Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga membawa hasil riset tentang Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam keikutsertaannya pada Campus Fair 2026 Kutai Kartanegara, Sabtu dan Minggu (8 & 9/8/2026) di Simpang Oda Etam. Selain memperkenalkan pilihan program studi di Kampus Indonesia Mini, kehadiran UKSW menjadi ruang untuk memperkenalkan kontribusi riset perguruan tinggi bagi pembangunan daerah.
Campus Fair 2026 yang diikuti 37 perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia ini dibuka oleh Bupati Kutai Kartanegara yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Dr. H. Sunggono, M.M. Kegiatan ini menyasar siswa SMA, orang tua, dan masyarakat umum yang ingin mengenal berbagai pilihan pendidikan tinggi.
Di stan UKSW, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai program studi, kehidupan perkuliahan, serta peluang pengembangan diri. Dalam kesempatan ini, UKSW hadir bersama Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Kedokteran.
Bawa Riset IKN, UKSW Buka Ruang Kolaborasi
Salah satu momen menarik terjadi ketika Sekda Kabupaten Kutai Kartanegara, Dr. H. Sunggono, M.M., mengunjungi stan UKSW. Dalam perbincangan dengan Dhanang Puspita, M.Si., salah seorang Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan, Sunggono menanyakan kontribusi yang dapat diberikan UKSW bagi Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Apa yang UKSW bisa bantu untuk kabupaten kami?” ujar Sunggono.
Dhanang Puspita menjelaskan bahwa UKSW memiliki pengalaman melakukan riset di Kalimantan Timur, termasuk terkait Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kabupaten Kutai Kartanegara yang memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penopang IKN.
“Kami pernah melakukan riset di Kalimantan Timur, terutama terkait IKN dan Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai salah satu daerah penopang IKN. Hasil riset tersebut kami tuliskan dalam buku tentang IKN. Kami bisa membantu menghadirkan narasi ilmiah sebagai salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program kerja daerah,” jelas Dhanang Puspita.
Dalam kesempatan tersebut, Dhanang Puspita juga menyerahkan tiga buku hasil karya dan riset UKSW untuk Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara serta satu buku untuk Sekda.
Menurut Dhanang, hasil penelitian perguruan tinggi perlu dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan agar tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat menjadi pengetahuan yang mendukung pembangunan daerah.

Dekatkan Pilihan Pendidikan dengan Calon Mahasiswa
Selain membawa karya riset, UKSW memanfaatkan Campus Fair 2026 untuk mendekatkan informasi pendidikan tinggi kepada siswa dan orang tua di Kalimantan Timur. Pengunjung dapat berdiskusi langsung mengenai program studi, pilihan pendidikan, hingga proses penerimaan mahasiswa baru.
UKSW juga menyediakan layanan pendaftaran mahasiswa baru secara langsung (on the spot). Tim admisi atau penerimaan mahasiswa baru UKSW memberikan pendampingan kepada calon mahasiswa, termasuk informasi teknis bagi mahasiswa dari luar Jawa terkait kedatangan melalui bandara atau pelabuhan di wilayah Semarang, Solo, maupun Yogyakarta.
Pada hari kedua, antusiasme masyarakat semakin meningkat karena Campus Fair berlangsung bersamaan dengan car free day di kawasan Simpang Oda Etam. Tidak hanya siswa, banyak orang tua turut mengunjungi stan perguruan tinggi untuk mencari informasi mengenai pilihan pendidikan bagi putra-putri mereka.
Lebih lanjut disampaikan Dhanang Puspita, keikutsertaan dalam Campus Fair 2026 Kutai Kartanegara bukan sekadar memperkenalkan kampus, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperluas akses pendidikan tinggi, memperkenalkan karya riset, serta membangun jejaring dengan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Melalui pendidikan dan riset, UKSW terus membuka ruang untuk belajar, bertumbuh, berkolaborasi, dan memberi dampak bagi masyarakat, termasuk di Kalimantan Timur.
Pendidikan dan Riset untuk Pembangunan Berkelanjutan
Kehadiran UKSW di Kutai Kartanegara menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk memperluas manfaat pendidikan dan pengetahuan bagi masyarakat. Melalui pendidikan dan riset, UKSW mendorong lahirnya sumber daya manusia yang mampu membaca persoalan daerah sekaligus menghadirkan gagasan dan solusi berbasis pengetahuan.
Komitmen tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 yaitu pendidikan berkualitas, SDGs ke- 9 yaitu industri, inovasi dan infrastruktur, SDGs ke-11 yaitu kota dan permukiman yang berkelanjutan, serta SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Riset mengenai IKN dan komunikasi pengetahuan dengan pemerintah daerah menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Semangat ini juga selaras dengan Asta Cita, khususnya agenda penguatan pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, sains, dan teknologi, serta pembangunan yang berkelanjutan. Bagi UKSW, pendidikan tinggi tidak berhenti pada proses pembelajaran di kampus, tetapi perlu hadir melalui riset, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak tahun 1956 dan memiliki 15 fakultas dengan 65 program studi mulai jenjang Diploma hingga Doktor, serta 36 program studi terakreditasi Unggul dan A. Berlokasi di Salatiga, UKSW dikenal sebagai Kampus Indonesia Mini karena keberagaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui semangat Creative Minority, UKSW terus mendorong lahirnya lulusan yang mampu menjadi agen perubahan dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. (UPK_TimKomblik/foto:Istimewa)
