Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali melahirkan generasi Creative Minority yang siap berkarya bagi masyarakat. Dalam Wisuda Periode IV Tahun 2026 yang digelar di Balairung UKSW, Kamis (29/10/2026), UKSW melepas 1.092 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan. Di antara para lulusan tersebut, terdapat 82 lulusan berprestasi yang telah mengukir pencapaian di bidang seni, penalaran, dan olahraga, mulai dari tingkat regional, nasional, hingga internasional. Capaian tersebut mencerminkan beragam potensi mahasiswa yang berkembang selama menempuh pendidikan di UKSW. Tiga di antaranya adalah Fendy Octavianto, S.E., Sarah Nur Azizah, S.I.Kom., dan Jacson Tamelan, M.Si., yang menorehkan prestasi melalui kompetisi komunikasi dan diplomasi internasional, taekwondo, serta futsal.
Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami menegaskan bahwa pengembangan potensi mahasiswa merupakan bagian penting dari proses pendidikan di UKSW. Lingkungan pembelajaran yang mendukung kreativitas, kolaborasi, dan keberanian mengambil peluang menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan serta menghadapi tantangan. Hal ini sejalan dengan semangat Creative Minority dan visi UKSW sebagai Entrepreneurship-Research University.
“Prestasi lulusan UKSW yang diwisuda menunjukkan bagaimana potensi tersebut dikembangkan melalui proses pendidikan dan pengalaman selama di UKSW,” ungkap Rektor Intiyas.
Dukungan lingkungan kampus, pendampingan dosen, dan kesempatan mengikuti kompetisi menjadi bagian dari proses mahasiswa mengembangkan kemampuan serta membangun kepercayaan diri. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para lulusan untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.
Mengasah Komunikasi hingga Panggung Internasional
Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Fendy Octavianto, menorehkan prestasi dalam kompetisi komunikasi dan diplomasi. Pada 2026, ia meraih penghargaan Honorable Mention of UNESCO dalam IMUN Yogyakarta, kompetisi tingkat internasional yang diikuti peserta dari dua negara dengan jumlah lebih dari 30 orang. Sebelumnya, Fendy juga meraih Juara 1 dalam 3 Minute Speech Competition 2025, Public Speaking Challenge 2025, dan ISAC 2025.
Bagi Fendy, pencapaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan dirinya selama menjadi mahasiswa UKSW. Ia mengapresiasi kolaborasi dan dukungan dosen lintas fakultas yang membantunya membangun kepercayaan diri untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
“Prestasi-prestasi ini menunjukkan perkembangan saya secara pribadi di lingkungan UKSW. Kolaborasi dan dukungan dari dosen lintas fakultas menunjukkan kekompakan dinamika antara mahasiswa dan dosen yang melampaui batasan fakultas dan program studi,” ungkap Fendy.
Ia berharap pencapaiannya dapat mendorong mahasiswa lain untuk berani keluar dari zona nyaman dan mencoba berbagai kesempatan. “Jika mahasiswa lain merasa dirinya terlalu kaku atau malu, saya juga pernah merasakan demikian. Namun, mewakili nama UKSW di panggung nasional dan internasional selalu bisa mendorong diri menjadi versi yang lebih baik, sekaligus mengharumkan nama kampus,” tuturnya.
Setelah lulus, Fendy berencana berkarier di perusahaan yang menghargai komunikasi secara jelas dan langsung. Baginya, kemampuan berkomunikasi merupakan bekal penting di berbagai bidang industri.

Menjaga Disiplin dan Konsistensi melalui Taekwondo
Sarah Nur Azizah dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) meraih Juara 1 Kategori Poomsae Individu Senior Putri dalam Kejuaraan Tae Kwon Do Bupati Sleman Cup 2023. Kompetisi tingkat regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut diikuti 640 atlet.
Taekwondo yang telah lama ditekuninya mengajarkan Sarah tentang kedisiplinan, kerja keras, konsistensi, dan sikap pantang menyerah. Kesempatan mewakili UKSW dan meraih medali emas menjadi pengalaman berharga karena ia dapat membawa nama kampus melalui bidang yang diminatinya.
“Ketika mendapat kesempatan untuk mewakili UKSW dan berhasil meraih medali emas, saya merasa bangga karena bisa membawa nama kampus melalui bidang yang sudah lama saya tekuni,” tutur Sarah.
Pengalaman sebagai atlet juga membantunya memahami pentingnya komitmen dalam menyeimbangkan kegiatan olahraga dan tanggung jawab akademik. Sarah berharap pencapaiannya dapat memotivasi mahasiswa lain untuk mengembangkan minat dan bakat masing-masing. Menurutnya, prestasi bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga proses yang membentuk diri dan memberikan dampak positif bagi orang lain.
Setelah lulus, Sarah ingin terus mengembangkan kemampuan profesional dan personal, serta terbuka untuk mempelajari hal-hal baru yang relevan dengan bidang yang ditekuni.
Membangun Kerja Sama dan Sportivitas melalui Futsal
Jacson Tamelan dari Fakultas Teologi menorehkan sejumlah prestasi melalui kompetisi futsal. Ia meraih Juara 3 dalam Kompetisi City Series dan Regional Provinsi Jawa Tengah Euro Esport Futsal Kampus 2024, Juara 2 Kejuaraan Futsal Piala Rektor STIKOM Bali 2025, dan Juara 3 Liga Futsal Mahasiswa Tingkat Nasional 2025 kategori putra. Pada 2026, ia kembali meraih prestasi dengan menjadi Juara 1 Piala Diponegoro.
Bagi Jacson, kesempatan mewakili UKSW menjadi pengalaman berharga yang mengajarkannya tentang kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab. Ia juga merasakan bahwa lingkungan kampus yang positif, dukungan dosen, serta fleksibilitas dalam menjalani kegiatan akademik membantunya menyeimbangkan perkuliahan dengan aktivitas olahraga.
“Prestasi futsal ini menjadi kebanggaan bagi saya karena mendapat kesempatan mewakili UKSW. Pencapaian ini menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan saya tentang harapan, kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab selama menjadi mahasiswa,” ungkap Jacson.
Ia berharap prestasinya dapat membawa nama baik UKSW sekaligus menginspirasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan bakat dan percaya pada proses. Setelah lulus, Jacson berencana mengembangkan karier sesuai bidang pendidikannya sambil tetap mengasah kemampuan di bidang olahraga.
Kisah Fendy, Sarah, dan Jacson menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa dapat tumbuh melalui beragam bidang. Kemampuan komunikasi dan diplomasi, ketekunan dalam taekwondo, serta kerja sama dalam futsal menjadi ruang bagi mereka untuk belajar, mengembangkan diri, dan membawa nama UKSW. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para lulusan untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif di dunia profesional maupun masyarakat.
Wisuda Periode IV Tahun 2026 menjadi wujud nyata UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan. Selain itu, agenda ini juga merupakan kontribusi nyata UKSW dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Arl_TimKomblik/foto:Divpromkomblik)