Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) menyelenggarakan Workshop Academic Writing berjudul “How to Publish in High Reputation Journal” pada Jumat (24/4/2026) di Graha Kartini.
Workshop ini menghadirkan dua akademisi dari Chaoyang University of Technology (CYUT), Taiwan, yaitu Profesor Chin-Ling Chen, Ph.D. dan Dr. Zi Yi Lim. Profesor Chin-Ling Chen merupakan Distinguished Professor yang termasuk dalam daftar Top 2% Scientist dunia, dengan pengalaman luas dalam publikasi di jurnal internasional bereputasi. Kehadirannya memberikan kesempatan bagi civitas academica UKSW untuk memperoleh wawasan langsung dari praktisi yang telah berpengalaman di tingkat global.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, baik luring maupun daring ini dipandu Radius Tanone, Ph.D., dosen Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW, dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa UKSW, khususnya mahasiswa pascasarjana jenjang magister dan doktoral.
Penyelenggaraan kegiatan ini didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan UKSW. Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UKSW, Profesor Hindriyanto Dwi Purnomo, Ph.D., mengungkapkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut. “Publikasi pada jurnal internasional bereputasi menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan kualitas akademik serta daya saing universitas di tingkat global. Oleh karena itu, penguatan kemampuan menulis ilmiah menjadi langkah strategis yang terus diupayakan,” jelas Profesor Hindriyanto.

Membuka jejaring akademik global
Selain meningkatkan kompetensi individu, workshop ini juga menjadi sarana untuk memperluas jejaring akademik dengan institusi luar negeri. “Kehadiran pembicara dari CYUT Taiwan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut, baik dalam bidang penelitian maupun publikasi ilmiah bersama. Hal ini sejalan dengan upaya UKSW untuk memperkuat koneksi internasional dalam pengembangan riset,” pungkas Profesor Hindri yang merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Elektro dan Informatika UKSW ini.
Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting dalam proses penulisan, mulai dari penyusunan struktur artikel, pemilihan jurnal yang tepat, hingga pemahaman terhadap proses peer-review. Selain itu, peserta juga mendapatkan berbagai tips praktis dalam menyusun tulisan yang jelas, sistematis, dan memiliki kekuatan dalam menyampaikan kontribusi penelitian.
Pendekatan yang diberikan dalam workshop ini menekankan pentingnya menyampaikan tujuan penelitian secara jelas sejak awal, serta mengembangkan tulisan secara runtut hingga tahap akhir. Dengan pemahaman tersebut, peserta diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki daya saing dalam publikasi internasional.
Komitmen UKSW dalam budaya riset
Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan jumlah publikasi internasional civitas academica UKSW. Peningkatan tersebut tidak hanya berdampak pada pengembangan individu peneliti, tetapi juga pada posisi universitas dalam pemeringkatan global, di mana publikasi ilmiah menjadi salah satu indikator utama.
Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian program pengembangan penulisan ilmiah yang secara rutin diselenggarakan oleh UKSW, seperti Academic Writing Bootcamp dan UKSW Writers Camp. Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan menulis ilmiah dengan target peserta yang beragam, namun memiliki tujuan yang sama.
Ke depan, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga diarahkan pada penguatan kolaborasi, baik dalam penelitian maupun publikasi ilmiah. Selain itu, peluang kerja sama dengan CYUT juga dapat berkembang ke program lain seperti pertukaran mahasiswa, dual degree, hingga pembimbingan bersama. Melalui kegiatan ini, UKSW menegaskan komitmennya dalam membangun budaya riset yang kuat serta meningkatkan daya saing akademik di tingkat internasional.
Melalui penyelenggaraan Workshop Academic Writing ini, UKSW tidak hanya memperkuat kapasitas akademik civitasnya, tetapi juga turut mewujudkan nilai-nilai Asta Cita ke-4, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, dan pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kontribusi nyata UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas serta SDGs ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi akademik internasional.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 36 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (Upk_TimKomblik/foto:DivpromKomblik)