Suasana penuh semangat dan sukacita menyelimuti aula SMP Kristen Satya Wacana saat program Rumah Impian Anak Goes toSMP Kristen Satya Wacana digelar bersama Yaski, Heartline FM, dan Elshaddai FM, belum lama ini. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talkshow interaktif, penampilan siswa, hingga games edukatif ini menjadi ruang inspiratif bagi para pelajar untuk belajar tentang perjuangan, disiplin, dan keberanian meraih mimpi.
Kepala SMP Kristen Satya Wacana Patrick Michael Rahardja, S.Si., menuturkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menyalakan semangat anak-anak untuk terus mengejar impian terbaik mereka. Menurutnya, keberhasilan tidak lahir secara instan, melainkan melalui kerja keras, semangat pantang menyerah, serta rasa takut akan Tuhan.
“Kegiatan Rumah Impian Anak Goes to SMP Kristen Satya Wacana dapat menjadi inspirasi untuk seluruh anak-anak agar berani meraih impian terbaik yang ingin dicapai dengan kerja keras, semangat, dan yang terpenting takut akan Tuhan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sekolah terus berupaya membangun budaya karakter melalui nilai kerja keras, disiplin, tanggung jawab, serta semangat untuk terus bertumbuh. Hal tersebut selaras dengan motto sekolah, yakni CAKAP: Canggih, Karakter, dan Prestasi.
“Tanpa karakter yang kuat, sangat sulit meraih prestasi. Karena itu sekolah hadir melalui pendampingan, dukungan, serta fasilitas agar anak-anak dapat berkembang sesuai talenta yang mereka miliki,” tambahnya.

Bertumbuh dalam Proses
Dalam kegiatan tersebut, dua siswa berprestasi tampil membagikan kisah perjuangan mereka. Salah satunya ialah Caroline Grace Veronica Chrisje Hova, siswi kelas VIII yang berhasil meraih Juara III Atletik Lempar Lembing POPDA Tingkat Kota Salatiga Tahun 2025 serta sederet prestasi di bidang basket hingga tingkat provinsi dan internasional.
Dengan penuh percaya diri, Caroline membagikan cerita tentang bagaimana ia menghadapi rasa jenuh, tekanan pertandingan, hingga proses bangkit setelah kekalahan. Baginya, kemenangan hanyalah bonus, sementara kekalahan merupakan bagian penting dari perjalanan menuju keberhasilan.
“Kalau kalah dalam pertandingan, kita harus introspeksi diri dan memperbaiki apa yang kurang supaya bisa lebih baik di pertandingan berikutnya,” tuturnya.
Di tengah jadwal latihan yang padat hampir setiap hari, Caroline tetap berusaha menjaga prestasi akademik dengan belajar mandiri pada malam hari dan mengikuti bimbingan belajar. Ia mengaku semua proses berat itu dapat dijalani karena dilakukan dengan sukacita dan dukungan dari keluarga, guru, teman, serta penyertaan Tuhan.
Sementara itu, siswa kelas VII, Kenzie Maximilian Julius, turut membagikan pengalaman inspiratifnya sebagai atlet renang berprestasi tingkat nasional. Ia berhasil meraih berbagai gelar juara dalam Kejurnas Jakarta 2026 maupun Kejurprov Jawa Tengah 2026, bahkan memecahkan empat rekor sekaligus pada ajang Kejurnas.
Di balik prestasi gemilang tersebut, Kenzie menjalani latihan disiplin setiap hari sejak dini hari di Semarang sebelum melanjutkan kegiatan belajar di sekolah. Baginya, motivasi menjadi kunci utama untuk bertahan dalam proses panjang seorang atlet.
“Kalau ingin jadi juara, jangan cuma punya keinginan saja, tapi harus mau menjalani prosesnya,” ujarnya.
Kenzie juga mengingatkan teman-temannya untuk tidak cepat puas terhadap hasil yang dicapai dan tidak meremehkan perjuangan orang lain. Ia percaya setiap orang memiliki proses perjuangannya masing-masing.
Program tersebut memberi kesempatan bagi siswa-siswi berprestasi untuk membagikan pengalaman hidup mereka kepada teman-teman sebaya. Tidak hanya menjadi panggung apresiasi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana promotif bagi sekolah karena akan disiarkan di radio dan kanal YouTube sehingga kisah-kisah inspiratif para siswa dapat menjangkau lebih banyak anak di berbagai daerah.
Melalui kegiatan Rumah Impian Anak Goes to SMP Kristen Satya Wacana ini, SMP Kristen Satya Wacana turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, SDGs ke-3 kehidupan sehat dan sejahtera, serta SDGs ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan. Kegiatan ini juga sejalan dengan Asta Cita poin ke-4 dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing, serta poin ke-8 tentang penguatan harmoni sosial dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat. (Ish_TimKomblik/Foto:istimewa)