Gema pujian dan sorak sukacita membahana di dalam Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Ribuan mahasiswa baru dari berbagai pelosok negeri berkumpul dalam acara Welcoming Service 2026, sebuah tradisi ibadah penyambutan yang membalut hangat awal perjalanan akademik para perantau muda di kampus Indonesia Mini, Sabtu (29/8/2026) sore.
Sejak pintu Balairung dibuka, senyum ramah panitia menyapa kedatangan para mahasiswa baru hingga suasana khidmat berpadu meriah memenuhi ruangan. Welcoming Service diawali dengan penampilan apik Paduan Suara SMP Kristen Satya Wacana yang membawakan lagu persembahan “Cara Tuhan Mengasihiku” dengan harmoni suara nan merdu.
Ibadah penyambutan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan, Profesor Eko Sediyono serta Mr. Mark Geense, BSc., BA., dari Campus Ministry UKSW. Hadir pula perwakilan Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI), perwakilan komunitas Ibu-Ibu Berdoa Internasional, serta pengurus organisasi pelayanan di lingkungan UKSW. Kehadiran para tamu undangan ini mempertegas dukungan mitra pelayanan dalam mendampingi tumbuh kembang mahasiswa.
Rektor: Datang Bertumbuh, Pulang Berdampak
Dalam sambutannya, Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami memberikan pesan mendalam yang menyentuh hati para mahasiswa baru. Beliau menekankan bahwa melangkahkan kaki di kampus Satya Wacana bukan sekadar mengejar lembaran ijazah atau keahlian akademis, melainkan sebuah panggilan untuk membentuk karakter kepemimpinan yang tangguh dan penuh kasih.
“Kalian hadir di sini bukan hanya untuk menjadi penonton, melainkan untuk dibentuk menjadi pribadi yang utuh. Jadikan masa perkuliahan ini sebagai proses bertumbuh yang berdampak positif, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat dan bangsa. Jangan menyerah dan jangan pernah lelah dalam berproses di kampus ini,” tutur Rektor Intiyas memberikan dorongan semangat bagi ribuan pasang mata di Balairung UKSW.

Rahasia Menjadi Generasi yang Berbuah
Mengangkat tema utama “Generasi yang Melekat & Berbuah” yang berakar dari firman Tuhan dalam Yohanes 15:5, pemberitaan Firman Tuhan menyapa mahasiswa baru yang tengah beradaptasi dengan lingkungan baru.
Pesan Firman Tuhan menegaskan pentingnya keterikatan spiritual dengan Sang Pencipta sebagai Pokok Anggur yang Sejati. Di tengah tantangan dunia perkuliahan, tugas utama mahasiswa adalah tetap “melekat” dan menjaga nilai-nilai keimanan, integritas, dan spiritualitas. “Hanya dengan melekat itulah, seorang mahasiswa dapat melampaui tekanan akademis dan menghasilkan ‘buah’ berupa karya yang bermanfaat, karakter yang bijaksana, serta prestasi yang membanggakan,” tegas Pendeta Dr. Ferry Nahusona, M.Si., dalam renungannya.
Sesi ibadah mencapai puncaknya pada altarcall dan pujian penyembahan di mana suasana haru melingkupi ruangan. Banyak mahasiswa baru memanfaatkan momen ini untuk menyerahkan pergumulan, rasa cemas, dan harapan masa depan mereka di tanah perantauan.
Kesan Maba dan Keseruan Akhir Acara
Bagi para mahasiswa baru, Welcoming Service bukan sekadar agenda rutin, melainkan momen penguatan yang emosional.
Daniel Angkat, mahasiswa baru Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), mengaku rasa cemasnya melebur seiring berjalannya acara. “Awalnya sempat merasa homesick dan cemas menghadapi dunia kuliah. Tapi waktu sesi Altarcall dan dengar pesan Firman Tuhan tadi, rasanya benar-benar dikuatkan. Kita diingatkan kalau kita nggak berjalan sendiri, ada Tuhan yang jadi tempat melekat,” ungkap Daniel usai acara.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh Sarah Leksono, mahasiswa baru Fakultas Teknologi Informasi (FTI). Menurutnya, kehangatan penyambutan kampus membuat suasana terasa sangat suportif sejak awal kedatangan.
“Penyambutannya hangat banget dari awal open gate. Lewat acara ini, aku berharap semangat dan pesan untuk melekat dan berbuah ini bisa terus aku pegang selama kuliah, supaya nggak cuma fokus akademis tapi juga bertumbuh secara spiritual dan punya pertemanan yang positif,” ujar Sarah.
Tak hanya sarat akan nuansa spiritual, Welcoming Service 2026 juga menghadirkan keceriaan di penghujung acara. Gelak tawa pecah saat MC memandu sesi Fun Sharing dan membagikan hadiah untuk mahasiswa baru yang beruntung. Penampilan Encore tim musik makin memancarkan energi positif hingga penutupan acara.
Melalui Welcoming Service 2026, UKSW tidak hanya menyambut mahasiswa baru sebagai peserta didik, tetapi juga merawat mereka sebagai satu keluarga besar. Langkah awal telah diayunkan, dan di kampus inilah generasi baru siap melekat pada nilai-nilai kebenaran serta berbuah manis bagi masa depan.

Kegiatan ini memperkuat kontribusi UKSW terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 tentang pendidikan berkualitas, SDGs ke-3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera. Hal ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, dan teknologi.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak tahun 1956 dan memiliki 15 fakultas dengan 65 program studi mulai jenjang Diploma hingga Doktor, serta 36 program studi terakreditasi Unggul dan A. Berlokasi di Salatiga, UKSW dikenal sebagai Kampus Indonesia Mini karena keberagaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui semangat Creative Minority, UKSW terus mendorong lahirnya lulusan yang mampu menjadi agen perubahan dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. (ALY_TimKomblik/foto:DivpromKomblik)