UKSW Hadirkan Pendidikan Berdampak di Sumba, Perkuat Perdamaian hingga Buka Akses Pendidikan 

Membawa semangat pendidikan yang berdampak hingga ke pelosok Nusantara, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) hadir di Sumba Timur melalui Pekan Perdamaian Sumba 2026, belum lama ini. Kegiatan yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) UKSW bersama Gereja Kristen Sumba (GKS) dan Yayasan Komunikasi Masyarakat (Yakoma-PGI DIY) ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat perdamaian, membangun jejaring sosial, dan membuka peluang pendidikan bagi masyarakat. 

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-26 FISKOM UKSW ini tidak hanya menghadirkan ruang dialog tentang perdamaian, tetapi juga membuka peluang kolaborasi pendidikan, penguatan jejaring sosial, serta pemberdayaan masyarakat yang melibatkan akademisi, tokoh agama, pemerintah daerah, pelajar, mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum.

Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar bertema “Gereja di Perubahan Zaman: Meneguhkan Identitas, Menjawab Tantangan, dan Membangun Kolaborasi Masa Depan” yang diikuti sekitar 160 peserta. Seminar menghadirkan Dekan FISKOM UKSW Dr. Ir. Sri Suwartiningsih, M.Si., perwakilan GKS Sumba Pendeta Dr. Lasarus U.L. Pinyawali, S.Th., M.Si., dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumba Timur Drs. Dominggus Bandi, M.Si. Pada kesempatan yang sama, FISKOM UKSW juga memperkenalkan program Kuliah Praktik Kelembagaan (KPK) serta menggelar expo pendidikan yang memberikan informasi mengenai program studi, beasiswa, dan peluang melanjutkan pendidikan di UKSW.

Menariknya, hari pertama ditutup dengan sarasehan dan doa bersama lintas iman yang melibatkan perwakilan lima agama serta penganut kepercayaan Marapu. Momen ini menjadi simbol komitmen bersama dalam merawat toleransi, harmoni sosial, dan semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.

Pekan Perdamaian Sumba UKSW

Merajut Perdamaian Bersama 

Kegiatan berlanjut dengan temu alumni FISKOM UKSW di Sumba yang menghasilkan pembentukan tim fasilitator promosi FISKOM untuk wilayah Sumba. Selain itu, expo Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pentas seni, dan pagelaran budaya yang melibatkan siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Sumba Timur turut menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda. Antusiasme peserta juga terlihat dalam lomba digital kreatif berupa reels, poster, dan esai bertema “Surat untuk Diri di Masa Depan” dan “Sumba 10 Tahun ke Depan”.

Pekan Perdamaian Sumba 2026 mencapai puncaknya melalui peresmian GKS Praiwora yang diawali ibadah syukur bersama tokoh gereja, pemerintah daerah, Rektor Universitas Kristen Wira Wacana Sumba (Unkriswina), dan masyarakat. Kehadiran gereja ini diharapkan menjadi pusat pelayanan spiritual sekaligus ruang dialog yang memperkuat persaudaraan dan kohesi sosial di tengah masyarakat.

Dekan FISKOM UKSW Dr. Ir. Sri Suwartiningsih, M.Si., menegaskan bahwa Pekan Perdamaian Sumba 2026 akan ditindaklanjuti melalui berbagai program bersama Unkriswina, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Sinode GKS, dan Yayasan Komunikasi Masyarakat Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (Yakoma PGI), mulai dari pembukaan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi birokrat dan aparat desa, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 

“Kami ingin kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di Sumba,” ujarnya. Kegiatan ini juga menghasilkan 13 Implementation Arrangement (IA) serta menarik minat tujuh calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di UKSW, sementara komunikasi bersama alumni dan GKS terkait penerimaan mahasiswa baru masih terus berlangsung. 

Melalui Pekan Perdamaian Sumba 2026, UKSW mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan pendidikan berdampak bagi masyarakat. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, SDGs ke-16 perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, serta SDGs ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan. Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, program ini turut mendukung Asta Cita ke-4 dalam pembangunan sumber daya manusia unggul serta Asta Cita ke-8 melalui penguatan toleransi, kerukunan, dan kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. 

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.  Salam Satu Hati UKSW! (Ish_TimKomblik/foto:istimewa)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp