Wapres Gibran Kunjungi Expo Produk Inovasi UKSW: Karya Creative Minority di Kompetisi Dunia

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming tegaskan pentingnya Artificial Intelligence (AI) dalam program hilirisasi digital serta turut mengapresiasi terobosan karya creative minority melalui Expo Produk Inovasi dalam rangkaian Talkshow “Arah Baru Pembangunan Nasional”, Senin (26/01/2026) di Balairung UKSW.

Dipandu oleh dua host dari setwapres Budi Adiputro dan Arie Putra sebagai moderator, Wapres Gibran menyampaikan pesan penting mengenai hilirisasi digital yang mengedepankan peran Artificial Intelligence (AI) dalam arah pembangunan bangsa.

“Kita akan membangun infrastruktur digital, SDM (Sumber Daya Manusia-red), blockchain, serta memperkenalkan AI ini sedini mungkin. Kita ini mempunyai bonus demografi yang luar biasa, ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Selepas Talkshow, Wapres Gibran turut mengunjungi Expo Produk Inovasi UKSW bertema “Karya Creative Minority Berdampak untuk Bangsa”. Pada kunjunganya bersama Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami ke 25 stan pameran ini, setidaknya 46 produk inovasi dari sejumlah fakultas dan Pusat Studi UKSW dipamerkan secara langsung di hadapan orang nomor dua di Indonesia itu. 

Inovasi Teknologi AI-Agrikultur

Seturut dengan semangat hilirisasi digital, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi kepada salah satu produk inovasi mahasiswa Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) yang berhasil menciptakan teknologi agrikultur berbasis AI.

Kolaborasi mahasiswa dari dua fakultas ini berhasil melakukan terobosan teknologi agrikultur dengan menciptakan alat Acclimate: Smart and AI-Driven System Portable Rack for Precise Tissue Culture Seeding Acclimatization. Sebuah alat aklimatisasi benih tanaman terintegrasi dengan AI yang sukses meraih TOP 10 Agriculture Technology dalam ajang Technofest 2025 di Turki.

Amadeo Wisesa, ketua tim yang juga ketua Robotics Research Center (R2C) menjelaskan bagaimana alat Acclimate sebagai terobosan inovatif pengembangan benih tanaman dalam rangka adaptasi setelah melalui proses laboratorium.

Acclimate merupakan alat aklimatisasi tanaman. Ketika tanaman keluar dari laboratorium memiliki suhu sekitar 17 derajat, apabila ia langsung diletakan pada open field, maka ia akan mati. Alat Acclimate ini bekerja sebagai media adaptasi tanaman, semacam inkubator bayi,” jelasnya.

Smart Fast Charging

Tak hanya itu, Expo Produk Inovasi ini juga menyuguhkan hasil Program Hilirisasi Riset melalui karya unggulan berbasis AI yaitu, AI-Driven Smart Fast Charging fot Green Agricultural EVs.

Produk inovasi besutan Profesor Kristoko Dwi Hartono dan Profesor Hindriyanto Dwi Purnomo bersama periset aras universitas ini mengembangkan prototipe smart charging berbasis deep learning yang mampu mengoptimalkan kinerja baterai listrik dan efisiensi energi melalui proses pengisian daya.

Berawal dari penelitian yang menemukan ketidakakuratan indikator pengisian dan masa usia baterai, Profesor Kristoko Dwi Hartono bersama periset lainnya mengintegrasikan data baterai elektrik dengan teknologi kecerdasan buatan guna menciptakan terobosan mutakhir.

“Kami ingin memunculkan sebuah inovasi smart fast charger berbasis pada teknologi deep learning. Dengan mengumpulkan data-data baterai, kemudian kami prediksi melalui teknologi AI untuk mendapat hasil yang presisi,” paparnya.

Profesor Kristoko menyampaikan dalam kunjungannya ke stan inovasi, Wapres Gibran memberikan dukungan untuk inovasi Green Agricultural EVs (Electric Vehicles) dan ke depan bisa dijadikan riset unggulan UKSW.

“Harapannya tentu Wapres nantinya dapat memberikan atensi serta memberikan fasilitas lebih bagi kami untuk melakukan penelitian lebih dalam lagi terkait dengan program ini,” ucapnya.

Produk Inovasi Terbaik

Adapun Penanggung Jawab Expo Produk Inovasi, Dr. Linda Ariany Mahastanti, SE., M.Sc., menegaskan kembali bahwa produk yang dipamerkan telah melalui proses kurasi ketat serta menjadi produk inovasi terbaik UKSW.

“Pada intinya kami ingin menampilkan produk-produk inovasi terbaik dari creative minority UKSW dan kita ingin mempersembahkan untuk bangsa dan negara ini, serta hasil-hasil ini kita harapkan dapat berdampak dalam memecahkan masalah-masalah di masyarakat,” tukasnya.

Melalui Expo Produk Inovasi ini, UKSW menunjukkan dukungan nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke 4 yaitu pendidikan berkualitas dan SDGs ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan. Selain itu, penyelenggaraan acara ini sekaligus mendukung Asta Cita Presiden, 4 mengedepankan pengembangan sumber daya manusia.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 37 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati! (Ctr_TimKomblik/Foto: DivpromKomBlik). 

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp