Orientasi Mahasiswa Baru 2026

OMB atau Orientasi Mahasiswa Baru adalah bagian awal atau tahapan awal bagi seorang calon mahasiswa untuk menapaki jalur Pendidikan yang lebih tinggi. Para mahasiswa baru (maru) wajib mengikuti kegiatan OMB (Orientasi Mahasiswa Baru). Tema OMB tahun ini mengusung dengan tema “Bersama dalam Keragaman, Unggul dalam Prestasi” dari Tema yang diusung tersebut mengandung sebuah filosifi sebuah cerminan identitas dari UKSW sebagai komunitas akademik yang menjunjung tinggi keberagaman, kekeluargaan, dan keunggulan. Sebagai kampus Indonesia Mini, UKSW menjadi tempat bertemunya mahasiswa dari berbagai suku, budaya, agama, bahasa, dan daerah asal Dalam keberagaman tersebut, mahasiswa belajar untuk saling menerima, menghargai, dan mendukung satu sama lain dalam membangun komunitas yang inklusif dan harmonis.

Seluruh maru UKSW memiliki kewajiban untuk mengenal kampus lebih dalam. Kegiatan OMB akan memperkenalkan maru mulai dari budaya, lingkungan, serta nilai-nilai UKSW  untuk menjadi minoritas berdaya cipta yang kreatif dan inovatif sehingga mampu memberikan daya dampak dalam status nasional serta internasional sesuai dengan semangat Tema OMB Tahun ini.

Kegiatan OMB akan memperkenalkan maru dengan mahasiswa, seluruh staf yang terlibat, dosen, serta perkenalan mengenai sumber daya, fasilitas, administrasi perkuliahan, kurikulum, dan dibantu untuk perencanaan perkuliahan di UKSW pada awal semester 1.

Sebagai catatan bagi maru, selama proses OMB mahasiswa akan dibagi dalam kelompok dan akan didampingi oleh seorang fasilitator atau kakak angkatan yang sudah ditunjuk oleh fakultas

OMB UKSW
OMB UKSW 1

Pendaftaran OMB dibuka mulai 14 Juli 2026 hingga 24 Agustus 2026. Informasi dan tata tertib OMB UKSW 2026 akan diinformasikan melalui email terdaftar. Rangkaian kegiatan OMB akan dimulai Rabu 26 Agustus 2026

Harap baca semua informasi tentang OMB sebelum mendaftar. Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai Orientasi Mahasiswa Baru, silakan hubungi kantor kami di 087813755209(chat only), atau hubungi kami melalui email omb@uksw.edu

Timeline Kegiatan OMB 2026

Pendaftaran OMB

Pengambilan jas almamater

University Day

Faculty Day

Campus tour

Pengabdian Masyarakat

Welcoming Service

Welcoming Party (WP)

Informasi umum

Orientasi Mahasiswa Baru 2026

OMB UKSW

Pembagian Kelompok Fasilitator

Mahasiswa yang sudah mendaftar OMB 2026 akan mendapatkan informasi pembagian kelompok dan nama fasilitator OMB melalui email dari omb@uksw.edu dan wa.me/+6287813755209

Bawa Tumbler selama Kegiatan OMB

UKSW sudah melaksanakan program pengurangan sampah plastik dari botol minum kemasan melalui penggunaan tumbler di lingkungan UKSW. Creative Minority UKSW dihimbau untuk dapat menggunakan tumbler saat berada di kampus

Fakultas Biologi

Ruangan: Ruang Rapat FB, Gedung C Lt2

Fakultas Bahasa dan Seni

Ruangan: Recital Hall

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Ruangan: Auditorium FTI

Fakultas Hukum

Ruangan: F114

Fakultas Ilmu Kesehatan

Ruangan: Lap. Basket Kampus Kartini

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi

Ruangan: Gedung GX103

Fakultas Inter Disiplin

Ruangan: Ruang B107

Fakultas Kedokteran

Ruangan: Graha Kartini

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Ruangan: E126

Fakultas Pertanian dan Bisnis

Ruangan: GX304

Fakultas Psikologi

Ruangan: TAN IK HAY (kampus Kartini)

Fakultas Sains dan Matematika

Ruangan: A107 / CXY101 / CXY102

Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer

Ruangan: C107

Fakultas Teknologi Informasi

Ruangan: Balairung Universitas

Fakultas Teologi

Ruangan: Auditorium F. Teologi

MAHASISWA TANGGUH, GAK PAKE NARKOBA!!

