Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) terus mendorong peningkatan literasi keuangan dan kesiapan mahasiswa menghadapi transformasi digital melalui kuliah umum berkolaborasi dengan BNI yang bertajuk “Navigasi Era Digital: Solusi Cashless BNI Menuju Society 5.0”, Kamis (29/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW ini menghadirkan Regional CEO (RCEO) BNI Regional Office 05 Semarang, Mesah Roni Ginting, ST., MBA., sebagai narasumber dan Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami sebagai moderator.
Sebanyak 315 mahasiswa dari berbagai fakultas, yakni FTI, Fakultas Ekonomika dan bisnis (FEB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) serta penerima beasiswa, mengikuti kegiatan ini. Melalui kuliah umum tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pengelolaan keuangan pribadi dan perkembangan layanan keuangan digital di era Society 5.0.

Rektor Intiyas menyampaikan kegiatan kuliah umum ini diselenggarakan sebagai bentuk sinergi perguruan tinggi dengan dunia perbankan dan juga wadah pembelajaran mahasiswa dengan praktisi yang ahli dibidangnya.
Dalam pemaparannya, Mesah Roni Ginting mengajak mahasiswa memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijak sejak dini, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, menyisihkan dana untuk menabung dan berinvestasi, hingga menyiapkan dana darurat. Kemampuan mengelola keuangan tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk membangun kemandirian dan perencanaan finansial yang sehat.
Selain mengajak mahasiswa bijak dalam mengelola keuangan, Mesah Roni Ginting juga menyoroti pentingnya aspek keamanan dalam pengembangan layanan keuangan digital. Ia menjelaskan bahwa kemudahan bertransaksi perlu diimbangi dengan perlindungan yang memadai agar pengguna tetap merasa nyaman dan aman.
“Dalam mendesain sesuatu, kita harus selalu melihat dari dua sisi, yaitu keamanan dan kenyamanan. Produk harus nyaman digunakan, tetapi tetap aman, terlebih jika berkaitan dengan finansial,” ungkapnya.
Selain itu, ditekankan pula pentingnya disiplin menabung dan berinvestasi sejak masa kuliah melalui instrumen yang mudah dijangkau mahasiswa, seperti reksa dana pasar uang maupun emas digital yang dapat dimulai dari nominal terjangkau.
Selain literasi keuangan, mahasiswa juga diperkenalkan pada perkembangan layanan perbankan digital yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat. Melalui aplikasi Wondr by BNI, narasumber menjelaskan pemanfaatan teknologi untuk mendukung transaksi sehari-hari, pengelolaan keuangan, hingga perencanaan finansial. Paparan ini memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai peran inovasi digital dalam membentuk ekosistem keuangan yang lebih praktis dan inklusif.

Diskusi berlangsung interaktif dengan Rektor Intiyas sebagai moderator. Antusiasme mahasiswa dari berbagai program studi terlihat melalui pertanyaan seputar pengelolaan keuangan, investasi, dan kesiapan menghadapi perkembangan dunia kerja. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai peluang pengembangan karier di sektor perbankan.
Tarian dari Batak Karo dan Papua oleh mahasiswa UKSW ikut memeriahkan acara kuliah umum kemarin. Sebagai green campus, dalam acara tersebut juga dilakukan penanaman anggrek di kawasan Kampus FTI. Rombongan BNI juga mengunjungi stan inovasi FTI UKSW yang menyuguhkan beragam produk game edukasi dan berbagai produk penelitian yang dihasilkan civitas academica. Turut hadir dalam kuliah umum Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan Priyo Hari Adi, Ph.D., serta Dekan FTI Profesor Kristoko Dwi Hartomo, S.Kom., M.Kom.
Penyelenggaraan kuliah umum ini sejalan dengan komitmen institusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 yaitu pendidikan berkualitas melalui peningkatan literasi keuangan generasi muda, SDGs ke-8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi lewat perluasan wawasan digital serta peluang magang dan karier, serta SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi strategis antara dunia pendidikan tinggi dan sektor perbankan. (Aly/Upk_TimKomblik/foto:Divpromkomblik)
