UKSW Gelar NLDP Batch ke-26: Retret Interaktif Dorong Kepemimpinan Mindful bagi Civitas Academica

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menggelar Noble Leader Development Program (NLDP) Batch ke-26 sebagai bagian dari Program Super Prioritas 5 Kesujanaan dan Solidaritas Kelembagaan Warga Kampus. Kegiatan yang berlangsung di Grha Kartini ini mengusung format retret interaktif dan diikuti oleh 30 peserta dari berbagai unsur yaitu dosen, tenaga kependidikan, dan guru Sekolah Kristen Satya Wacana. Ir. Didiek Suprapto sebagai fasilitator, kembali menjadi narasumber utama pada kegiatan ini.                                      

 Koordinator NLDP Batch ke-26, Mateus Dimas Wahyu Hary Wibowo, S.Kom., menjelaskan bahwa inisiatif NLDP merupakan bagian dari program besar yang digagas oleh salah satu alumni UKSW, Komisaris Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk., Dr. (H.C.) Sudhamek AWS, S.E., S.H. Program tersebut mengadopsi konsep mindful based business dengan tujuan membentuk individu yang sujana pribadi yang berkeutamaan dan berkesadaran sosial.

 Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami, didampingi Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan (WR RIK), Profesor Eko Sediyono. Dalam sambutannya, Rektor Intiyas menyampaikan bahwa NLDP sudah memasuki tahun keempat pelaksanaannya. Program ini awalnya diikuti pimpinan universitas dilanjutkan oleh pimpinan fakultas, pejabat struktural, hingga dosen, tenaga kependidikan, dan guru di lingkungan UKSW. 

 “UKSW adalah bahtera yang besar, dan saat ini saya diberi tanggung jawab sebagai nahkodanya. Bahtera besar ini tidak akan bergerak baik apabila setiap orang mendayung ke arah yang berbeda. Karena itu, kita semua perlu bergerak bersama, mengikuti arah yang sudah ditetapkan Tuhan,” kata Rektor Intiyas. 

Hal yang sama juga ditekankan Profesor Eko Sediyono saat menyapa peserta NLDP. Ia mengajak peserta memanfaatkan kegiatan ini sebagai wadah menggali potensi diri untuk mendukung setiap civitas academica dalam melakukan peran masing-masing dalam sebuah bahtera UKSW.

Rektor Intiyas juga mengajak peserta agar setelah recharge melalui NLDP, maka dalam menjalankan tugas bukan semata-mata karena kewajiban pekerjaan, tetapi karena menyadari ini adalah amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya.

NLDP Batch 26 UKSW
NLDP Batch 26 UKSW

Dari refleksi diri menuju aksi bagi sesama

Retret interaktif yang berlangsung selama dua hari ini terbagi menjadi sebelas sesi. Program ini mengarahkan peserta untuk memahami jati diri dan tujuan hidupnya agar memberi kontribusi nyata kepada orang lain. 

Tidak sekadar menyajikan materi, metode yang digunakan juga meninggalkan kesan mendalam bagi peserta.  Ns. Desi, S.Kep., MSN, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), menyebut format penyampaian materi berbeda dari pelatihan umum.

 “Kesan saya, menyenangkan karena dibawakan dengan cara yang tidak biasa, bukan seperti pelatihan pada umumnya, namun dalam bentuk cerita yang kemudian dibedah dari sisi ilmu pengetahuan atau teori dan spiritual context. Jadi mudah dipahami dan sangat related dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya. 

 Di sisi lain, Radius Tanone, S.Kom., M.Cs., Ph.D., Dosen Fakultas Teknologi Informasi (FTI) mengatakan materi NLDP bersifat ringan namun mendalam karena berfokus pada refleksi diri, sehingga mudah diaplikasikan dalam peran akademis. Ia menyebutkan konsep warna merah, hijau, dan biru yang membantu peserta mengidentifikasi gaya dan kecenderungan pribadi sebagai yang paling berkesan.

NLDP Batch 26 UKSW
NLDP Batch 26 UKSW

Menemukan Makna untuk Mengabdi

 Lainnya, Estining Dwi Hastuti, S.Pd., Guru SD Kristen Satya Wacana menyebut sesi seperti peta hidup, momen menentukan dan tonggak perjalanan rohani mampu membuatnya mengingat kembali pada panggilan hidup untuk melayani.

 “Tuhan menciptakan saya. Tugas panggilan Tuhan untuk melayani sesama, menjadi garam dan terang dunia untuk menolong orang lain melalui mengajar, membagi ilmu dan mendidik sikap perilaku,” katanya. 

Berlian Rettu Wardoyo, tenaga kependidikan FTI, menilai NLDP mendorong refleksi diri serta menegaskan nilai kemanusiaan dan spiritual. Ia menyebut tindakan kecil seperti menyapa dan tersenyum sebagai berkat yang berdampak, dan berharap program serupa terus digelar agar kebaikan terinternalisasi dan tersebar.

Program NLDP adalah salah satu kontribusi nyata UKSW untuk mewujudkan program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan. Acara ini juga wujud nyata UKSW dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin ke-4 yaitu pendidikan berkualitas.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.  Salam Satu Hati UKSW! (Arl_TimKomblik/foto:Arl)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp