Semangat kolaborasi mahasiswa gizi dari berbagai daerah di Indonesia berpadu dalam Pra Musyawarah Nasional (Pra-Munas) ke-XVIII x Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia (ILMAGI) 2026 yang digelar di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), belum lama ini. Selama tiga hari, kampus Indonesia Mini ini menjadi ruang perjumpaan pembelajaran dan penguatan kapasitas calon pemimpin muda di bidang gizi.
Diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UKSW, agenda tersebut diikuti 95 peserta dan satu tamu dosen, mewakili 28 perguruan tinggi anggota Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia (ILMAGI). Sejumlah universitas yang hadir antara lain Universitas Indonesia, Universitas Siliwangi, Universitas Aisyiyah Pringsewu, Universitas Diponegoro, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Alma Ata, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, serta berbagai kampus lainnya dari tiga wilayah keanggotaan ILMAGI.
Selama tiga hari, kegiatan dipusatkan di Graha Kartini UKSW, Singkong Keju Argotelo, dan Wisma Bukit Soka, serta menghadirkan perpaduan forum organisasi, penguatan kapasitas kepemimpinan, hingga pengalaman lapangan di bidang pangan dan gizi.
Dekan FIK UKSW Ir. Ferry F. Karwur, M.Sc., Ph.D., menegaskan pentingnya forum nasional semacam ini bagi masa depan gizi Indonesia. Menurutnya, melalui kegiatan ini mahasiswa dapat saling mengenal, memahami tantangan bangsa, serta merefleksikan persoalan gizi Indonesia secara lebih mendalam. Ia mendorong peserta untuk saling berbagi gagasan sesuai semangat know it, grow it, own it.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Gizi FIK UKSW Gelora Mangalik, S.Gz., M.Si., Dietisien., menilai kegiatan ini menjadi wadah penting dalam membentuk karakter mahasiswa. “Kegiatan ini sangat tepat dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan jiwa organisasi yang kuat. Kami berharap lahir pemimpin masa depan yang berintegritas dan mampu memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Chaterine Ayu Masiku menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada UKSW. “Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami dapat menjadi bagian dalam pelaksanaan agenda nasional ILMAGI,” ujarnya.

Kolaborasi Gizi Nasional
Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang mempertemukan delegasi dari 28 universitas anggota ILMAGI dalam suasana hangat dan penuh semangat kebangsaan. Peserta kemudian mengikuti ILMAGI on Trip (IoT) ke Singkong Keju Argotelo sebagai kunjungan industri untuk menambah wawasan mengenai dunia kerja di bidang pangan dan gizi, dilengkapi sesi praktik melalui cooking class. Kegiatan juga diperkaya dengan campus tour ke sejumlah area UKSW, termasuk Laboratorium Biomolekuler BSL-3 yang menjadi salah satu keunggulan pembelajaran gizi molekuler di UKSW.
Selain menjadi ruang silaturahmi nasional, Pra-Munas ini juga menghadirkan forum organisasi melalui pemaparan laporan pertanggungjawaban setengah periode kepengurusan ILMAGI. Delegasi dari berbagai universitas turut menyampaikan evaluasi, gagasan, dan masukan strategis demi penguatan arah gerak organisasi mahasiswa gizi di tingkat nasional.
Sebagai puncak kegiatan, peserta mengikuti Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) bertema Lead with Knowledge, Grow with Nutrition, Act with Purpose. Melalui materi, diskusi, dan penyelesaian studi kasus, mahasiswa didorong mengasah kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, manajerial, serta kesiapan menghadapi tantangan profesi gizi di masa depan.
Setelah Pra-Munas ini, ILMAGI akan melanjutkan agenda nasional menuju Musyawarah Nasional (Munas) yang dijadwalkan berlangsung di STIKES Panti Rapih Yogyakarta pada Juli mendatang. Forum tersebut akan menjadi ruang evaluasi akhir periode kepengurusan sekaligus penentu arah organisasi ke depan.
Melalui penyelenggaraan Pra-Munas XVIII x LKMM ILMAGI 2026, UKSW turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs ke-4 Pendidikan Berkualitas, SDGs ke-8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDGs ke-17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sejalan dengan Asta Cita Presiden poin ke-4, kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi UKSW dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing, serta poin ke-6 melalui penguatan talenta muda yang siap menjawab tantangan pembangunan nasional di bidang kesehatan dan gizi.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW! (Ish_TimKomblik/foto:istimewa)
