menjalani sesi praktik langsung, dengan pendampingan personal dari volunteer mahasiswa Teknik Informatika UKSW. Output workshop berupa poster promosi usaha yang dirancang sendiri oleh peserta yang dapat digunakan sebagai bekal untuk mengembangkan aktivitas usaha mereka.

Salah satu peserta, Makmun, mengaku senang dan bangga mengikuti kegiatan ini. “Kami sangat bersyukur bisa ikut. Terima kasih atas pendampingan dan perhatian yang diberikan. Yang paling berkesan, kami didampingi langsung oleh volunteer yang luar biasa. UKSW luar biasa,” ungkapnya.

Koordinator satuan tugas kegiatan, Bernardino Jeremy Trystan Liem, menyampaikan bahwa program ini diharapkan menjadi pengalaman bermakna sekaligus bentuk kepedulian sosial mahasiswa terhadap isu inklusivitas digital.

“Melalui Inclusive Digital Empowerment, kami berharap mahasiswa dan teman-teman disabilitas mendapatkan pengalaman baru dalam memanfaatkan teknologi secara bermanfaat dan inklusif. Kami juga ingin mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pemberdayaan komunitas disabilitas serta pentingnya teknologi yang bisa diakses semua kalangan,” ujarnya.

Program ini sekaligus memperkuat komitmen UKSW dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pengembangan keterampilan digital yang adaptif, sejalan dengan Asta Cita ke-4. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Programs (SDGs) nomor 4 yaitu pendidikan berkualitas dan nomor 10 yaitu berkurangnya kesenjangan, dengan menyediakan ruang belajar yang setara serta memperluas akses teknologi bagi komunitas disabilitas. (Chan_TimKomblik/foto:istimewa)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp