Stefanus Ariyanto menjadi lulusan pertama Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi (DIA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) setelah berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu kurang dari tiga tahun. Dalam ujian akhir disertasi yang digelar Kamis (18/06/2026), ia mengangkat penelitian tentang kecemasan digital yang mendorong auditor untuk terus mengembangkan kompetensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Dalam ujian akhir yang dipimpin oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) DIA FEB UKSW, Profesor Dr. Theresia Woro Damayanti, S.E., M.Si., Akt., tersebut, Stefanus didampingi oleh tim promotor yang terdiri dari Profesor Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., C.A., C.M.A., Q.I.A., C.Fra., yang hadir secara daring dan Ronny Prabowo, S.E., M.Com., Akt., Ph.D., C.M.A.
Sementara itu, tim penguji terdiri dari Profesor Supramono, S.E., M.B.A., D.B.A., Dr. Supatmi, S.E., M.Ak., C.A., Dr. Elisabeth Penti Kurniawati, S.E., M.Ak., serta Dosen Doktor Ilmu Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (STIE YKPN) Dr. Atika Jauharia Hatta Hambali, M.Si., Ak., CA.
Profesor Theresia Woro Damayanti mengaku bangga dan bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, Stefanus berhasil membuktikan bahwa studi doktoral dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga tahun, tepatnya sekitar dua tahun sembilan bulan sejak memulai perkuliahan pada Agustus 2023.
“Ini merupakan lulusan pertama kami. Tentu kami sangat senang, bangga, dan bersyukur. Sesuai yang telah kami janjikan kepada publik, program studi ini dirancang dengan masa studi tiga tahun, dan Pak Stefanus membuktikan bahwa hal tersebut dapat dicapai tanpa mengurangi kualitas akademik,” tuturnya.
Profesor Theresia Woro Damayanti menambahkan bahwa capaian tersebut menjadi momen penting bagi Prodi DIA UKSW sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan doktoral yang berkualitas dapat berjalan terarah dan tepat waktu. Ia juga menilai penelitian Stefanus sejalan dengan fokus keilmuan prodi pada bidang behavioral accounting atau akuntansi perilaku.

Sejarah Pertama
Dalam disertasinya yang berjudul “Kecemasan Digital dan Niat Pengembangan Diri Auditor melalui Pelatihan Digital”, Stefanus meneliti pengaruh perkembangan teknologi digital terhadap upaya auditor dalam meningkatkan kompetensi profesional.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kecemasan digital tidak selalu berdampak negatif. Sebaliknya, auditor yang lebih khawatir terhadap perubahan teknologi justru cenderung terdorong untuk mengikuti pelatihan digital dan mengembangkan keterampilan baru. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam era transformasi digital, kecemasan dapat menjadi pendorong bagi auditor untuk beradaptasi dan mempersiapkan diri menghadapi tuntutan profesi yang terus berkembang.
Sementara itu, Stefanus mengaku bersyukur dapat menyelesaikan seluruh tahapan studi dengan dukungan promotor, kopromotor, dan lingkungan akademik yang kondusif. Menurutnya, sistem pendampingan yang diterapkan Prodi DIA UKSW menjadi salah satu faktor penting yang membantunya menyelesaikan studi tepat waktu. “Kami diarahkan secara sistematis dalam setiap tahap studi. Semua dilakukan secara sistematis melalui bootcamp, bimbingan terstruktur dan lainnya,” ungkapnya.
Ke depan, Dosen sekaligus Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Tangerang tersebut berharap dapat terus mengembangkan kajian akuntansi perilaku sekaligus menerapkan ilmu yang diperolehnya dalam proses pembelajaran dan penelitian.
Melalui capaian ini, Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi FEB UKSW turut mendukung pencapaian SDGs ke-4 pendidikan berkualitas, SDGs ke-8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDGs ke-9 industri, inovasi, dan infrastruktur melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Capaian ini juga sejalan dengan Asta Cita poin ke-4 dalam penguatan sumber daya manusia berbasis pendidikan dan inovasi, serta poin ke-7 dalam mendorong transformasi digital untuk meningkatkan daya saing Indonesia. (Ish_TimKomblik/foto:Ish)