  1. Jenis-jenis narkoba

Berdasarkan bahannya:

a. Narkotika Jenis Sintetis, yang dihasilkan melalui proses kimia kompleks seperti Amfetamin dan Metadon, sering digunakan untuk tujuan medis dan penelitian.

b. Narkotika Jenis Semi Sintetis, yang diolah dari bahan alami narkotika dan kemudian diisolasi, misalnya Morfin dan Heroin.

c. Narkotika Jenis Alami, seperti Ganja dan Koka, yang bersifat alami dan dapat digunakan dengan proses sederhana. Namun, karena kandungannya yang kuat, penggunaannya tidak diperbolehkan untuk pengobatan karena dapat menyebabkan dampak buruk yang serius bagi kesehatan, termasuk risiko kematian. 

Berdasarkan golongannya :

a. Narkotika golongan 1

Narkoba golongan 1 sangat berbahaya karena menimbulkan efek ketergantungan, misalnya ganja, koka, dan opium.

b. Narkotika golongan 2

Golongan narkoba ini bisa digunakan untuk pengobatan tapi dengan resep dokter. Ada sekitar 85 jenis narkoba golongan 2, contohnya adalah morfin dan alfaprodia.

c. Narkotika golongan 3

Narkoba golongan 3 memiliki level ketergantungan yang ringan. Golongan ini banyak digunakan untuk pengobatan dan terapi, misalnya etilmorfina, kodeina, polkodina, dan propiram.

2. Dampak penggunaan Narkoba:

a. Penurunan fungsi otak dan gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan kepribadian.

b. Kerusakan organ dan system dalam tubuh. 

c. Penurunan daya tahan tubuh.

d. Kerusakan system peredaran darah

3. Bagaimana jika aku pengguna narkoba dan ingin lepas dari narkoba? 

a. Sungguh-sungguh berniat untuk lepas dari narkoba

b. Menjauhi lingkungan yang mempengaruhi untuk mengonsumsi narkoba

c. Hubungi teman yang bisa dipercaya dan menguatkanmu untuk lepas dari narkoba

d. Menghubungi ahli untuk minta bantuan 

e. Rehabilitasi Narkoba: BNNK (Badan Narkotika Nasional) Salatiga

   Panti Rehabilitasi Bina Kasih Salatiga

   Forum Komunikasi Dan Konsultasi Panti Rehabilitasi NAPZA

4. Bagaimana jika temanku atau keluargaku adalah pengguna narkoba? 

a. Tetap berteman & tunjukkan kepedulian

b. Berusaha memahami masalah yang dihadapi pengguna

c. Mengontrol diri saat berhadapan dengan pecandu

d. Perlahan-lahan, Jangan memaksakan kehendak Anda  terlalu keras terhadap mereka.

e. Bersikap sabar namun tetap tegas

f. Ajak keluar dari jerat narkoba, bertahan dan tidak menggunakan kembali.

g. Bekerja sama dengan orang lain (profesional) dalam menangani pengguna.

Beberapa jenis program rehabilitasi yang umum digunakan termasuk:

a. Detoksifikasi: Langkah pertama dalam program rehabilitasi adalah detoksifikasi yaitu tubuh dibersihkan dari zat-zat narkoba. Detoksifikasi dapat dilakukan dengan pengawasan medis untuk mengurangi gejala putus obat yang mungkin muncul.

b. Treatment Medis: Untuk korban narkoba dengan kondisi kesehatan yang serius, treatment medis dapat diberikan untuk mengatasi gangguan fisik yang disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba. Treatment medis dapat meliputi pengobatan pengganti atau terapi obat.

c. Treatment Psikologis: Korban narkoba juga perlu mendapatkan treatment psikologis untuk membantu mereka mengatasi ketergantungan emosional dan psikologis terhadap narkoba. Beberapa bentuk treatment psikologis yang umum meliputi terapi perilaku kognitif, terapi kelompok, dan konseling individu.

d. Reintegrasi Sosial: Setelah melewati tahapan pengobatan dan pemulihan, korban narkoba perlu direintegrasikan ke dalam masyarakat. Program rehabilitasi juga mencakup pembelajaran keterampilan sosial, pelatihan pekerjaan, serta dukungan dalam membangun kembali kehidupan yang sehat dan produktif.

Rehabilitasi korban narkoba tidak hanya melibatkan perawatan medis dan psikologis, tetapi juga membutuhkan dukungan moral dan emosional dari lingkungan sekitarnya.

Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati….

Lebih baik menjauhi narkoba sejak awal, daripada terjebak di dalamnya!!

Sumber:

https://rehabilitasinarkoba.id/

BNN – Badan Narkotika Nasional

https://www.honestdocs.id/

https://rsud.bulelengkab.go.id/

YUK, SADAR DAN SIAGA BENCANA!!

Kota Salatiga berada di ketinggian 450-825 meter di atas permukaan air laut dengan suhu rata-rata 23˚C-28˚C di kaki Gunung Merbabu sehingga udara di Salatiga sejuk serta memiliki tingkat kesuburan tanah dan potensi alam yang cukup baik. 

Salatiga sebenarnya termasuk daerah aman dari bencana alam, namun seiring dengan peningkatan cuaca ekstrem, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai oleh warga Salatiga. Berdasarkan pengkajian risiko bencana dihasilkan jenis-jenis bencana yang menjadi prioritas Kota Salatiga antara lain kekeringan, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan kebakaran.

Selama kurun waktu 2017-2020, kejadian bencana Kota Salatiga sebanyak 261 kali kejadian bencana. Diantaranya kejadian bencana kebakaran sebanyak 202 kali kejadian yang disebabkan oleh faktor manusia, 26 kali bencana angin puting beliung, 9 kali bencana hujan angin yang menyebabkan pohon tumbang, serta 24 kali kejadian bencana longsor.

Nah, berarti kita tetap harus selalu waspada nih, gaisss…. Daerah aman bencana, bukan berarti bebas dari bencana….

Ada 7 rancangan mitigasi bencana di Salatiga, termasuk cuaca ekstrim, pohon tumbang, tanah longsor, banjir, dan gempa bumi.

Wilayah rawan bencana di Kota Salatiga tersebar di beberapa kelurahan diantaranya di Kelurahan Blotongan, Bugel, Sidorejo Kidul, Tegalrejo, Randuacir dan Kumpulrejo.

Sedangkan untuk tempat evakuasi bencana meliputi : 

  1. Lapangan Kelurahan Randuacir di Argomulyo dan Kelurahan Blotongan di Kecamatan Sidorejo;
  2. Bangunan kantor pemerintah pada Kelurahan Sidorejo Lor di Kecamatan Sidorejo, Kelurahan Sidorejo Kidul di Kecamatan Tingkir,Kelurahan Randuacir di Kecamatan Argomulyo; dan 
  3. Ruang/Bangunan lainnya.

Saat terjadi bencana, sistem komando ada 6 klaster, yang berperan di tiap klaster: 

Klaster Pertolongan dan Pencarian:  Kodim atau Polres, dan jika di daerah adalah BPBD dan Satpol PP.

Klaster Evakuasi Korban : kodim atau polres, BPBD dan Satpol PP

Klaster Logistik : BPBD dan Dinas Sosial, 

Klaster Pengungsian dan Perlindungan : Dinas Sosial, BPBD, Kecamatan

Klaster Kesehatan : Dinas Kesehatan, Rumah Sakit

Klaster Pemulihan Dini dan Sarana Prasarana : Dinas Pekerjaan Umum

Siapkan TAS SIAGA BENCANA, yang isinya:

  1. Dokumen Penting: Sertakan salinan dokumen penting seperti akta kelahiran, ijazah, surat tanah, dan surat kendaraan. Pastikan dokumen ini disimpan dengan aman, bisa dalam bentuk fisik atau file elektronik di flashdisk.  
  2. Pakaian: Siapkan beberapa setel pakaian untuk tiga hari, termasuk pakaian dalam, celana panjang, jaket, dan jas hujan. Pakaian ini penting untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan selama evakuasi. 
  3. Makanan Tahan Lama: Bawa makanan yang mudah disimpan dan tidak mudah rusak, seperti mi instan, biskuit, dan cokelat. Makanan ini harus cukup untuk bertahan selama beberapa hari. 
  4. Air Minum: Pastikan ada persediaan air minum yang cukup, karena manusia hanya bisa bertahan tanpa air selama tiga hari. 
  5. Perlengkapan Medis: Sertakan obat-obatan pribadi dan perlengkapan P3K untuk mengatasi cedera ringan. 
  6. Alat Komunikasi: Ponsel dan charger, serta senter dengan baterai cadangan, sangat penting untuk komunikasi dan penerangan saat gelap.

Kontak atau Informasi Penting –  BPBD Salatiga 085172029175

Sumber: BPBD Salatiga

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

OMB UKSW 5
NIM adalah Nomor Induk Mahasiswa. Informasi Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dapat dilihat email dari BARA setelah Anda melakukan registrasi ulang. Contoh email dapat dilihat dibawah ini :

Detail dan instruksi OMB UKSW 2026 akan diinformasikan melalui email terdaftar, WA Announcement OMB 2026 dan WAG Fasilitator

Mahasiswa UKSW angkatan 2025 dan sebelumnya yang belum mengikuti OMB dapat mendaftar dengan mengisi link pendaftaran yang tersedia di website ini

Alat tulis, Notes, dan Tumbler

Pendaftaran OMB 2026

Informasi yang perlu dipersiapkan untuk pendaftaran

Pastikan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) yang dimasukkan dalam form pendaftaran OMB sudah benar. Informasi NIM dapat dilihat dari email yang dikirimkan oleh DAK setelah Anda mengirimkan konfirmasi pembayaran registrasi ulang melalui email bara@uksw.edu

Joint WA Group OMB 2026

Silahkan scan QR untuk joint group WA

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com