Tradisi Puluhan Tahun Kembali Hidup, FBS UKSW Pentaskan ‘The Mousetrap’ Karya Agatha Christie

Panggung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali semarak oleh tradisi tahunans Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Melalui Annual Drama Performance 2026, English Department FBS menggelar pementasan drama misteri legendaris karya Agatha Christie, The Mousetrap. Menariknya, naskah drama yang memegang rekor pementasan terlama di London sejak 1952 ini terakhir kali dibawakan di panggung UKSW sekitar 30 tahun lalu.

Ajang tahunan ini bukan sekadar pertunjukan seni biasa, melainkan tradisi panjang English Department yang sudah terdokumentasi sejak 1973. Pementasan ini menjadi proyek akhir mata kuliah Theatre and Acting, tempat mahasiswa mengasah kemampuan akademik sekaligus keterampilan praktis mereka.

Sebagai dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FBS UKSW sekaligus sutradara pementasan, Neny Isharyanti, Ph. D., menyebut pemilihan The Mousetrap bertujuan menghidupkan kembali identitas prodi yang sempat vakum.

The Mousetrap ini fenomenal karena terus dipentaskan di London sejak 1950-an tanpa putus. Kami ingin menghidupkan kembali tradisi ini, sekaligus mengajak para alumni bernostalgia dengan kenangan mereka di Annual Drama Performance,” ujar Neny.

Di balik layar, ada sekitar 47 mahasiswa yang menguras energi selama hampir tiga bulan masa produksi. Tak cuma melatih akting, mereka juga dituntut memperdalam Bahasa Inggris, membangun kerja sama tim, mengasah kepercayaan diri, hingga mendalami budaya Inggris era 1950-an. Agar keaslian cerita tetap terjaga, seluruh pertunjukan dibawakan sesuai naskah asli Agatha Christie di bawah lisensi resmi Concord Theatricals.

Tradisi Puluhan Tahun Kembali Hidup, FBS UKSW Pentaskan 'The Mousetrap' Karya Agatha Christie

Bagi para mahasiswa, proses panjang ini menjadi pengalaman berharga. Christy Gloria Tumimomor, mahasiswa yang memerankan karakter Ms. Casewell, mengaku mendapat banyak pelajaran selama latihan.

“Saya belajar kalau pertunjukan yang bagus itu bukan cuma soal kemampuan individu, tapi kekompakan tim. Pengalaman ini bikin saya makin percaya diri buat tampil dan bicara di depan umum,” ungkap Christy.

Kesan mendalam juga dirasakan para penonton. Jocelyn Tjiam Pamular Tjiamudjojo, salah satu penonton yang hadir, mengaku terpukau sepanjang pertunjukan.

Mind blowing banget. Meski padat dialog, ceritanya tetap seru dan bikin terpaku. Plot twist-nya paling membekas, apalagi ditambah set panggung yang sederhana tapi kerasa banget atmosfernya,” kata Jocelyn.

Antusiasme penonton tahun ini terbilang tinggi. Ratusan orang mendaftar untuk menyaksikan pementasan tersebut, termasuk alumni yang sengaja datang untuk bernostalgia.

Apresiasi juga datang dari pimpinan universitas. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) Priyo Hari Adi, Ph.D., memuji kerja keras seluruh tim produksi saat membuka acara.

“Saya berharap kegiatan seperti ini terus konsisten dan membawa dampak positif, baik untuk mahasiswa sebagai wadah belajar, maupun masyarakat luas sebagai penikmat seni,” tutur Priyo.

Pementasan ini menjadi bukti bahwa proses belajar di UKSW tidak terbatas di dalam ruang kuliah. Lewat tradisi Annual Drama Performance, mahasiswa diajak menerjemahkan teori menjadi aksi nyata, membentuk karakter, dan mengasah kreativitas dalam sebuah karya pertunjukan.

Tradisi Puluhan Tahun Kembali Hidup, FBS UKSW Pentaskan 'The Mousetrap' Karya Agatha Christie

Kegiatan ini menunjukan peran UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu ke-4 pendidikan berkualitas dan ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan. 

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.  Salam Satu Hati UKSW! (Arl_TimKomblik/foto:Itn)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com