Bukan Es Krim Biasa: Mahasiswa UKSW Hadirkan YoKe, Inovasi Berbasis Sains yang Kaya Manfaat

Siapa sangka, semangkuk es krim yang segar di lidah bisa menjadi pintu masuk untuk mengenalkan pentingnya kesehatan usus? Berangkat dari ruang kuliah Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), tiga mahasiswa sukses mengubah teori ilmiah pangan fermentasi menjadi lini bisnis yang menjanjikan. Mereka menamainya YoKe, perpaduan yoghurt dan kefir dalam wujud es krim yang lezat sekaligus kaya manfaat.

Inovasi yang digagas oleh Ian Yunisa Putri Adabil, Veronika Dewi Wulandari, dan Marchella Glory Putricia ini menjadi bukti bahwa sains bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan. Di bawah bimbingan Andreas Binar Aji Sukmana, S.Si., M.S., mereka ingin menghadirkan pangan fungsional yang mudah dinikmati semua kalangan tanpa kehilangan nilai kesehatannya.

Eksistensi YoKe sebenarnya bukan instan. Tim ini berhasil lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), sebuah program yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk mendukung mahasiswa yang telah memiliki usaha melalui pembinaan, pendampingan, pelatihan, serta bantuan pendanaan agar bisnisnya berkembang secara berkelanjutan. 

Prestasi ini semakin istimewa karena pada penyelenggaraan P2MW 2026 hanya 267 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia yang berhasil lolos sebagai penerima pendanaan, menandakan ketatnya proses seleksi di tingkat nasional. Jauh sebelum itu, tiga mahasiswa ini sudah merintisnya sejak tahun 2023. Selama hampir tiga tahun, mereka konsisten memperkenalkan produk lewat bazar, ekspo, hingga pesanan langsung.

Mengedukasi Lewat Setiap Sendokan

Pasar pun merespons positif. Saat berkolaborasi dengan Saloka Theme Park, es krim YoKe laku terjual hingga berliter-liter. Pada awal bulan Juni 2026 ini saja, mereka sukses memenuhi pesanan 250 cup dan 150 cup lainnya sudah antre untuk diproduksi bulan depan.

Untuk menjaga mutu, YoKe menggandeng The Creamery sebagai pemasok susu lokal, serta Saloka Theme Park dan Ayo Ngafe sebagai mitra strategis perluasan pasar.

Namun bagi tim YoKe, urusan bisnis bukan cuma soal angka penjualan. Ada misi edukasi yang mereka selipkan di setiap sendokan es krim.

Setiap kali membuka stan di ekspo Fakultas Biologi maupun kegiatan gereja, mereka aktif menjelaskan manfaat probiotik dan pentingnya menjaga keseimbangan mikrobiota usus kepada pengunjung. Edukasi ini bahkan sering menyasar anak-anak agar mereka akrab dengan pangan sehat sejak dini. Pendekatan ini membuat YoKe sukses menjadi media komunikasi sains yang sederhana sekaligus adaptif di masyarakat.

Kini, setelah resmi lolos pendanaan P2MW, YoKe bersiap memasuki babak baru untuk memperluas kapasitas produksi dan memperkuat model bisnisnya.

Di balik dinginnya semangkuk es krim YoKe, ada semangat tiga mahasiswa yang percaya bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh mandek di laboratorium. Lewat kreativitas dan jeli melihat peluang, mereka berhasil mengubah riset akademis menjadi produk komersial yang membawa manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat.

Inovasi ini menjadi representasi nyata komitmen UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 yaitu pendidikan berkualitas, SDGs ke-9 yaitu Industri, Inovasi dan Infrastruktur, dan SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Capaian ini juga sejalan dengan Asta Cita poin ke-4 yaitu dalam penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan, serta poin ke-6 yaitu dalam membangun tata kelola ekonomi dan kelembagaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.  Salam Satu Hati UKSW! (Arl_TimKomblik/foto:Divpromkomblik)

Bukan Es Krim Biasa: Mahasiswa UKSW Hadirkan YoKe, Inovasi Berbasis Sains yang Kaya Manfaat
Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp