Paduan Suara Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Voice of Satya Wacana Christian University (Voice of SWCU), turut ambil bagian dalam Ibadah dan Perayaan Natal 2025 serta Tahun Baru 2026 yang diselenggarakan di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Kebudayaan, pada Rabu (14/1/2026) malam di Jakarta.
Penampilan Voice of SWCU mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan. Harmoni suara para mahasiswa disambut tepuk tangan meriah usai penampilan, menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk sekaligus perayaan yang penuh sukacita. Hadir dalam kegiatan ini Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Profesor Brian Yuliarto, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Wakil Menteri Kebudayaan H. Giring Ganesha Djumaryo, S.I.Kom.
Dalam acara tersebut, Voice of SWCU membawakan dua repertoar bernuansa Natal, yakni For Unto Us A Child is Born karya G.F. Handel dan The Song of The Angels aransemen Richard Kingsmore dengan orkestrasi oleh Kristian Kevin. Ketika lagu kedua dilantunkan, harmoni suara Voice of SWCU seolah mengajak para hadirin untuk ikut masuk dalam suasana. Para menteri dan wakil menteri yang menyaksikan langsung tampak menikmati pertunjukan tersebut. Bahkan Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, terlihat menghentakkan kaki dan tangannya, mengikuti irama lagu dengan penuh antusias.
Berbalut kostum bernuansa emas, putih, dan merah, Voice of SWCU tampil anggun sekaligus berwibawa, melantunkan lagu dengan penuh penghayatan. Setiap harmoni mengalir penuh rasa, hingga pada akhir penampilan, tepuk tangan penonton pun menggema sebagai apresiasi.
Rektor UKSW, Profesor Intiyas Utami turut hadir dalam kegiatan ini dan menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas kesempatan yang diperoleh Voice of SWCU untuk menjadi salah satu pengisi acara dalam kegiatan Natal di lingkungan tiga kementerian.
“Kami merasa bangga karena Voice of SWCU mendapat kepercayaan dan kesempatan terpilih dari banyaknya paduan suara universitas untuk tampil dalam Perayaan Natal di lingkungan tiga Kementerian. Semoga penampilan paduan suara mahasiswa UKSW bisa menjadi berkat,” ungkapnya. Lebih lanjut disampaikannya, lewat dua lagu yang disajikan, kualitas Voice of SWCU dan UKSW yang telah meraih beragam penghargaan nasional dan internasional semakin dikenal.

Manajer Voice of SWCU, Juanita Theresia, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Persiapan dilakukan dalam waktu sekitar satu minggu dengan intensitas latihan yang singkat namun berkualitas.
“Ini merupakan pengalaman kedua kami tampil di venue yang sama, sehingga kami sudah memahami kondisi lokasi dan dapat mempersiapkan penampilan dengan lebih matang,” jelasnya.
Disampaikannya, pemilihan repertoar dilakukan dengan mempertimbangkan karakter dan capaian Voice of SWCU. Satu lagu dipilih sebagai karya klasik dengan tingkat kesulitan tinggi, sementara satu lagu lainnya bersifat lebih komunikatif dan menghibur. Hal ini sekaligus menunjukkan bobot musikal Voice of SWCU dan UKSW.
Ketua Panitia, Febry H.J. Dien, S.T., M.Inf.Tech (Man), menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta penampilan Voice of SWCU. Ia menilai dukungan penuh UKSW dan kualitas penampilan paduan suara mahasiswa ini turut menyempurnakan jalannya ibadah Natal bersama tiga kementerian.
Dari sisi mahasiswa, Albert Stefanus Waruwu, anggota Voice of SWCU, mengungkapkan rasa sukacitanya dapat kembali terlibat dalam kegiatan ini. “Ini menjadi pengalaman kedua saya bersama Voice of SWCU mengisi perayaan Natal di tingkat kementerian. Rasanya tetap membanggakan dan menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Nadia Putri Nastiti, anggota Voice of SWCU lainnya, yang merasa bangga dapat tampil di hadapan para pimpinan kementerian. “Kami bersyukur bisa mempersembahkan penampilan terbaik dengan penuh sukacita di hadapan tiga menteri,” ujarnya.
Keikutsertaan Voice of SWCU dalam kegiatan ini menegaskan peran aktif UKSW dalam kontribusi seni musik di ruang publik nasional, sekaligus memperluas pengalaman mahasiswa dalam panggung pelayanan, kebudayaan, dan pengabdian melalui talenta yang dimiliki.
Keterlibatan Voice of SWCU dalam kegiatan Natal dan tahun baru di lingkungan tiga kementerian menjadi bukti wujud komitmen UKSW dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDGs No 4, yaitu pendidikan berkualitas dan mendukung program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan ASTA CITA 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 37 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Upk_TimKomblik/foto:DivpromKomblik)
