Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming hadir sebagai pembicara tunggal dalam acara Talk Show bertajuk “Arah Baru Pembangunan Nasional” di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Senin (26/01/2026) siang. Acara ini diikuti oleh 1.000 civitas academica UKSW sebagai peserta.
Selama talk show berlangsung, Wapres RI didampingi langsung oleh Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami, Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Profesor Hindriyanto Dwi Purnomo dan mahasiswa Fakultas Hukum Darto Melius Sergio Daby, untuk memberikan pandangan kritis terhadap pembangunan Indonesia. Acara diskusi ini dipandu oleh dua host dari setwapres Budi Adiputro dan Arie Putra sebagai moderator.
Dalam paparannya, Wapres RI menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan program pembangunan nasional secara berkelanjutan, khususnya progres pembangunan di Papua, percepatan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta peran Artificial Intelligence (AI) bagi pembangunan Indonesia.
“Kami melanjutkan apa yang telah dimulai oleh pemimpin sebelumnya, Wapres RI Ma’Ruf Amin. Pembangunan daerah Papua terus menjadi prioritas pemerintah dengan pendekatan di bidang kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur terutama pembangunan trans Papua,” katanya.
Membangun Papua
“Terima kasih kepada Wapres Gibran Rakabuming yang sudah datang dan berdiskusi di UKSW. Saya sebagai mahasiswa asal Papua merasakan kemajuan pembangunan yang sudah membaik, harapan ke depannya pembangunan harus melibatkan masyarakat dan pelajar yang selesai belajar di luar Papua,” ujar Darto Melius Sergio Daby mahasiswa UKSW asal Wamena.
Menurutnya, program pemerintah yang sudah terlaksana untuk mendukung kemajuan Papua ada beberapa hal, yaitu pembangunan rumah sakit, peningkatan fasilitas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), program Sekolah Rakyat, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pembangunan pasar tradisional.
Wapres Gibran Rakabuming menanggapi positif apa yang disampaikan oleh Darto Melius Sergio Daby. Ditegaskannya, pembangunan yang dilakukan di Papua saat ini tetap melibatkan masyarakat. “Saya mengajak mahasiswa Papua yang berada di UKSW, setelah lulus dapat turut ambil bagian dan terlibat dalam membangun Papua secara bersama-sama, karena saya tidak bisa bergerak sendiri,” imbuhnya.
Menanggapi isu pembangunan IKN, Wapres RI menjelaskan bahwa progres pembangunan berjalan sesuai timeline dan sesuai target. Ia menepis anggapan negatif bahwa IKN menjadi ghost town, seraya menuturkan bahwa IKN adalah hasil karya anak bangsa yang dirancang sebagai kota yang aman dan modern. “Oleh karena itu, saya juga mengajak mahasiswa UKSW untuk terlibat dan melihat langsung suasana di IKN,” ungkapnya.
Wapres RI juga menekankan pentingnya literasi AI sejak usia dini, penguatan ekosistem digital hingga pemanfaatan AI bagi kehidupan masyarakat. “Edukasi tentang AI dimulai pada usia paling muda, hal ini bertujuan untuk mengasah critical thinking. Saya berharap generasi muda bisa tampil dan lebih adaptif sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi melainkan juga produsen,” jelasnya.
Wapres Apresiasi UKSW
Menutup paparannya, Wapres RI menyampaikan apresiasi positifnya kepada UKSW karena telah konsisten menyumbang prestasi dengan membawa nama Indonesia di kancah dunia. Apresiasi diberikan saat salah satu mahasiswa penanya Charlotte Putri Bandono dari Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) bersama timnya berhasil meraih penghargaan Top 10 TEKNOFEST 2025 pada kategori Agriculture Technology, Istanbul, Turki.
“Apresiasi untuk UKSW telah mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti kompetisi tingkat dunia. Ini adalah bukti UKSW selalu adaptif, inovatif, dan mempunyai impact,” pungkasnya.
Setelah acara talk show, Wapres RI berkesempatan mengunjungi sejumlah stan inovasi karya mahasiswa dan dosen UKSW, kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon Lohansung Silver.
Inovasi Berdampak
Sementara itu, dalam sapaan hangatnya Rektor Intiyas menegaskan komitmen UKSW untuk menghadirkan pendidikan tinggi dengan suasana belajar yang berkualitas, asyik, dan menyenangkan. Rektor Intiyas juga mengatakan bahwa UKSW sudah melahirkan berbagi riset, teknologi terapan, dan inovasi berdampak. Berbagai inovasi tersebut diantaranya adalah pengembangan model komputer cerdas (Geo-AI Hybrid), pengembangan aplikasi Ness-App, dan smart monitoring transformer berbasis deep learning.
“UKSW mempunyai Fakultas Teknologi Informasi sehingga AI sudah digunakan para peneliti UKSW untuk mengatasi berbagai permasalahan bangsa, seperti untuk mengatasi bencana, produksi wallet, dan lainnya,” kata Rektor UKSW.
Turut hadir dalam acara ini yakni Wakil Gubernur Jawa Tengah H.Taj Yasin Maimoe, Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin., Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Salatiga Dance Ishak Palit, M.Si., Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, ST., M.Si., dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tamu undangan lainnya.
Talk show interaktif ini merupakan kontribusi nyata UKSW dalam mencapai SDGs ke-4 pendidikan berkualitas. Serta menjadi wujud nyata UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 37 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW. (Wiw_TimKomblik/Foto:DivPromKomBlik)