Doktor Baru Studi Pembangunan UKSW Bedah Pendidikan Kearifan Lokal dan Transformasi Digital

Program Studi Doktor Studi Pembangunan (DSP) Fakultas Interdisiplin (FID) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), kembali melahirkan doktor baru melalui ujian terbuka Promosi Doktor yang diselenggarakan di Ruang Probowinoto pada Jumat (03/07/2026).

Promovendus yang dinyatakan lulus ialah Angela Atik Setiyanti, yang merupakan dosen Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW, dengan disertasi berjudul “Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital: Adaptasi Smartphone dan Penataan Ulang Pembelajaran pada Komunitas Samin.” Dalam penelitiannya, Angela Atik Setiyanti menyoroti permasalahan dikotomis antara budaya lokal dan perkembangan teknologi pada masyarakat adat. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa masyarakat Samin tidak menolak modernitas, melainkan melakukan penataan ulang pembelajaran melalui negosiasi kultural atas penggunaan smartphone tanpa mengikis nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan, dan kerukunan.

“Transformasi digital bukan ancaman bagi pendidikan masyarakat adat, melainkan peluang untuk menata kembali sistem pembelajaran agar tetap mampu mempertahankan jati diri budaya di tengah modernitas,” jelasnya. Pemikiran tersebut menjadi puncak dari dedikasi akademiknya, di mana Angela Atik Setiyanti berhasil menyelesaikan seluruh masa studinya dalam waktu dua tahun dan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Doktor Baru Studi Pembangunan UKSW Bedah Pendidikan Kearifan Lokal dan Transformasi Digital

Menghasilkan Riset Berdampak

Ujian terbuka ini dihadiri oleh jajaran tim promotor dan penguji, Dr. Rini Darmastuti, M.Si., selaku promotor 1, Titi Susilowati Prabawa, Ph.D., selaku promotor 2, dan Dr. J. Mardimin selaku ko-promotor. Selain itu, hadir pula tim penguji yang terdiri dari Sri Hastjarjo, Ph.D., sebagai penguji eksternal, serta Dr. Teguh Wahyono dan Dr. Dharmaputra T. Palekahelu sebagai penguji.

Wakil dekan FID Titi Susilowati Prabawa, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Angela Atik Setiyanti yang mampu menyelesaikan studi doktoralnya dengan dedikasi tinggi. Capaian ini dipandang sebagai bukti nyata kontribusi dosen FTI dalam memperkaya khazanah keilmuan di FID, sekaligus mempertegas komitmen Program Studi Doktor Studi Pembangunan FID UKSW dalam menghasilkan penelitian yang responsif terhadap berbagai persoalan sosial, politik, dan budaya di tingkat lokal maupun internasional.

Keberhasilan ini menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam mendukung Asta Cita ke-4 mengenai pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan akses teknologi, serta misi ke-8 terkait harmoni lingkungan, budaya, dan toleransi. Kegiatan ini menandai bahwa UKSW terus berkomitmen menciptakan creative minority yang berkontribusi dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yaitu pendidikan berkualitas, ke-8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 34 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Ant_TimKomblik/foto:Ant)

Doktor Baru Studi Pembangunan UKSW Bedah Pendidikan Kearifan Lokal dan Transformasi Digital

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp