Dalam menghadapi transformasi digital khususnya pemanfaatan teknologi cerdas, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengambil langkah strategis dengan melakukan penjajakan kerja sama riset berfokus pada penerapan Artificial Intelligence (AI) dengan Hallym University, Korea Selatan.
Direktur DRPM, Profesor Hindriyanto Dwi Purnomo, S.T., M.IT., Ph.D., mengungkapkan, sebagai langkah awal penjajakan kerja sama diselenggarakan kuliah umum bertema “Revolutionizing AI: The Power of Large Language Models” di Auditorium Ds. S. Djojodihardjo, baru-baru ini. Kuliah umum yang diikuti 283 peserta terdiri dari mahasiswa dan dosen tersebut menghadirkan pakar kecerdasan buatan, Dr. Abdul Karim seorang Research Professor dari Hallym University, Korea Selatan sebagai pembicara tunggal.
“Kegiatan ini adalah bagian dari penjajakan kerja sama dengan Hallym University, khususnya riset-riset terapan tentang penerapan AI atau kecerdasan buatan dan Large Language Model (LLM). DRPM berperan sebagai fasilitator yang membuka peluang kolaborasi yang selaras dengan komitmen universitas dalam mendorong peningkatan riset di bidang AI. Ke depannya, diharapkan kolaborasi dapat dimulai dari riset bersama dan publikasi, kemudian dikembangkan menjadi kerja sama resmi melalui dokumen formal,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa penjajakan kolaborasi riset yang dikemas dalam kuliah umum ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan para peserta mendapatkan wawasan terkait perkembangan AI dan LLM. Kesempatan ini juga diharapkan membuka perspektif baru bagi dosen mengenai peluang riset, terutama dalam pengembangan aplikasi berbasis LLM di bidang spesifik seperti bidang kesehatan.
“Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan pengetahuan mendalam karena saat ini penelitian berbasis LLM masih belum banyak dikembangkan di lingkungan kampus. Selama ini, penelitian AI di kampus masih fokus pada computer vision, sehingga kehadiran topik LLM dapat memperluas cakupan keilmuan,” terangnya.

Kenalkan konsep dasar LLM
Dalam kuliah umum tersebut, Dr. Abdul Karim mengawali sesinya dengan menyampaikan ungkapan terima kasih atas kesempatan untuk berbagi ilmu tentang AI kepada mahasiswa UKSW. “Saya senang bisa datang ke sini. Dalam sesi kuliah umum pada hari ini anda akan mempelajari dan memahami hal baru mengenai Large Language Models,” katanya.
Pemaparan Dr. Abdul Karim dimulai dengan memperkenalkan konsep dasar AI mulai dari definisi hingga penerapannya di berbagai bidang. Secara umum, AI adalah bidang yang mempelajari bagaimana melatih komputer untuk melakukan tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia. “AI berkembang pesat melalui kolaborasi global antara akademisi, industri, dan komunitas,” jelasnya.
Lebih jauh dipaparkannya, LLM berperan penting dalam menjawab berbagai tantangan global, salah satunya melalui pengembangan model multibahasa yang dapat mendukung berbagai bahasa di dunia. Dalam bidang kesehatan, AI dapat membantu tenaga medis dalam meningkatkan layanan. Dalam bidang pendidikan, LLM dapat membantu pengembangan pembelajaran berbasis AI, termasuk penerjemahan bahasa dengan sumber daya terbatas serta pembuatan chatbot yang dapat mendukung proses belajar.
“Selain itu, LLM juga dapat digunakan di hampir setiap bidang kehidupan bahkan dapat mendukung kolaborasi global. LLM memungkinkan berbagai pihak dari berbagai negara untuk bekerja sama dalam pengembangan inovasi,” jelas alumni Universitas Gadjah Mada ini.
Kuliah umum ini menegaskan komitmen UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yakni poin ke-4 yaitu pendidikan berkualitas dan poin ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita ke-4 yaitu penguatan sumber daya manusia (pendidikan, sains, teknologi, kesehatan).
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW!