Ibadah Senin yang berlangsung di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Senin (30/03/2026), hadir dalam nuansa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Gereja Toraja. Mengusung tema “Bersama Mengajar untuk Generasi Masa Depan”, ibadah ini menjadi momentum reflektif sekaligus penguatan peran pendidikan dalam pelayanan gereja. Perayaan ini juga menegaskan hubungan erat yang telah terjalin, di mana Sinode Gereja Toraja merupakan salah satu gereja pendukung UKSW.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian UKSW (WR KK) Profesor Yafet Yosafat Wilben Rissy dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi Gereja Toraja dalam dunia pendidikan, sekaligus menegaskan komitmen UKSW untuk terus berkolaborasi.
“UKSW siap mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi guru-guru di sekolah-sekolah Toraja, termasuk melalui program beasiswa yang telah berjalan,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa gereja memiliki peran dalam menghadirkan pendidikan, sehingga tidak boleh melupakan akar tersebut.
Lebih lanjut, ia menilai kepemimpinan Gereja Toraja saat ini telah menunjukkan langkah progresif dalam transformasi pendidikan, termasuk pengembangan sekolah dengan standar nasional dan internasional. Momentum HUT ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen gereja dan civitas academica untuk terus menjadi berkat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam kesempatan yang sama, melalui tayangan video, Ketua Umum Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, Pendeta Dr. Alfred Y. R. Anggui, M.Th., menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-79 Gereja Toraja tahun ini berfokus pada bidang pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa Gereja Toraja kini telah berkembang dengan lebih dari 1.200 jemaat lokal, 300 cabang kebaktian, serta dilayani oleh lebih dari 1.000 pendeta aktif yang tersebar di 17 provinsi di Indonesia dan sejumlah jemaat di Malaysia.
“Setiap perayaan ulang tahun memiliki fokus yang berbeda. Tahun ini, kami menaruh perhatian pada pendidikan dengan tema Toraja Mengajar untuk Generasi Masa Depan,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa kekuatan utama Toraja terletak pada sumber daya manusianya yang tersebar di berbagai wilayah.

Ruang Refleksi
Refleksi Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta Doly Rante Pangloly, M.Fil., yang menekankan pentingnya pendekatan relasional dalam proses pengajaran, khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, pengajaran akan lebih efektif ketika dibangun melalui relasi yang dekat dan penuh kepercayaan.
“Identitas generasi Z akan lebih mudah menerima pengajaran dari mereka yang dekat dan dipercaya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa setiap individu, baik sebagai pegawai, dosen, mahasiswa, maupun dalam peran lainnya, memiliki tanggung jawab sebagai pengajar dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam refleksinya, ia menekankan pentingnya keteladanan sebagai bentuk pengajaran yang paling nyata. “Generasi saat ini tidak hanya membutuhkan kata-kata, tetapi karakter yang dapat diteladani. Karena itu, teladanilah Kristus sebelum menjadi duta Kristus,” ungkapnya.
Ibadah tersebut turut dimeriahkan oleh penampilan Paduan Suara Gereja Toraja Cabang Kebaktian Salatiga yang membawakan lagu bertajuk “Jadikan Hatiku Istana Cintamu”.
Ibadah Senin dalam rangka HUT ke-79 Gereja Toraja ini menegaskan komitmen bersama antara UKSW dan Gereja Toraja dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 Pendidikan Berkualitas, SDGs ke-10 Berkurangnya Kesenjangan, serta SDGs ke-16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Sejalan dengan Asta Cita Presiden poin ke-3, kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing global.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 38 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Ish_TimKomblik/foto:PH)