Dua Doktor Baru Studi Pembangunan UKSW Teliti Perdamaian Poso dan Identitas Nasional Timor-Leste

Program Studi Doktor Studi Pembangunan (DSP) Fakultas Interdisiplin (FID) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), kembali melahirkan dua doktor baru melalui Promosi dan Yudisium Program Doktor diselenggarakan di ruangan Ruang Probowinoto, Senin (15/06/2026). 

Dua promovendus yang dinyatakan lulus adalah Yuliana T.B. Tacoh dengan disertasi berjudul “Peran Sekolah Perempuan dalam Pembangunan Perdamaian Pascakonflik Poso: Antara Kesadaran Agentif Transformatif dan Batasan Struktur” serta Januario Soares dengan disertasi “Politik Bahasa Portugis dalam Pembentukan Identitas Nasional Timor-Leste.”

Dalam penelitiannya, Yuliana mengkaji peran Sekolah Perempuan Perdamaian di Poso sebagai inisiatif akar rumput yang hadir dalam proses rekonsiliasi pasca konflik. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan perdamaian berhasil membangun kesadaran transformatif perempuan sebagai agen perdamaian. Namun, praktik perdamaian yang dilakukan masih menghadapi keterbatasan karena kuatnya struktur sosial, politik, dan ekonomi yang melanggengkan konflik.

“Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa tidak cukup hanya dengan melibatkan pihak lokal (grassroots) dalam pembangunan perdamaian tanpa memperhatikan kondisi perekonomian mereka dan mempersiapkan mereka mengenali kekerasan struktural,” jelasnya.

Doktor Baru Studi Pembangunan UKSW

Menghasilkan Riset Berdampak

Sementara itu, Januario Soares menyoroti politik bahasa Portugis dalam proses pembentukan identitas nasional Timor-Leste. Penelitiannya menemukan bahwa meskipun bahasa Portugis memiliki legitimasi sebagai bahasa resmi negara, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan di bidang pendidikan, birokrasi, dan pemerintahan desa. Kondisi tersebut menciptakan kesenjangan antara kebijakan negara dan praktik sosial masyarakat yang masih didominasi bahasa Tetun.

Melalui kedua disertasi tersebut, para doktor baru memberikan kontribusi akademik terhadap kajian pembangunan, baik dalam konteks pembangunan perdamaian berbasis masyarakat pasca konflik maupun pembentukan identitas nasional di negara pascakolonial.

Wakil Dekan FID, Titi Susilowati Prabawa, Ph.D., pada sambutannya menyampaikan selamat kepada kedua doktor baru dan mengapresiasi kualitas penelitian yang dihasilkan. Menurutnya, kelulusan Dr. Yuliana Tacoh dan Dr. Januario Soares bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga cerminan komitmen fakultas dalam mendorong penelitian yang relevan bagi pemecahan masalah sosial dan pembangunan. 

“Sebagai doktor baru, terus semangat memperjuangkan kebenaran dan menghasilkan karya-karya yang bermakna, sehingga karya-karya seperti ini tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, namun juga berdampak untuk masyarakat luas,” tegasnya.  

Kelulusan kedua promovendus ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Doktor Studi Pembangunan FID UKSW dalam menghasilkan penelitian yang responsif terhadap berbagai persoalan sosial, politik, dan budaya di tingkat lokal maupun internasional.

Melalui capaian ini, UKSW turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yaitu pendidikan berkualitas, SDGs ke-5 yaitu kesetaraan gender, SDGs ke-8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs ke-9 yaitu industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Capaian ini juga sejalan dengan Asta Cita poin ke-4 yaitu dalam penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan, serta poin ke-6 yaitu dalam membangun tata kelola ekonomi dan kelembagaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.  Salam Satu Hati UKSW! (Arl_TimKomblik/foto:Arl)

Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp