Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) membekali 185 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang akan mengikuti Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 1, 3, dan 4 Tahun Akademik 2026/2027. Pembekalan ini menjadi persiapan mahasiswa sebelum melaksanakan PLP di 38 sekolah mitra di Salatiga, Semarang, dan wilayah sekitarnya.
Kegiatan pembekalan berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (1 dan 2/9/2026), di Ruang E201 Gedung FKIP UKSW. Sebanyak 88 mahasiswa mengikuti PLP 1, sedangkan 97 mahasiswa lainnya mengikuti PLP 3 dan 4. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dipersiapkan untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan pengalaman langsung di lingkungan sekolah.
Para peserta akan melaksanakan PLP di 38 sekolah mitra yang tersebar di Kota Salatiga, Kota Semarang, serta wilayah Ambarawa, Pabelan, Tengaran, Tuntang, dan Getasan. Kegiatan lapangan dijadwalkan berlangsung mulai September hingga awal Desember 2026.
Selama dua hari pembekalan, para peserta menerima beragam materi penting dari jajaran dosen FKIP UKSW. Pembahasan tak hanya berfokus pada alur teknis PLP di tiap tahapannya, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pemahaman perencanaan pembelajaran berbasis deep learning serta penguatan etika profesi keguruan. Melalui materi-materi tersebut, mahasiswa dibekali pemahaman mendalam tentang tata cara penyusunan pembelajaran hingga pembentukan etika profesi yang kuat selama berada di lingkungan sekolah mitra.
Pembagian Peran dan Output Nyata
Setiap jenjang PLP memiliki skema dan target capaian yang berdedikasi. Bagi peserta PLP 1, kegiatan dilakukan satu kali seminggu dengan output berupa laporan hasil observasi sekolah. Sementara bagi peserta PLP 3 dan 4, sistem yang diterapkan adalah sistem blok (Senin sampai Sabtu sesuai jam kerja sekolah).
Output untuk PLP 3 berfokus pada laporan implementasi pembelajaran di kelas. Adapun PLP 4 mengusung karsa yang unik, yakni berupa Gelar Karya hasil pembimbingan siswa dalam kegiatan non-akademik—seperti seni tari, angklung, hingga pendampingan pengolahan produk daur ulang.
Ketua Program Studi PGSD FKIP UKSW, Agustina Tyas Asri Hardini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan harapannya agar momen ini dapat membentuk identitas profesional mahasiswa.
“Kami harap melalui kegiatan PLP mahasiswa memperoleh pengalaman nyata di dunia kerja, melalui kegiatan berinteraksi langsung dengan siswa dan guru di sekolah. Mahasiswa dapat menghubungkan teori di perkuliahan dengan praktik nyata di sekolah, sehingga membentuk kesiapan dan identitas sebagai calon guru,” ungkap Agustina Tyas Asri Hardini.
Ia juga menambahkan, pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga dalam mengasah kompetensi pedagogik, kepribadian, serta profesionalisme yang berintegritas dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Tak lupa, mahasiswa diimbau untuk senantiasa menjaga nama baik almamater UKSW, menjalin komunikasi yang santun dengan pihak sekolah mitra dan dosen pembimbing, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Upaya tersebut sekaligus memperkuat kontribusi UKSW terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 tentang pendidikan berkualitas, serta SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Hal ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, dan teknologi.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak tahun 1956 dan memiliki 15 fakultas dengan 65 program studi mulai jenjang Diploma hingga Doktor, serta 36 program studi terakreditasi Unggul dan A. Berlokasi di Salatiga, UKSW dikenal sebagai Kampus Indonesia Mini karena keberagaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui semangat Creative Minority, UKSW terus mendorong lahirnya lulusan yang mampu menjadi agen perubahan dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. (Upk_TimKomblik/foto: Istimewa)