UKSW Raih 14 Medali di Gubernur Jateng Cup 2026, Atlet Taekwondo Borong Prestasi Nasional

Komitmen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa kembali membuahkan hasil. Kontingen Kelompok Bakat Minat (KBM) Taekwondo UKSW sukses mengukir prestasi pada ajang Gubernur Jateng Cup 2026 dengan memboyong 14 medali, terdiri atas 7 medali emas, 5 medali perak, dan 2 medali perunggu.

Prestasi tersebut diraih dalam Gubernur Jateng Cup 2026, Kejuaraan Taekwondo Terbuka (Taekwondo Open Tournament) yang digelar di GOR Jatidiri, Semarang, pada Jumat hingga Minggu (26/06/2026 –28/06/2026). Kejuaraan berskala nasional ini mempertandingkan nomor kyorugi dan poomsae, serta diikuti 2.935 atlet dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia sebagai ajang pembinaan prestasi sekaligus pencarian bibit atlet potensial.

Tujuh medali emas dipersembahkan oleh Moses Landung Herwanto, mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi, yang meraih juara pada nomor Kyorugi Over 87 kg; Buce Charles Heizbert Manuhutu, mahasiswa Fakultas Psikologi, pada nomor Kyorugi Under 54 kg; Pius Deosan Figo, mahasiswa Fakultas Psikologi, pada nomor Kyorugi Under 54 kg; Rislon K.P. Watu, mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, pada nomor Kyorugi Under 54 kg; Rambu Kudu May Harabi, mahasiswa Fakultas Teologi, pada nomor Kyorugi Under 49 kg; Louisa Praysi C.P. Sahabang, mahasiswa Fakultas Psikologi, pada nomor Poomsae Individu; serta Atiti Hayu Widarani, mahasiswa Fakultas Interdisiplin, pada nomor Poomsae Individu.

Sementara itu, lima medali perak diraih Adhitya Wijaya, mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi, pada nomor Kyorugi Under 58 kg; Nafasya Faradila Rahadistara, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, pada nomor Kyorugi Under 49 kg; Maxeen Irving Stevano Handy, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis, pada nomor Kyorugi Under 54 kg; Tarsis Butros Dimara, mahasiswa Fakultas Interdisiplin, pada nomor Kyorugi Under 54 kg; serta Ruth Angel, mahasiswa Fakultas Psikologi, pada nomor Poomsae Individu.

Adapun dua medali perunggu disumbangkan oleh Rafael Figo Armando Fousta, mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi, pada nomor Kyorugi Under 74 kg, serta Dewangga Sakti Edo Putra, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, pada nomor Kyorugi Over 87 kg.

Bagi para atlet, capaian tersebut merupakan buah dari latihan yang disiplin dan konsisten selama berbulan-bulan. Salah satu peraih medali emas, Pius Deosan Figo, mengungkapkan bahwa selain kemampuan teknik, kondisi fisik menjadi faktor penting dalam pertandingan.

“Dalam taekwondo bukan hanya kemampuan teknik yang menentukan hasil pertandingan, tetapi juga stamina. Jika stamina menurun, performa saat bertanding juga akan ikut menurun,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan UKSW yang dinilai berperan besar dalam perjalanan para atlet hingga mampu berkompetisi di tingkat nasional.

“UKSW tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga fasilitas latihan, pelatih, doa, dan motivasi sehingga kami dapat bertanding dengan maksimal,” katanya.

Hal senada disampaikan peraih medali perak kelas Kyorugi Under 58 kilogram, Adhitya Wijaya. Menurutnya, persaingan di Gubernur Jateng Cup 2026 berlangsung sangat kompetitif karena mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah.

“Hasil ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan memotivasi saya untuk terus berlatih, memperbaiki kekurangan, serta mempersiapkan diri agar bisa meraih hasil yang lebih baik di kompetisi berikutnya,” tuturnya.

Sementara itu, peraih medali perak nomor Poomsae Individu, Ruth Angel, menilai kesiapan mental menjadi tantangan terbesar dalam nomor yang diikutinya.

“Musuh terbesar itu diri sendiri karena dalam poomsae bukan hanya teknik, tetapi juga mental yang siap untuk berkompetisi,”ungkapnya.

Keberhasilan meraih 14 medali menjadi bukti konsistensi pembinaan olahraga prestasi di UKSW. Melalui pembinaan KBM Taekwondo, dukungan fasilitas, pendampingan pelatih, serta apresiasi terhadap mahasiswa berprestasi, UKSW terus mendorong lahirnya atlet-atlet muda yang mampu bersaing dan mengharumkan nama kampus di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui capaian ini, UKSW turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas, SDGs ke-16 yaitu Perdamaian dan Keadilan, serta SDGs yaitu ke-17 Kemitraan, sekaligus sejalan dengan Asta Cita poin ke-4 dalam penguatan sumber daya manusia dan pendidikan, serta poin ke-8 dalam membangun harmoni sosial dan sikap saling menghargai.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.  Salam Satu Hati UKSW! (Arl_TimKomblik/foto:Arn)

UKSW Raih 14 Medali di Gubernur Jateng Cup 2026, Atlet Taekwondo Borong Prestasi Nasional
Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com