Dari Microteaching hingga Media Pembelajaran, Mahasiswa FKIP UKSW Torehkan Prestasi Nasional

SALATIGA, UKSW – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menorehkan prestasi dalam berbagai kompetisi tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih melalui ajang Pekan Matematika Kreatif Season XIX se-Indonesia, Math Edu Fair (MEF) 2026, Himapfis Expo 2026, serta Pekan Lomba Mahasiswa Nasional (PELMANAS) 2026.

Capaian tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam bidang akademik, tetapi juga menggambarkan kompetensi calon pendidik dalam mengembangkan keterampilan mengajar, kreativitas, inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi.

Mengasah Kompetensi Mengajar melalui Microteaching

Kompetensi mengajar ditunjukkan Francesca Omega Thalya Suroto yang berhasil meraih Juara 1 Lomba Microteaching Pekan Matematika Kreatif Season XIX se-Indonesia yang diselenggarakan Universitas Halu Oleo belum lama ini.

Dalam kompetisi tersebut, Francesca menyusun modul ajar dan media pembelajaran sebelum melanjutkan ke tahap pembuatan video microteaching. Keterbatasan waktu menjadi salah satu tantangan karena ia harus membagi waktu antara menyiapkan media, melakukan rekaman, dan editing video berdurasi 15 menit.

“Kita harus membagi waktu untuk menyiapkan media, melakukan rekaman, dan editing video dengan durasi 15 menit,” ungkap Francesca.

Pengalaman tersebut membantunya memahami proses microteaching secara lebih menyeluruh, mulai dari penyusunan modul ajar hingga pelaksanaan pembelajaran melalui media video.

Prestasi serupa diraih oleh Hanif Nafizha Yunastika yang mampu meraih Juara 2 Microteaching PELMANAS 2026 dan Rahayu Ravita yang memperoleh Juara 3 Lomba Microteaching Tingkat Nasional Himapfis Expo Universitas Sriwijaya yang berlangsung secara daring pada 19 Mei hingga 2 Juni 2026. Rahayu mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) melalui media digital berupa permainan berbasis web dan media mobil balon. Kompetisi tersebut menjadi ruang baginya untuk mengasah kemampuan menyusun modul ajar sekaligus mengembangkan pembelajaran yang menarik dan bermakna.

Mengembangkan Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran

Kemampuan menciptakan media pembelajaran ditunjukkan Dea Indah Parwati yang meraih Juara 1 kategori Media Pembelajaran Konkret dalam Math Edu Fair (MEF) 2026 tingkat nasional baru-baru ini.

Dea melalui proses mulai dari menyiapkan alat dan bahan, merancang serta merakit media, melakukan uji coba, hingga memproduksi video dan melakukan editing. Tantangan utamanya adalah menyusun narasi agar cara kerja dan fungsi edukatif media dapat disampaikan secara komunikatif dan mudah dipahami. Proses tersebut turut mengasah kreativitas, ketelitian, dan keterampilan komunikasinya.

Sementara itu, Pungkas Andrea Saputra berhasil meraih Juara 2 Lomba Poster Pendidikan PELMANAS Hadiknas FKIP UNIPA 2026 tingkat nasional. Mengangkat subtema Transformasi Literasi dan Numerasi, Pungkas menggabungkan teknologi pembelajaran dengan nilai budaya Papua melalui pendekatan etnomatematika.

Konsep tersebut dikembangkan melalui ilustrasi, komik, dan permainan digital. Prosesnya mencakup pencarian data, penyusunan konsep dan sketsa, diskusi dengan dosen pembimbing, hingga pembuatan poster secara digital.

“Melalui lomba ini saya belajar untuk bekerja keras dalam proses kreatif dan tidak mudah menyerah ketika banyak perbaikan dan revisi yang diberikan,” tutur Pungkas.

Menguatkan Kolaborasi melalui Konten Edukatif

Kompetensi kolaborasi dan komunikasi edukatif ditunjukkan melalui tim Paulus Sarom, Pungkas Andreas Saputra, Lukas Dwi Sariyanto, Tania Putri Mawar, dan Yohana Seflirta Laverda yang meraih Juara 2 kategori Video Kreatif Math Edu Fair (MEF) 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.

Tim tersebut mengangkat materi golden ratio dan deret Fibonacci dalam bentuk video edukatif. Proses produksi berlangsung hampir tiga minggu, mulai dari pengembangan konsep, konsultasi dengan dosen pembimbing, produksi, hingga revisi. Tantangan utama adalah menyampaikan materi yang cukup kompleks dalam durasi maksimal tiga menit, sekaligus membagi waktu produksi dengan kegiatan perkuliahan.

Bagi Paulus, pengalaman tersebut mengajarkan tim untuk mengolah materi akademik menjadi konten edukatif yang ringkas, komunikatif, dan mudah dipahami.

Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa kompetisi menjadi ruang bagi mahasiswa FKIP UKSW untuk menerapkan pengetahuan perkuliahan ke dalam karya nyata. Dosen pembimbing kompetisi FKIP UKSW, Erlina Prihatnani, S.Si, M.Pd., menilai pengalaman tersebut penting dalam membentuk calon guru yang adaptif dan inovatif.

“Kompetisi bukan sekadar panggung untuk berburu piala, melainkan laboratorium akselerasi bagi mahasiswa calon guru untuk menguji, mengasah, dan mentransformasi teori yang dipelajari di bangku kuliah menjadi suatu karya inovatif yang menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak semata-mata diukur dari kemenangan. “Mahasiswa telah menjadi juara di hati saya ketika mereka sudah mau berjuang di tengah-tengah kesibukannya untuk mau bersama-sama berkolaborasi menghasilkan karya. Juara adalah bonus, karena hadiah utamanya sebenarnya adalah kemampuan yang diberikan Tuhan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat,” tuturnya.

Rangkaian prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pengalaman kompetisi turut memperkaya proses pembelajaran mahasiswa FKIP UKSW. Kegiatan ini mempertegas kiprah UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu ke-4 pendidikan berkualitas, ke-9 yaitu industri, inovasi dan infrastruktur

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW!  (Sel_TimKomblik/foto: Komblik)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com