MSIG Life Goes to Campus, Dorong Gen Z UKSW Berani Memulai dan Bertumbuh di Dunia Bisnis

Sebanyak 396 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dari Fakultas Psikologi, Fakultas Teknologi Informasi (FTI), dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) mengikuti Mitsui Sumitomo Insurance Group (MSIG) Life Goes to Campus bertema “Gen-Z & The Future of Business, Berani Memulai Berani Bertumbuh”, Selasa (29/09/2026) di Balairung UKSW. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan mahasiswa dengan praktisi industri untuk mengenal dunia asuransi sekaligus memperoleh perspektif mengenai peluang dan tantangan bisnis bagi generasi muda.

Kegiatan dibuka secara simbolis melalui pemukulan gong oleh Dekan FEB UKSW, Dr. Yefta Andi Kus Noegroho, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA., Dalam sambutannya, Dr. Yefta menekankan pentingnya perjumpaan antara dunia pendidikan tinggi dan industri. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung keterkaitan antara pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan kebutuhan dan dinamika dunia kerja.

“Kegiatan ini bisa mendekatkan kampus dengan industri. Jadi, untuk semua mahasiswa, ini kesempatan yang baik untuk kita belajar bagaimana dunia asuransi,” ujarnya.

Dr. Yefta juga melihat perjumpaan tersebut sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk mulai membangun pengalaman profesional sejak masih berada di bangku kuliah. Pengalaman berinteraksi dengan dunia industri dinilai dapat menjadi bekal sebelum mahasiswa memasuki dunia kerja secara penuh.

MSIG Life Goes to Campus, Dorong Gen Z UKSW Berani Memulai dan Bertumbuh di Dunia Bisnis

Memahami Risiko, Mempersiapkan Masa Depan

Memasuki sesi utama, Agency National Sales Head MSIG Life Agus Hermanto Napitupulu mengajak mahasiswa memahami asuransi melalui konsep yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa pengelolaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan menabung, tetapi juga mempersiapkan perlindungan terhadap berbagai risiko.

Mahasiswa diperkenalkan pada konsep dasar asuransi jiwa, termasuk pihak-pihak yang terlibat, yaitu penanggung, pemegang polis, tertanggung, dan penerima manfaat. Agus juga menjelaskan prinsip insurable interest dan utmost good faith yang menjadi bagian penting dalam hubungan antara pihak-pihak dalam asuransi.

Pembahasan tersebut memperluas pemahaman mahasiswa bahwa pengelolaan risiko dan perencanaan keuangan merupakan bagian dari persiapan menghadapi kehidupan profesional maupun personal.

Dari Bertahan hingga Berbuah untuk Berbagi

Selain mengenal industri asuransi, mahasiswa mendapatkan perspektif bisnis melalui sesi berbagi pengalaman dari Founder Smart Solution & Smart Synergy AKM MSIG, Jiu Kian. Ia mengajak mahasiswa melihat proses membangun bisnis sebagai perjalanan yang membutuhkan ketekunan, kemauan belajar, dan keberanian untuk terus berkembang.

Jiu Kian memperkenalkan tiga fase yang menjadi bagian dari perjalanannya, yakni “ditanam untuk bertahan, dipupuk untuk bertumbuh, dan berbuah untuk berbagi.” Ia juga membagikan enam prinsip yang menurutnya penting dalam membangun kehidupan dan bisnis, yaitu rajin, keluarga, jujur, belajar dari siapa saja, praktik dan teori, serta no flexing.

“Pengalaman dari berbagai orang dapat menjadi bekal untuk memperkaya kemampuan, terutama ketika seseorang mulai membangun karier dan memasuki dunia bisnis,” ungkapnya.

Pesan tersebut mendorong mahasiswa untuk menempatkan diri sebagai pembelajar yang terbuka terhadap pengalaman dan pengetahuan dari berbagai latar belakang. Bagi Jiu Kian, proses bertumbuh tidak berlangsung secara instan, melainkan dibentuk melalui pengalaman dan kemauan untuk terus belajar.

Perspektif mengenai dunia industri juga diperkuat melalui kehadiran Head of Digital Market and Business Strategy Stefania Anggita Nugrawidi dan Territory Head East Region Silviana Komalasari. Kehadiran para praktisi tersebut memberikan gambaran yang lebih luas mengenai strategi bisnis, perkembangan industri, dan kebutuhan dunia kerja.

Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi yang berlangsung interaktif. Salah satunya ketika Agus Hermanto Napitupulu mengajak peserta berbagi pengalaman mengenai manfaat asuransi dalam kehidupan. Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa pemahaman mengenai risiko dan perlindungan finansial tidak hanya berhenti pada teori, tetapi dapat ditemukan dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari.

MSIG Life Goes to Campus, Dorong Gen Z UKSW Berani Memulai dan Bertumbuh di Dunia Bisnis

Melalui MSIG Life Goes to Campus, UKSW mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman dan perspektif praktisi industri. Perjumpaan ini menjadi bagian dari pengalaman belajar mahasiswa untuk memahami risiko, membaca peluang, serta membangun keberanian untuk memulai dan bertumbuh di dunia profesional.

Kegiatan ini mempertegas kiprah UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu ke-4 pendidikan berkualitas, ke-8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, dan ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Arl_TimKomblik/foto:Arl)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com