Setelah meraih predikat Unggul Sistem Informasi Kinerja dan Tata Kelola Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) 2025, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) terus memperkuat pembinaan mahasiswa untuk menghadirkan prestasi yang berkelanjutan, sekaligus menegaskan posisinya sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Kristen yang memperoleh penghargaan bergengsi tersebut. Predikat Unggul ini merupakan pengakuan tertinggi dalam penilaian kinerja kemahasiswaan nasional dan hanya diberikan kepada 66 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Tidak hanya diakui secara kelembagaan, UKSW juga menempati Top 3 PTS dengan mahasiswa berprestasi terbanyak versi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa kampus yang dikenal sebagai “Indonesia Mini” ini mampu menghadirkan mahasiswa yang unggul, kreatif, dan berdampak positif bagi masyarakat.
Menurut Giner Maslebu, S.Pd., S.Si., M.Pd., Direktur Direktorat Kemahasiswaan UKSW, pencapaian tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan pembinaan mahasiswa, terutama dalam membentuk profil lulusan berkarakter “Creative Minority” atau mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan siap menjadi agen perubahan.
“Kami memberi ruang bagi setiap mahasiswa untuk belajar, berkembang, dan berkolaborasi. Pendekatan kami inklusif, sehingga semua mahasiswa, dari berbagai latar belakang, memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi,” jelas Giner.
Capaian ini juga menjadi berkat bagi UKSW, karena karakteristik unik mahasiswa yang berasal dari seluruh Indonesia menjadikan kampus ini sebagai potret Keindonesiaan yang utuh. Untuk mendukung itu, UKSW memberikan ruang pengembangan diri yang luas melalui berbagai program dan komunitas. Di bidang seni suara, Paduan Suara UKSW Voice of Satya Wacana Christian University (SWCU) dan berbagai Vokal Grup seperti Lentera Kasih, dan Voice of Theology secara konsisten menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Kekayaan karakter suara mahasiswa dari berbagai daerah yang dikelola dengan cermat menghasilkan lantunan lagu yang merdu dan memukau.
Di bidang sains dan teknologi, Robotics Research Center (R2C) UKSW menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan penelitian, inovasi, dan teknologi. Sementara itu, mahasiswa yang tertarik pada debat, kepemimpinan, dan pengalaman internasional dapat menyalurkan minatnya melalui Satya Wacana Debating Forum (SWDF), Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC), dan forum lainnya yang rutin menghadirkan berbagai program pengembangan diri dan kompetisi.
Untuk aktivitas olahraga, UKSW menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang dalam cabang-cabang seperti Basket, Futsal, Taekwondo, Karate, Muay Thai, dan lain-lain, sehingga potensi fisik dan kerja sama tim dapat diasah secara optimal. Selain itu, keberadaan komunitas etnis dan budaya tetap mendapat dukungan penuh dari Direktorat Kemahasiswaan, memberikan mahasiswa kesempatan untuk mengenal dan merayakan keberagaman budaya dari seluruh Indonesia.
Kedua prestasi Puspresnas dan SIMKATMAWA ini menjadi pengakuan dari pemerintah Republik Indonesia yang menempatkan UKSW di jajaran Perguruan Tinggi berprestasi, sekaligus mendukung perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan komitmen UKSW untuk menjadi kampus unggul yang berdampak, inklusif, dan berfokus pada pengembangan prestasi mahasiswa, sekaligus memperkuat kontribusinya bagi perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan predikat Unggul, berbagai prestasi mahasiswa, dan pembinaan Creative Minority, UKSW terus membuktikan diri sebagai PTS Kristen yang progresif, inklusif, dan berdampak, sekaligus menjadi tempat bagi mahasiswa untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi secara berkelanjutan.
Prestasi UKSW dalam SIMKATMAWA dan PUSPRESNAS menjadi wujud komitmen UKSW dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDGs No 4, yaitu pendidikan berkualitas dan mendukung program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan ASTA CITA 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 37 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Upk_TimKomblik/foto:Komblik)