Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan melalui pembukaan siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dilaksanakan secara daring, Selasa (24/02/2026). Kegiatan rutin UKSW ini dibuka secara resmi oleh Rektor Profesor Intiyas Utami. Turut mengikuti pembukaan siklus SPMI adalah para Wakil Rektor UKSW, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. Adita Sutresno, S.Si., M.Sc., Pimpinan Fakultas dan Direktorat, serta gugus penjaminan mutu di aras fakultas dan direktorat serta divisi.
Dalam sambutannya, Rektor Intiyas menegaskan bahwa menjaga tradisi mutu di UKSW merupakan hal yang mutlak sebagai bagian dari identitas creative minority. Penjaminan mutu tidak hanya dipahami sebagai pemenuhan kebutuhan akreditasi semata, tetapi sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi kepada para pemangku kepentingan, termasuk mahasiswa, orang tua, mitra, pemerintah, dan masyarakat.
“Tantangan penjaminan mutu setiap tahun berbeda, begitu juga regulasinya. Oleh karena itu, yang perlu kita tekankan adalah bahwa penjaminan mutu merupakan bentuk komitmen dan pertanggungjawaban kita kepada para pemangku kepentingan, bukan sekadar kepentingan akreditasi,” tegas Rektor Intiyas.
Lebih lanjut disampaikan bahwa setelah institusi UKSW meraih capaian unggul, tantangan berikutnya adalah menjaga agar keunggulan tersebut tetap terpelihara dari berbagai aspek. Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan berkelanjutan pada siklus SPMI setiap tahun, di bawah koordinasi LPM, termasuk dengan memperhatikan capaian kinerja yang menjadi standar nasional pendidikan tinggi.
Lebih lanjut Rektor Intiyas mengungkapkan bahwa pada tahun ini, UKSW juga mempersiapkan proses pengajuan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) sebagai bagian dari penguatan kualitas institusi secara menyeluruh. Oleh karena itu, seluruh unit diharapkan dapat menjalankan siklus SPMI secara optimal sesuai peran masing-masing, menjaga target kinerja, serta terus menghadirkan layanan terbaik.
Kegiatan pembukaan ini sekaligus menjadi momentum refleksi dan apresiasi atas komitmen yang telah dijalankan oleh seluruh civitas academica. Semangat “Satya Wacana”, yakni setia pada hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten, diharapkan terus menjadi landasan dalam menjaga mutu institusi.
“Terima kasih atas layanan yang telah diberikan dan komitmen yang telah dijalankan. Salam Satu Hati,” pungkas Rektor Intiyas.
Dalam pembukaan siklus SPMI kemarin juga dilakukan sosialisasi kalender program kerja dari LPM, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), dan Direktorat Pembelajaran dan Pengajaran (DAR).
Pembukaan siklus SPMI menegaskan komitmen UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yakni poin ke-4 pendidikan berkualitas. Selain itu, prestasi ini adalah wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 37 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Upk_Tim Komblik/Foto: Upk).